Wa'alaikumsalam Wr. Wb.
Selepas sholat Id dilaksanakan di lapangan tennis, seperti biasa acara rekan-rekan ngambil photo bersama dulu. Saya menyaksikan Ferry tak mau diphoto meski udah ditarik-tarik supaya mau photo bareng.Tapi dg tenang Ferry bilang, "Nggak mau ah diphoto udah bosan", saya langsung bilang ke Ferry, "Pasti neh Ferry lagi mikirin raya bersama bapak dan ummi di Jkt, iya kan?" Eh Ferry nyambung,"Tau aja elo". Terus, saya nyambung lagi, "Fer.. Fer..., elo makin cakep aja, ampe nggak kebagian cewek di Hamdard". Ferry nyambung lagi, "emang elo kebagian?" Saya langsung bilang, "Ntar kalo "Mas" dah pulang.... ha...ha...ha...ha...ha..."
Hallo Nidia? Apa kabar? Makin langsing ya? Nah, siapakah "Mas" yang dimaksud? Tanya ama ummi aja. Krn ummi dah nitipin koq kalo si "Mas" pulang.
Setelah acara "Open House" di Wisma Duta, acara makan besar selanjutnya diteruskan di kediaman Bpk Sis dan Ibu Niniek. Terus, Ferry yg datang belakangan bilang ke saya, "Tadi pas gue mau naik ke sini lihat isi rumah udah kosong, cuman tinggal kursi doang". Saya nyambung, "saya juga pas mau naik tadi, jg ngedor pintu, kali aja ada Ivan ama Echa di dalam, ha...ha...ha..." Bagi saya, Bpk Suhadi belum pulang ke Indonesia, sebab perpisahan saya dg Bpk Suhadi adalah saat Bpk Suhadi akan berangkat ke Mumbai dimana malam itu saya tidur di rumah Bpk Suhadi.
Masih di suasana Id ini, saya dari kota pelajar Aligarh menyampaikan "Selamat Hari Raya Id, MOhon maaf lahir dan bathin" kepada Bpk Suhadi dan Ummi, juga kepada gitaris Ferdy serta Fotografer Ivan. Buat Ivan..., Yayangnya (Echa) masih tetap ana jaga kok. He..hehe.
Hidup di Dumai.
Pak Suhadi yang baik, sebenarnya tidak ada perbedaan cara hidup di Dumai dan di Jkt. Hanya saja, ada sedikit perbedaan logat berbicara antara masyarakat Jkt dengan masyarakat Dumai. Di Dumai ini, tak hanya diisi oleh masyarakat Melayu, tapi juga masyarakat Minang dan Batak. Kalau Bapak nanti berkunjung ke pelabuhan Dumai, Bapak akan melihat luasnya lautan dan merasakan tiupan angin laut serta merasakan sengatan hawa panas Riau.
Disekitar pelabuhan ini, bahasa yang sering digunakan adalah bahasa minang, walaupun ia seorang Melayu atau Batak, bhs yg digunakan lebih asik bhs Minang biasanya. Loh, kok bisa? Biasa... Bhs Minang kan bhs pasaran dan lebih ringkas lagi.... (Calo-calo jg menggunakan bhs ini ama kuli-kuli pelabuhan). He...he...he.
Untuk itu, kalao pun Bpk mendengarkan logat bahasa masyarakat yang ada di Dumai ini agak "serem" bila dibandingkan dg bhs Sunda atau bahasa Betawi, itu bukan berati mereka sdg marah atau sedang berantem, tapi memang begitulah logat bahasa mereka. Apalagi disekitar laut, gema suaranya akan lebih kuat lagi. Masyarakat Dumai itu masyarakt yang baik-baik koq. Meski demikian Bapak jg mesti tetap waspada, karena pencopet juga banyak.
Bagaimana bila bapak bertemu dg orang Melayu Dumai? Biasanya bahasa mereka ini agak lebih "romantis" sedikit. Dan kalo belum ada perubahan, biasanya orang Melayu ini sering mengajak tamunya untuk ngobrol panjang, ini biasa. Namanya aja orang Melayu.... suka ngobrol. Apalagi kalo mereka dah merasa akrab, orang Melayu juga suka bercanda dan berkelakar. Contohnya, Mr. Khairurrazi. hehehe....
Jadi, Bpk Suhadi sebagai orang yang mudah bergaul, saya yakin akan menemukan banyak kemudahan dalam berinteraksi dengan masyarakat Dumai. Oh ya, apakah ummi juga ikutan ke Dumai? Salam buat ummi, dan ummi gak perlu menangis membaca kisah Ferry diatas. Dan Nidia di Delhi makin bebas aja..... Ha...ha...ha...
Harapan saya tentunya, dgn ditugaskannya Bpk Suhadi di Dumai untuk mengurus masalah TKI ini, kiranya nasib para TKI kita akan lebih baik lagi. Dan TKI ilegal juga banyak yang dilayarkan ke negara seberang melalui Riau ini. TKI-TKI ilegal ini juga ditangani oleh tenaga-tenaga (agen-agen) yang cukup profesional, dan memang di negara yang dituju jg sudah ada agen yang siap menerimannya scr profesional pula. Sedihnya, TKI ilegal ini biasanya juga banyak yang dipulangkan ke Indonesia dan masuk lagi melalui pelabuhan yang ada di seluruh Riau.
Menurut salah seorg Diplomat di Komisen Tinggi Malaysia yang ada di New Delhi, dimana sebelumnya beliau pernah ditugaskan di Keimigrasian Melaka, bahwa banyak sangatlah orang-orang Indonesia tu yang mati ditengah laut. Tapi apa yang hendak kita kata lagi, ejen-ejen (agens) yang di Indonesia dan di Malaysia ni dah buat kerja samalah. Kalau sampan-sampan mereka yang udah sarat dg jumlah TKI ilegal itu kita halau, penumpangnya banyak yang berhamburan masuk ke dalam laut dan sampan mereka larilah. Yang tinggal hanyalah mayit-mayit yang berhanyutan di laut itu. Tapi media massa di Indonesia sama ada di Malaysia tak mahulah nak buat cerita yang macam ini di surat khabar mereka.
Begitulah cerita ttg nasib-nasib TKI kita yang banyak hilang di negara orang. Maksud hati untuk memperbaiki kehidupan keluarga di tanah air, tapi apa daya yg hendak dikata, iming-iming yang ditawarkan oleh para agen-agen tadi tak sesuai dengan kenyataan yg ada dilapangan.
Selamat bertugas Bapak.... Semoga Allah SWT membantu Bapak dalam menyelesaikan persoalan yang cukup rumit ini. Insya Allah.
Wassalam,
IzaM -
Suhadi salam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bung Izam,
Ass wr wb.
saya ada tugas di Dumai, ngurus TKI, selama tiga bln,
tolong kasih tahu caras kehidupan di sana biar saya
langsung dpt sgr adaptasi. yah.
* * * * *
Zamhasari Jamil
Department of Political Science
Aligarh Muslim University, Aligarh
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di http://dear.to/ppi dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.org ==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ;
3- HP Ketua PPI (Mukhlis): 09871815229 ; Sek. PPI(Herman): 09897160536
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS