Menuju Munas Pertama HAI
Oleh: Zamhasari Jamil
 
SEINGAT saya, saya memang belum pernah memberikan komentar tentang pembetukan HAI ini, ini bukan berarti saya tak peduli dengan HAI. Namun ada alasan lain karena saya tak ingin "menjadi duri" dalam pembentukan HAI ini nantinya. Satu hal yang telah menggugah hati saya untuk turut memberikan "sekapur sirih" tentang HAI ini tatkala beberapa malam yang lalu, saya mendapat teguran dari seorang rekan dekat dan sekaligus lawan politik saya, Uyung (nama lengkapnya Irwan, red), yang mengatakan bahwa saya tak peduli lagi dengan PPI.
 
Uyung tersebut telah mengatakan bahwa saya yang pernah menjadi Ketua Umum PPI seharusnya memiliki perhatian yang lebih terhadap PPI ini. Bukan malah menjauh dari PPI setelah tak terpilih lagi menjadi Ketua Umum ataupun jabatan lainnya di PPI. Terus terang, saya tak mengerti entah dari mana Uyung memulai pandangannya tersebut sehingga ia sampai pada kesimpulan bahwa saya tak memiliki perhatian lagi terhadap PPI. Saya tak ingin Bu Mala, dkk. yang sedang menggagas pembentukan HAI juga beranggapan bahwa saya tak memiliki perhatian terhadap HAI Ini.
 
Rencana untuk mengadakan Munas pertama HAI di puncak, telah mengingatkan saya tentang Musyawarah Besar (Mubes) Himpunan Pelajar Mahasiswa Riau (Hipemari) Jakarta pada tahun 2000 yang saat itu juga diadakan di puncak. Cuacanya sangat adem sekali, letak villa-villa yang tersusun rapi dan memiliki corak dan gaya tersendiri. Tiga hari Mubes Hipemari di puncak tersebut terasa seperti setengah detik di hostel Malik Sarumpaet.
 
Kenangan itu tak bisa terlupakan, apalagi, pas hari ketiganya atau lebih tepatnya, menjelang pulang lagi ke Jakarta, dompetku yang berisi Rp. 30.000 plus kartu-kartu penting lainnya hilang di telan alam. Entah dosa apakah yang ku lakukan selama di villa itu? Buat Bu Mala, nggak perlu curiga, aku masih suci koq, hahaha�.
 
Ketertarikan saya untuk ikut nimbrung usulan buat HAI hari ini adalah setelah bung Rizki memaparkan rencana draft AD/ART HAI yang nantinya akan menjadi RAD/ART (Rancangan AD/ART) dan akan dibawa dalam Munas pertama HAI. Seperti yang disebutkan oleh bung Rizki ini, bahwa nantinya HAI ini akan memiliki cabang-cabang di daerah.
 
Kalau HAI Pusat ini nantinya tetap di Jakarta, maka ini berarti bahwa HAI akan dikendalikan secara terpusat dan monolitis. Dengan demikian, posisi paket presiden, sekjen dan bendahara akan selalu diisi oleh rekan-rekan yang berdomisili di Jakarta. Dan kalau memang demikian bentuk HAI ini nantinya, maka jika pada periode-periode mendatang, misalnya, paket teman-teman yang dari luar Jakarta kemudian terpilih sebagai presiden, sekjen dan bendahara, maka -ostosmatis- ia akan "ngantor" di Jakarta. Wow... nggak kebayang tuh bung Mario Gagho dari Madura sana "ngantor" di Jakarta hanya demi HAI.
 
Karena itu, saya punya usul, bagaimana jika HAI Pusat itu berada sesuai dengan daerah asal paket pengurus inti HAI itu nantinya, misalnya presiden HAI untuk periode 3002-3005 terpilih rekan kita yang berasal dari Pelembang, maka untuk periode tersebut, HAI Pusat ada di Palembang, sedangkan HAI Jakarta yang pada periode sebelumnya sempat menjadi HAI pusat, kini gilirannya menjadi HAI cabang Jakarta. Dengan demikian, diharapkan HAI mampu merepresentasikan harapan-harapan masyarakat luas terhadap HAI itu sendiri.
 
Saya membandingkan HAI ini dengan Forum Komunikasi Himpunan Pelajar dan Mahasiswa/i Riau (FK-Hipemari) se-Indonesia yang meletakan kantor pusatnya sesuai dengan tempat sekjennya belajar saat itu. Kalau sekjen FK-Hipemari yang terpilih adalah mahasiswa Riau yang lagi studi di salah satu universitas di Sumatera Utara, maka secara otomatis pusat FK Hipemari untuk periode itu ada di Sumut. Begitu juga, kalau sekjen FK-Hipemari yang terpilih adalah mahasiswa Riau yang lagi studi di salah satu universitas di Kalimantan, maka pusat FK-Hipemari akan pindah pula ke Kalimantan.
 
Saya juga melihat HAI ini seperti Badan Kerjasama Perhimpunan Pelajar Indonesia (BK-PPI) se-Timur Tengah dan sekitarnya. Dan PPI India juga masuk dalam BK PPI ini. Nah, sekretariat atau pusat BK-PPI ini juga berpindah-pindah berdasarkan negara tempat sekjen BK-PPI ini belajar. Tahun lalu, sekretariat BK-PPI ada di Mesir, dan kemudian dalam Mubes BK-PPI di Mesir itu, untuk periode selanjutnya terpilih pula mahasiswa yang lagi studi di Iran sebagai sekjennya, maka tahun ini sekretariat BK-PPI tersebut ada di Iran. Dan kalau saya nggak salah, bulan Agustus nanti BK-PPI itu tersebut akan menyelenggarkan konferensi yang ke-6 di kota Qum, Iran. Dan India juga sudah menerima undangan untuk mengikuti konferensi tersebut. Info selengkapnya, tentu masih kita tunggu dari pengurus pusat PPI India.
 
Nah, dengan mengambil beberapa contoh perbandingan diatas, saya sebagai Non-Resident Jakarta (NRJ) tentu sangat berharap bahwa HAI pusat tak selamanya berada di Jakarta. Tapi, kalau sudah dibakukan dalam AD/ART bahwa HAI pusat itu tetap berada di Jakarta, maka bung Purwarno, bung Rahmat Rangkuti, bung Bahrum, bung Yaser Amri dari Medan atau bung Mupassirin, bung Mulyadi, bung Sahlan dari Aceh tak usah berharaplah untuk menjadi presiden atau sekjen HAI pusat. Cukuplah mengurus HAI-HAI di daerah masing-masing. Begitu juga dengan bang Ramlam dan bang Syaifuddin di Riau, juga cukuplah mengurus HAI Riau saja.
 
Sungguhpun demikian, bung Rizki, dkk. mungkin sudah memiliki pertimbangan yang cukup matang sebelum palu pengesahan AD/ART ini nantinya diketokkan ke meja oleh sang ketua sidang. Pembentukan HAI yang menasional ini sudah merupakan langkah maju dan usaha dari rekan-rekan yang tergabung sebagai alumni India di tanah air ini harus diapresiasi dan disambut dengan baik oleh kita semua. Khususnya bagi kita yang sudah pernah menginjakkan kaki di bandara international India, baik itu di New Delhi atau Mumbai.
 
Karena itu, bila HAI pusat nantinya berada di Jakarta dan HAI Sumut serta dari daerah lainnya akan menjadi "HAI cabang", maka komunikasi antara HAI pusat dan daerah jangan sampai HAI terlengahkan. Bagaimanapun, teman-teman HAI Jakarta tetaplah meminta masukan dari HAI Sumut, sebab, meskipun gaung HAI Sumut ini kurang terdengar oleh kita, tapi setidaknya HAI Sumut ini -setahu saya- sudah beberapa kali mengadakan kegiatan yang melibatkan konsulat jendral India di Medan. Kabarnya, kegiatan yang diadakan oleh HAI Sumut ini juga mendapat tanggapan positif dari pihak konjen India di Medan tersebut.
 
Saya cukup bangga memiliki teman-teman yang energik seperti Bu Nirmala, bung Rizki, bung Dodo, mbak Yani, mbak Heni, mbak Beby dan rekan-rekan lainnya yang begitu concern terhadap HAI ini. Dan tentunya anda telah telah memulai babak baru dalam sejarah alumni India. Sebuah apresiasi tersebut memang selalu harus disampaikan kepada orang-orang yang selalu memulai untuk mencoba. Syabbas....
 
Zamhasari Jamil is a former president of Indonesian Students' Association in India and is currently on an official visit to Haris Communication Center Cyber Caf�, New Delhi, India.   
 
 
Rizki Salamun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Menuju MUNAS Pertama HAI

Hari minggu kemarin tanggal 1 Mei 2005, telah berlangsung pertemuan
ketiga para alumni India yang berlangsung di pasar festival, kuningan,
Jakarta. Untuk kali ini sengaja jadwal pertemuan dipercepat, pertemuan
dijadwalkan mulai pukul 2 pm sampai 5 pm. Pertemuan ini dihadiri oleh
Mala, Baby, Eny, Julkifli dan Rizki.

Sesuai "tradisi" yang telah disepakati bahwa pemimpin pertemuan terus
berganti-ganti, maka pertemuan kali ini dipimpin oleh Julkifli.
Pertemuan ini mengadendakan pertama adalah membahas masukan-masukan
baik dari alumni, HAI Sumut, maupun teman-teman PPI melalui milis PPI.
Kemudian sebagai aganda utamanya adalah pembahasan draft AD/ART HAI.

Alhamdulillah, walaupun yang datang hanya lima orang alumni, tetapi
kami berhasil juga menyusun draft untuk AD/ART. Sesuai dengan
kesepakatan bersama juga, akhirnya coret-coretan itu bisa dikatakan
sebagai draft resmi AD/ART HAI yang akan disahkan pada MUNAS HAI.

Secara garis besar saya dapat sebutkan disini, bahwa HAI yang akan
dibentuk ini akan berskala nasional, jadi nantinya akan mempunyai
cabang-cabang di daerah, dan karena itu majelis teringgi dari HAI
adalah MUNAS (Musyawarah Nasional) yang akan diadakan tiga tahun
sekali guna pergantian pengurus. Setelah itu ada yang namanya RTA
(Rapat Tahunan Anggota) untuk membahas serta evaluasi rencana kerja
tahunan, adan akhirnya majelis yang paliung rendah adalah rapat-rapat
pengurus.

Untuk susunan pengurus, kita menganut yang simpel, berdaya guna serta
efektif. Dengan semangat pembentukan organisasi yang modern,
demokratis, serta padat intelektualitas, pengurus terdiri dari
Presiden, Sekretaris Jenderal, serta Bendahara. Dan sebagai pelaksana
kegiatan dibentuk departemen-departemen yaitu, Pendidikan dan
Pengembangan Profesi, Seni dan Budaya, Teknologi Informasi, Hubungan
Masyarakat, serta yang terakhir adalah Penelitian dan Pengembangan.
Masing-masing depertemen dipimpin oleh satu orang, yang anggotanya
tidak masuk dalam struktur organisasi, sehingga dimungkinkan anggota
dapat membantu menjalankan kegiatan pada lebih dari satu departemen.
Sehingga kepengurusan HAI total hanya berjumlah 8 orang ditambah
pembina.

Pengurus ini (Presiden, Sekjen serta Bendahara) dipilih oleh MUNAS,
sedangkan pengurus departemen akan ditentukan oleh pengurus (Presiden,
Sekjen & Bendahara) terpilih. Ada yang unik dari pemilihan pengurus
ini, di MUNAS, nantinya pengurus dipilih berdasarkan sistem paket,
seperti paket Presiden dan Wakil Presiden pada pemilu di Indonesia.
Sedangkan di HAI, paketnya adalah Presiden, Sekjen dan Bendahara.
Sedangkat pengurus depertemen, dapat diasumsikan sebagai menteri di
pemerintahan Indonesia.

Kita memutuskan begitu, untuk menjaga kekompakan pengurus. Jadi sejak
awal mereka sudah memposisikan pada jabatan masing-masing. Kita tidak
akan membuat sang juara jadi presiden, juara dua jadi sekjen, dan
juara tiga jadi bendahara. Nantinya mereka gak fokus, karena sejak
awal mereka memposisikan jadi presiden, karena suaranya kurang aja,
makanya jadi sekjen atau bendahara.... tapi bukan di HAI, we are
totally different!!

Dan untuk menjamin kredibilitas serta profesionalisme paket pengurus,
maka setiap paket harus melakukan sosialisasi program-program mereka
di MUNAS (kampanye) dan mereka baru resmi menjadi paket calon pengurus
ketika mendapat dukungan sekurang-kurangnya 10% dari peserta munas.
Looks complicated?? memang, tapi kita bersiap untuk masa depan, dimana
kita gak ada waktu lagi untuk ngurusin tetek bengek begini, karena
sudah akan terlalu sibuk dengan segala kegiatan-kegiatan HAI yang
sangat bergairah. Untuk lebih jelasnya draft AD/ART dalam waktu dekat
akan saya sosialisasikan pada website HAI.

Dan finally, kita sekarang sedang mempersiapkan MUNAS pertama HAI,
yang rencananya akan diadakan dua hari, selama weekend, somewhere di
sekitar bogor atau puncak dan dalam waktu paling cepat sebulan
kedepan. Mohon doa restunya dari kawan-kawan semua.

Salam,


Rizki


* * * * *
Zamhasari Jamil
Pelajar Islamic Studies
Jamia Millia Islamia - A Central University
New Delhi - India 110 025
Website Kampus  : http://www.jmi.ac.in
Website Pribadi    : http://www.e-tafakkur.blogspot.com
Website PPI India : http://www.ppi-india.org
Email: izamsh@ yahoo.com

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di http://www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.org ==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg  berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ;
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke