Trims Izam atas infonya, semoga saya tambah teman dan
wawasan disana. 
Untuk Nydia yah ingat  saya katas dari Ummi buat
pegangan Izam, tapi bukan piala bergilirkan, 
Selamat et mohon maaaf,

--- Zamhasari Jamil <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Wa'alaikumsalam Wr. Wb.
>  
> Selepas sholat Id dilaksanakan di lapangan tennis,
> seperti biasa acara rekan-rekan ngambil photo
> bersama dulu. Saya menyaksikan Ferry tak mau diphoto
> meski udah ditarik-tarik supaya mau photo
> bareng.Tapi dg tenang Ferry bilang, "Nggak mau ah
> diphoto udah bosan", saya langsung bilang ke Ferry,
> "Pasti neh Ferry lagi mikirin raya bersama bapak dan
> ummi di Jkt, iya kan?" Eh Ferry nyambung,"Tau aja
> elo". Terus, saya nyambung lagi, "Fer.. Fer..., elo
> makin cakep aja, ampe nggak kebagian cewek di
> Hamdard". Ferry nyambung lagi, "emang elo kebagian?"
> Saya langsung bilang, "Ntar kalo "Mas" dah
> pulang.... ha...ha...ha...ha...ha..." 
>  
> Hallo Nidia? Apa kabar? Makin langsing ya? Nah,
> siapakah "Mas" yang dimaksud? Tanya ama ummi aja.
> Krn ummi dah nitipin koq kalo si "Mas" pulang.
>  
> Setelah acara "Open House" di Wisma Duta, acara
> makan besar selanjutnya diteruskan di kediaman Bpk
> Sis dan Ibu Niniek. Terus, Ferry yg datang
> belakangan bilang ke saya, "Tadi pas gue mau naik ke
> sini lihat isi rumah udah kosong, cuman tinggal
> kursi doang". Saya nyambung, "saya juga pas mau naik
> tadi, jg ngedor pintu, kali aja ada Ivan ama Echa di
> dalam, ha...ha...ha..." Bagi saya, Bpk Suhadi belum
> pulang ke Indonesia, sebab perpisahan saya dg Bpk
> Suhadi adalah saat Bpk Suhadi akan berangkat ke
> Mumbai dimana malam itu saya tidur di rumah Bpk
> Suhadi. 
>  
> Masih di suasana Id ini, saya dari kota pelajar
> Aligarh menyampaikan "Selamat Hari Raya Id, MOhon
> maaf lahir dan bathin" kepada Bpk Suhadi dan Ummi,
> juga kepada gitaris Ferdy serta Fotografer Ivan.
> Buat Ivan..., Yayangnya (Echa) masih tetap ana jaga
> kok. He..hehe.
>  
> Hidup di Dumai.
>  
> Pak Suhadi yang baik, sebenarnya tidak ada perbedaan
> cara hidup di Dumai dan di Jkt. Hanya saja, ada
> sedikit perbedaan logat berbicara antara masyarakat
> Jkt dengan masyarakat Dumai. Di Dumai ini, tak hanya
> diisi oleh masyarakat Melayu, tapi juga masyarakat
> Minang dan Batak. Kalau Bapak nanti berkunjung ke
> pelabuhan Dumai, Bapak akan melihat luasnya lautan
> dan merasakan tiupan angin laut serta merasakan
> sengatan hawa panas Riau.
>  
> Disekitar pelabuhan ini, bahasa yang sering
> digunakan adalah bahasa minang, walaupun ia seorang
> Melayu atau Batak, bhs yg digunakan lebih asik bhs
> Minang biasanya. Loh, kok bisa? Biasa... Bhs Minang
> kan bhs pasaran dan lebih ringkas lagi....
> (Calo-calo jg menggunakan bhs ini ama kuli-kuli
> pelabuhan). He...he...he. 
>  
> Untuk itu, kalao pun Bpk mendengarkan logat bahasa
> masyarakat yang ada di Dumai ini agak "serem" bila
> dibandingkan dg bhs Sunda atau bahasa Betawi, itu
> bukan berati mereka sdg marah atau sedang berantem,
> tapi memang begitulah logat bahasa mereka. Apalagi
> disekitar laut, gema suaranya akan lebih kuat lagi.
> Masyarakat Dumai itu masyarakt yang baik-baik koq.
> Meski demikian Bapak jg mesti tetap waspada, karena
> pencopet juga banyak.
>  
> Bagaimana bila bapak bertemu dg orang Melayu Dumai?
> Biasanya bahasa mereka ini agak lebih "romantis"
> sedikit. Dan kalo belum ada perubahan, biasanya
> orang Melayu ini sering mengajak tamunya untuk
> ngobrol panjang, ini biasa. Namanya aja orang
> Melayu.... suka ngobrol. Apalagi kalo mereka dah
> merasa akrab, orang Melayu juga suka bercanda dan
> berkelakar. Contohnya, Mr. Khairurrazi. hehehe....
>  
> Jadi, Bpk Suhadi sebagai orang yang mudah bergaul,
> saya yakin akan menemukan banyak kemudahan dalam
> berinteraksi dengan masyarakat Dumai. Oh ya, apakah
> ummi juga ikutan ke Dumai? Salam buat ummi, dan ummi
> gak perlu menangis membaca kisah Ferry diatas. Dan
> Nidia di Delhi makin bebas aja..... Ha...ha...ha...
>  
> Harapan saya tentunya, dgn ditugaskannya Bpk Suhadi
> di Dumai untuk mengurus masalah TKI ini, kiranya
> nasib para TKI kita akan lebih baik lagi. Dan TKI
> ilegal juga banyak yang dilayarkan ke negara
> seberang melalui Riau ini. TKI-TKI ilegal ini juga
> ditangani oleh tenaga-tenaga (agen-agen) yang cukup
> profesional, dan memang di negara yang dituju jg
> sudah ada agen yang siap menerimannya scr
> profesional pula. Sedihnya, TKI ilegal ini biasanya
> juga banyak yang dipulangkan ke Indonesia dan masuk
> lagi melalui pelabuhan yang ada di seluruh Riau. 
>  
> Menurut salah seorg Diplomat di Komisen Tinggi
> Malaysia yang ada di New Delhi, dimana sebelumnya
> beliau pernah ditugaskan di Keimigrasian Melaka,
> bahwa banyak sangatlah orang-orang Indonesia tu yang
> mati ditengah laut. Tapi apa yang hendak kita kata
> lagi, ejen-ejen (agens) yang di Indonesia dan di
> Malaysia ni dah buat kerja samalah. Kalau
> sampan-sampan mereka yang udah sarat dg jumlah TKI
> ilegal itu kita halau, penumpangnya banyak yang
> berhamburan masuk ke dalam laut dan sampan mereka
> larilah. Yang tinggal hanyalah mayit-mayit yang
> berhanyutan di laut itu. Tapi media massa di
> Indonesia sama ada di Malaysia tak mahulah nak buat
> cerita yang macam ini di surat khabar mereka.
>  
> Begitulah cerita ttg nasib-nasib TKI kita yang
> banyak hilang di negara orang. Maksud hati untuk
> memperbaiki kehidupan keluarga di tanah air, tapi
> apa daya yg hendak dikata, iming-iming yang
> ditawarkan oleh para agen-agen tadi tak sesuai
> dengan kenyataan yg ada dilapangan.
>  
> Selamat bertugas Bapak.... Semoga Allah SWT membantu
> Bapak dalam menyelesaikan persoalan yang cukup rumit
> ini. Insya Allah.
>  
> Wassalam,
>  
> IzaM -
>  
> Suhadi salam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bung Izam,
> Ass wr wb. 
> saya ada tugas di Dumai, ngurus TKI, selama tiga
> bln,
> tolong kasih tahu caras kehidupan di sana biar saya
> langsung dpt sgr adaptasi. yah.
> 
> * * * * *
> Zamhasari Jamil
> Department of Political Science
> Aligarh Muslim University, Aligarh
> Website Kampus  : http://www.amu.ac.in
> Website Pribadi    :
> http://www.e-tafakkur.blogspot.com
> Website PPI India : http://www.ppi-india.org
> Email: izamsh@ yahoo.com
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam
> protection around 
> http://mail.yahoo.com 



        
                
__________________________________ 
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/igXolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di 
http://dear.to/ppi dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.org 
==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg  berkenaan dg 
masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ; 
3- HP Ketua PPI (Mukhlis): 09871815229 ; Sek. PPI(Herman): 09897160536
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke