Pak Suhadi yg baik,
memang diskusi soal PNS dan KKN sudah reda dan
tampaknya juga sudah mau tutup.
namun, ada sesuatu dalam kalimat bapak yg tampaknya
timbul dari kesalahpahaman.
bapak mengatakan:
"ananda sebagai generasi penerus, baik yang jadi atau
akan jadi PNS maupun di luar PNS tapi akan tetap
berhubungan dgn PNS dalam masalah apapun dari mulai
kelahiran sampai kekuburan..."
kata2 bapak ini mengesankan seakan2 saya dan rekan2 yg
sedang berdiskusi soal PNS/KKN sedang mencari2
kesalahan individu2 PNS dan dg demikian harus
dihentikan.
apabila dugaan dan kesan saya ini benar, maka saya
perlu memberi sedikit klarifikasi yg sebenarnya
ulangan dari kata2 saya di sejumlah posting
sebelumnya:
pertama, bahwa kami membahas soal KKN semata2 agar
masalah ini tidak lagi terulang di masa generasi muda
ketika kami berkuasa kelak; baik kekuasaan via jalur
birokrasi (PNS) maupun kekuasaan via jalur politisi
(partai, legislatif, dll).
kedua, dg mendiskusikan sebab-musabab terjadinya
penyakit negara/bangsa ini, akan semakin terbuka
visi/wawasan kami seputar masalah tsb. dg demikian,
apabila kami berkuasa kelak, kami akan dapat
menciptakan pagar2 yg diperlukan sebagai langkah
preventif agar hal tsb. tidak atau sulit terjadi lagi.
ketiga, dg demikian, maka harapan bapak agar kami
kelak "dapat berfungsi dan bertugas lebih baik dalam
penyelenggaraan negara dibanding generasi tua" akan
terwujud.
jadi, tak ada sedikitpun keinginan untuk mengorek2
kesalahan generasi tua dg tujuan for the sake of
"ngorek2". tapi, ia ditujukan semata-mata agar kami
dapat bersikap, bertindak lebih bijaksana, efektif dan
efisien. manusia yg baik tak akan jatuh pada lobang yg
sama dua kali, begitu kata pepatah. karena "lobang"
itu bukan lobang got yg mudah dilihat, maka kita perlu
mendiskusikannya dg penuh kelapangan dada dan tanpa
sedikitpun rasa praduga pada individu pelaksana harian
negara.
saya sebenarnya sangat berharap bahwa diskusi soal
"lobang2 kkn" ini juga direspons dan dikomentari oleh
bapak2 di kbri, misalnya, ttg "lobang" apa saja yg
mesti kami tutup dan perbaiki, agar ketika kami kelak
melewati jalan yg sama, lobang2 itu sudah tak ada
lagi. namun, sayangnya hanya pak suhadi yg sempat
memberi komentar, sedang bapak2/ibu2 kbri yg lain
memilih abstain. tapi tak apalah, semoga dilain kali,
kami dapat menikmati komentar beliau2.
last but not least, kami hargai keinginan bapak untuk
menutup diskusi ini untuk sementara. harapan itu tentu
tak dapat saya iyakan atau tidakkan. terserah rekan2
lain. krn. wacana adalah satu2nya privelege yg
dimiliki rakyat, dan rakyat berhak untuk memutuskan
iya dan tidaknya. biarlah rakyat berbicara selagi
masih ingin berbicara. karena berbicara itu merupakan
aspirasi. dan dari aspirasi wacana lah biasanya
bermunculan tokoh2 cerdas nasional yg aspiratif.
amerika menjadi gudang para pemikir krn. berpikir dan
berbicara dibiarkan lepas dan bebas.
berbicara bebas dalam bentuk tulisan di forum seperti
ini merupakan cikal bakal ke arah menulis artikel dan
kemudian berpuncak pada penulisan buku. tidakkah kita
bangga apabila nanti kita melihat para alumni india yg
menjadi pejabat tinggi dan juga penulis buku produktif
seperti Sukarno di Indonesia, Jawaharlal Nehru dan
Mahatma Gandhi di India?
yg paling terakhir, as a matter of fact, tentu saja
rakyat membutuhkan layanan PNS dari membuat ktp,
paspor, dll. tapi, apakah dg demikian berarti kami tak
boleh membahas soal PNS? tampaknya, dalam poin ini,
gap generasi tua - muda perlu dijembatani dg cara,
apalagi, kalau bukan dg meneruskan diskusi... :)
salam hangat,
p.s. buat pak suhadi, waktu saya ke ppi, saya sempat
makan nasi yg berasnya sumbangan dari bapak. kayaknya
"budaya" itu perlu diteruskan... :)
--- suhadi salam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bung MARIO dkk,
> Jadi kita tutup sementara diskusi re PNS ini
> kaitannya
> dgn KKN. Harapan sebagai ORTU, ananda sebagai
> generasi
> penerus, baik yang jadi atau akan jadi PNS maupun di
> luar PNS tapi akan tetap berhubungan dgn PNS dalam
> masalah apapun dari mulai kelahiran sampai ke
> kuburan,
> berbuatlah lebih baik lagi dari kami yang saat ini
> sedang menerima "amanah". Jangan ulangi kekeliruan
> dan kekhilafan kami. Semoga. Amien.
=====
Mario Gagho
Political Science,
Agra University, India
---------
A WINNER works harder than a loser and has more time.
A LOSER is always "too busy" to do what is necessary.
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - You care about security. So do we.
http://promotions.yahoo.com/new_mail
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/i8TXDC/5WnJAA/HwKMAA/igXolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di
http://www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.uni.cc
==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg berkenaan dg
masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ;
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/