--- Yakob Tamu ama <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> salam kenal. saya : Yakob. (PNS yang lagi study di
> IITR)

*** salam kenal juga bung yakob.
>  
> ada sedikit komentar saya tentang "mental kuli" buat
> bung Gagho :
>  
> apakah kalau tidak di jajah "londo" lantas dengan
> sendirinya 'mental kuli" itu ga bakalan ada?
> ini pertanyaan saya atas salah satu komentar anda.

*** betul. tanpa dijajah tak akan ada mental kuli.
saya sebenarnya ingin menjelaskan hal ini secara
panjang lebar dari segi sosio-politik dan psikologis,
tapi forumnya kurang pas. namun biar nyambung, saya
akan ungkapkan beberapa poin yg relevan sbb:

1. ketika kita dijajah selama hampir 4 abad, belanda
memberlakukan the so-called "kultural stelsel" semacam
'nasionalisasi' seluruh tanah rakyat. akibatnya,
rakyat jadi betul2 miskin dan untuk menghidupi
dirinya, mereka jadi kuli kasar diperkebunan, dll dg
gaji sangat rendah. diberlakukan bagai binatang,
diperas keringatnya, dihina martabatnya.

2. pada waktu yg sama, kalangan kecil yg cukup
terdidik diangkat penjajah jadi pamong praja yg dapat
hidup mewah bak penjajah dan kejamnya juga tidak
kalah. umumnya mereka adalah kelompok priyayi dari
kraton2 kecil.

3. rakyat kebanyakan sangat iri dan benci pada
kelompok priyayi ini. pada waktu yg sama, diam2 mereka
(para kuli itu) juga mengangumi dan menjadikan
kalangan pamong praja ini sebagai idola mereka, yg
dapat hidup mewah dg jadi pamong praja. ini sebenarnya
wajar, setiap orang miskin umumnya mengidolakan orang
kaya, meniru gayanya, dll, no matter what.

4. setelah merdeka, semua rakyat mendapat akses
pendidikan dan akses kekuasaan. sudah wajar kalau
kemudian yg ada dibenak rakyat adalah cita2 ketika
mereka jadi kuli dulu: menjadi pamong praja, yg
sekarang populer dg sebutan PNS. 

5. setelah jadi PNS, mereka heran. kok gajinya kecil?
kok tidak bisa hidup mewah seperti pamong praja jaman
penjajah? pada waktu yg sama ambisi dan keinginan
untuk hidup mewah tinggi. timbullah rasa tamak dan
rakus. dan mulailah menggunakan berbagai peluang untuk
mengeksploitasi uang haram. 

secara psikologis, sifat rakus ini dimotivasi oleh
keinginan kuat untuk mereposisi diri -- dari status
sosial sebagai warga kelas kere menuju kelas
elite/gedongan/glamor secara materi. salah satu
'kehebatan' dari sifat rakus adalah bagaikan kita
sedang minum air garam: selalu haus dan selalu ingin
tambah...
>  
> next..
>  
> diskusi about "mental kuli" tampaknya telah seru aja
> dimana trendnya benar-benar sudah diarahkan ke 
> tubuh birokrat/pns RI.

*** iya betul. karena yg sedang dibahas memang
berkaitan erat dg birokrat/pns
 
> komentar bung gagho yang lain menyatakan
> ketidaksetujuannya dengan pemakaian istilah oknum
> yang katanya apologetik. ini membawa kesan bagi saya
> bahwa dalam pemikiran anda PNS RI semuanya korup.

*** silahkan baca tulisan pak suhadi. saya tidak
terlalu salah kok.

> Mungkin saja ada terlalu banyak individu PNS yang
> anda tahu ber "mental kuli" tapi anda ga bisa dengan
> begitu saja menolak penggunaan istilah "oknum" dalam
> diskusi terbuka seperti ini karena dari sekian juta
> PNS RI ada jutaan juga yang menjunjung tinggi nilai
> moral.

*** sekali lagi, menurut pak suhadi pns/birokrat yg
bersih itu bisa dihitung dg jari. jari saya cuma 20,
itupun sudah dg jari kaki...

> Apakah dalam sebuah keluarga, ada seorang anak
> maling ayam lantas seisi keluarga di cap sebagai
> keluarga maling?

*** anda perlu memahami ilmu bahasa. maling di sini
merupakan kata sifat yg baru melekat kalau ditempelkan
dg kata benda. anda tentu bisa membedakan antara kata
"pns" dg "pns maling", bukan? 
>  
> saya pikir begitu getolnya orang nyorot PNS kita
> sebenarnya karena fungsi pelayanan publik yang
> diemban PNS dirasa belum optimal dimana salah satu
> penyebabnya mungkin karena keberadaan oknum2
> ber-"mental kuli".Namun kita ga bisa semata-mata
> hanya meng-claim dan menyoroti masalah ini secara
> sepihak saja. seolah olah "mental kuli" itu milik
> inheren-nya PNS aja. 

*** mental kuli milik bangsa indonesia. saya bahas
mental kuli pns, karena dampaknya yg paling besar.
menyangkut jatuh bangunnya negara indonesia.

> Contohnya ;
> Dalam sebuah pesta, katakan pesta pernikahan.
> sudahlah umum kita ketahui bahwa bila pesta itu
> dihadiri orang 'besar" maka itu dianggap prestigenya
> yang empunya pesta. namun si empunya pesta tentunya
> ga harapkan prestige-nya doang tapi Prize yang
> dibawa juga. Ga mungkin orang "gedean" ngasih dikit
> wae. inilah tuntutan yang bisa jadi jerat bagi si
> orang "gede" ini. Kalau dalam seminggu ada sepuluh
> pesta yang harus dihadiri maka bisa jadi 10 hadiah
> "besar" harus disediakannya kan. Darimana duitnya?

*** lho? ya jangan dikasih. gitu saja kok repot. salah
satu fungsi dari pemimpin adalah sebagai trendsetter
(penentu trend), bukan malah terhanyut pada trend yg
ada dan tidak positif. kalau saya dalam posisi anda,
saya akan ringan mengatakan pada yg ngundang: "saya
akan datang, tapi saya akan memberi sesuai dg
kemampuan gaji saya". selesai bukan? 

apakah anda merasa gengsi kalau tidak ngasih besar
karena posisi anda? kalau demikian, maaf, itu mindset
mental kuli.

> dari kantong sendiri? tentu ada batas kan. lalu?
> timbullah keinginan2 "jahat".

*** pns/birokrat adalah pemimpin yg tak dipilih rakyat
secara langsung. kendatipun demikian, ia dipilih
karena dianggap punya kualitas leadership. salah satu
sifat leadership adalah keberanian, nyali untuk
berbeda kalau itu dianggap baik dan positif. 
  
> jadi inti dari apa yang saya coba sampaikan disini
> adalah "mental kuli" ini harus dikikis habis dengan
> menggunakan solusi2 terbaik 

*** tentu, saya setuju.

> bukan mencari siapa
> salah siapa benar atau coba2 mengarahkan opini
> publik untuk hanya menjustice satu pihak aja. 

*** salah satu ciri bangsa terpuruk dan sakit yg ingin
bangkit adalah dg mendiagnosa penyakit apa yg paling
kronis menimpa bangsa itu. jawabnya: korupsi. siapa
sumber korupsi yg menimbulkan bangsa ini jadi mundur
terus dan semakin tertinggal dari tetangga2nya?
jawabnya: apakah ada jawaban lain selain PNS?

> karena
> mental ini ada dimana-mana. diinstitusi manapun
> juga.swasta maupun pemerintah.

*** bung yakob, sudah saya bilang berkali-kali, swasta
itu yg punya ya pemiliknya. jadi, biarkan pemilik
institusi itu yg ngurusin KKN di situ. sementara
institusi negara itu, kalau anda masih percaya
demokrasi, adalah milik rakyat. saya dan yg lain
sangat peduli dan kritis pada PNS karena ia adalah
pelaku/pelaksana harian perusahaan bernama negara itu.

saya pikir, pns sudah sangat beruntung. bayangkan, di
perusahaan swasta, seorang manajer yg bekerja lamban
saja (baca, tidak korupsi) bisa dipecat. sementara
PNS, walaupun sudah kkn besar2an paling banter
dipindahtugaskan. 

doakanlah supaya saya tidak jadi presiden. sebab kalau
itu terjadi, langkah pertama saya adalah membuat UU
khusus PNS di mana PNS yg terbukti korupsi minimal
akan dipecat dan maksimal dihukum mati. :)
>  
>  solusi saya :
>  
> perlu dikembangkan budaya "penghargaan terhadap
> prestasi"
>  
> penjelasan solusi saya ini di lain waktu.

*** looking forward to it
>  
> peace

warm regard from a peaceful mind,


=====
Mario Gagho
Political Science,
Agra University, India
---------
A WINNER works harder than a loser and has more time. 
A LOSER is always "too busy" to do what is necessary.


                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Mail - Easier than ever with enhanced search. Learn more.
http://info.mail.yahoo.com/mail_250


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/h8TXDC/6WnJAA/HwKMAA/igXolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di 
http://www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.uni.cc  
==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg  berkenaan dg 
masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ; 
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke