Assalamualaikum.

 

Wah seletah lama absen dari belantika milis PPI, ternyata ada diskusi yang sangat menarik nih....hehehe...maaf-maaf buat Ipul karna posting tulisan Dunia IT tersendat....saya mohon sobat2 di Pune jg Wak Zuber atao yang akrab disapa Mr. Michael Steller yang bermarkas di Silicon Valey-Bangalore bersedia untuk berpartisipasi memposting opini atau tulisannya di Dunia IT PPI-India, juga bang Rizqi Salamun, hmmm....saya dukung Ipul deh, please....tolongin kami dong buat dapetin hosting yang bagus jadi nggak sering "down" website PPI kita ini, thanks.

 

Terus terang saja saya kurang setuju dengan bung Mario-Gaghoo.ac.in di Gagho University, Okhla-home City, soalnya kenapa sih luka dan kekecewaan yang udah lama terpendam ato mungkin basi kali ya....eh dibuka lagi, kurang seru ah :-) tapi kalo nggak gini milis sepi ya bung.....terserah deh.

 

Saya juga ingin berkomentar nih...semoga belum basi walau terlambat ngikutinya. Kalo emang seperti itu, mungkin pengalaman seseorang tentunya beda dong dengan pengalaman lainnya, dan jangan terus menjustifikasi atau menciptakan opini yang nggak-nggak ah bung Mario, pamali atuh hehehe.... Saya sendiri yang bukan PNS mengalami jg seperti anda dan semua itu berawal dari pribadi atau kalo bahasa manajemennya karakter individu, itu yang saya tau dari buku2 manajemen praktis.

 

Seperti saya alami waktu kuliah di sebuah universitas negri di Bandung, dimana staff administrasi nggak mau kerja kalo nggak dikasih uang rokok sampe saya laporkan ke dekan saya yang waktu itu pembimbing skripsi dan diperingatkan saat itu juga, hehehe... jadi malu kan.

Dulu saya pikir itu karena rendahnya tingkat pendidikan (SMK) dan kualitas pendidikan di Indonesia tetapi yang menjadi saya makin tidak percaya sama sekali bahwa institusi pendidikan (dengan sistem akademisnya) bisa merubah karakter individu tersebut, yakni yg saya temui di India seorang PNS yang melanjutkan studi lanjut di universitas yang dikenal di India tetapi tetap memiliki karakter yang dibawanya dari tanah air bahkan mungkin jg diperburuk oleh kontaminasi karakter supir oto-riksa juga rural society India (cheating, ribut nggak jelas, gila hormat dan gemar memerintah yang bukan wewenangnya). Hehehe....kalo yang ini bung Mario, kita pernah obrolin di YM :-p

 

Meski kata Presiden Abdul Kalam ketika ngasih Lecturing di Sport Complex, JNU beberapa waktu yang lalu, katanya "I heard that JNUites has different thinkings that make them different" disambut JNU Cancellor Prof. Karan Singh dengan gaya humornya "We also have different actions, Sir" tetapi saya pikir non-sense itu semua.

 

Lain halnya yang saya dengar dari senior saya yang kebetulan anak buah seorang PNS BUMN telekomunikasi, sebut saja PNS itu pak GS ketika di tahun 1995 mulai meluasnya penggunaan telepon seluler GSM di Indonesia, pak GS ditugaskan membuka jaringan di Bali, menurutnya pak GS sebagai tim leader nggak sungkan-sungkan bersama timnya untuk mengecek "coverage" atau daya pancar telepon seluler yang baru terpasang hingga lewat jam 2 malam langsung terjun ke lapangan hingga ke pelosok Bali. Katanya itu tidak di bayar sepeserpun....motto pak GS, "kita bekerja keras demi semangat juang & nama besar Tel***sel" Hihi...apalagi minta uang lembur, sungguh heran kalau saya bandingkan dengan beberapa PNS yang beralasan lembur padahal menggunakan fasilitas kantor dan minta dibayar lagi...iiih sekali lagi malu atuh!. Tak heran setelah beberapa tahun kemudian, provider telepon seluler dibawah pimpinannya itu merajai pasar di Bali. Sangat mengejutkan ketika perusahaan telepon seluler itu merambah ke pasar teknologi CDMA, dimana launchingnya diadakan 2 tahun lalu di Lapangan Gazeboo-Bandung, ternyata pak GS diberi kehormatan untuk membukanya sebagai Direktur Utama. Pak GS benar-benar mendapatkan posisi yang layak seperti apa yang diusahakannya. Saya ceritakan tentang pak GS ke Prof. saya, yang kebetulan mengenalnya waktu kuliah, ternyata karakternya sejak kuliah memang sudah terbentuk seperti itu, semangat juang yang tinggi, JUJUR dan kreatif.

 

Mengingat hal ini, saya jadi kurang setuju juga dengan opini Pak Suhadi (maaf nih pak hehehe...cuma opini koq), dimana idealisme ketika menjadi mahasiswa akan terkikis bila sudah menghadapi realitas atau dunia kerja, buktinya Pak GS nggak tuh...bahkan yang nggak pernah jadi mahasiswa pun masih bisa memegang PRINSIP atau idealisme itu, seperti beberapa pedagang non-sarjana yang saya kenal di Pasar Caringin Bandung.

 

Jadi kesimpulan saya yang mungkin sebagian sejalan dengan Pak Roy, Pak Yakob, Pak Agus juga sobat2 semua tetap bahwa karakter individu-lah yang harus dibenahi, terlepas itu PNS atau bukan PNS dan mulai dari diri kita, peringati diri kita, keluarga juga lingkungan kita. karna itu cerminan karakter bangsa, kita jadi lupa ya bahwa dulu jaman saya dapet studi PMP di SD, Indonesia dikenal dengan bangsa yang berkarakter baik, sopan santun dan halus tutur bahasanya, tetapi image itu berubah jadi negara sarang koruptor jg teroris yang beringasan.

 

Wah sobat2 Roorkee...Gmn kabar mas Anggara makasih koreksinya.. Pak Agus Bob, saya udah cetak tuh foto pesanan bapak di Manali (tapi tetep gantengan aslinya pak :-)) Juga pak Agus Rejeki yang tidak cuma punya bisnis sampingan tetapi juga "hobi sampingan" buat nasi pecel hehehe....saya pengen nih pak kalo nggak salah dulu bapak janji mau buatin hayoo??....jadi inget kalo ke Semarang makan di Simpang 5 sama keluarga.

 

Mas Anton juga mas Ferdi, mbak Rita makasih juga foto dan makan malamnya. Salam hangat buat keluarga Pak Heru dengan candaannya jg mbak Shanti, pak Udin, pak Hendra, pak Irfan yang nggak kedengeran suaranya di milis PPI jg lainnya, sibuk dengan thesis kah?? Buat pak Yakob makasih traktirannya di restoran juga diskusinya sepanjang jalan Manali-Roorkee kemaren hehehe.....

 

Btw, Saya pertengahan Maret mau pergi ke Roorkee soalnya ada seminar di Dept. Comp Sciences, IITR. Rencananya sih dari JNU 10 orang termasuk saya, mmm.....saya pengen mampir nih boleh nggak yaa??? semoga nggak bosen...tentunya saya dateng sendirian & nggak akan ngajak temen2 India ke hostel karena saya ngerti di lantai atas kan "Indonesian Only"...nanti pastinya ditelfon deh. Soal oleh2 itu bisa diatur....seperti biasa dari INA market ntar tak tanya Salmah/kak Nita belinya di sebelah mana hehehe.....

 

Buat teman2 TEMUS, kapan pulang ya dari Saudi....dah kangen nih sama Izam, Bung Rozio, Bang Juss dan yang lainnya. Mas Wisnu "Sendirian"...meski pulang ke Indonesia semoga pesanan do'a saya di Masjidil Haram masih inget, saya nggak butuh oleh2 tapi itu aja dah cukup koq mas hihihi....

 

OK Salam kompak buat semua!

 

 



F a c h i m
School of Computer & System Sciences
Jawaharlal Nehru University
New Delhi - INDIA 110067
 
Tugas utama kita di dunia hanyalah berusaha meluruskan niat dan menyempurnakan ihtiar, itulah rezeki kita.


Do you Yahoo!?
Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term'

_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di http://www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.uni.cc  ==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg  berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ;
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke