--- On Wed, 8/27/08, Imam Soeseno <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Imam Soeseno <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [mahawarman] LION AIR JT 551 - Yogya-Jkt - Penumpang masuk sauna
hehehe -- Re: [Airliners Indonesia] Sriwijaya Air Masuk Selokan,18 Luka-luka
To: "resimen mahasiswa" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wednesday, August 27, 2008, 10:49 PM
Alpateha juga harus diulang-ulang, karena salah-salah melulu karena
gemeteran di pesawat.
Huahahhaha.
is
2008/8/28 Nunik Avianti Heranita <[EMAIL PROTECTED]>
Lesson learned:
Komodo
atau buaya tidak selamanya kebal di-kadal-in.
To
live another day= untung belum tiba waktunya!….terlalu banyak
mengandalkan pd faktor keberuntungan. ..emangnya si Untung salah satu tokoh
kartun saingannya Donald Bebek??
Ternyata
memang betul sifat kebanyakan manusia – saat kefefet baru inget
berdo'a....biasanya Cuma 1 tahun sekali pas idul fitri
Time
is money?? Oh no..dalam kasus ini wasting time = hemat biaya…
Nunik A.
Heranita
From:
[EMAIL PROTECTED] ps.com [mailto:[EMAIL PROTECTED] ps.com] On Behalf Of Imam
Soeseno
Sent: Thursday, August 28, 2008
9:17 AM
To: INRR4All Kita
Subject: [inrr4all] LION AIR JT
551 - Yogya-Jkt - Penumpang masuk sauna hehehe -- Re: [Airliners Indonesia]
Sriwijaya Air Masuk Selokan,18 Luka-luka
Jumat 22 Agustus lalu, saya naik Lion Air JT 551 dari
Yogya ke Jakarta. Datang ontime ke bandara Adi Sucipto, saya check-in dan
diberitahu penerbangan akan ON SCHEDULE... sekitar setengah jam sebelum
skedulnya, kami diberitahu pesawat akan tertunda ca 1 jam, dari rencana
berangkat jam 1650 menjadi 1730... tadinya cuma duduk-duduk di ruang tunggu,
saya pindah ke exec-lounge yang cuma bayar Rp 1 itu.
Setelah menunggu sampai jam 1740, baru ada lagi pemberitahuan berikutnya.. .
penerbangan ditunda ke 1830 dengan alasan operasional (gak tahu apa yang
dioperasi??? kadal???) Pada saatnya, masih belum ada kabar juga... eh,
diumumkan lagi penerbangan ditunda ke 1930... tapi... tak lama kemudian,
penumpang diminta naik ke pesawat jam 1850...
Kami lega... tapi lega berubah menjadi senyum kecut dan jilat keringat...
karena setelah 1 jam berpanas-panasan didalam pesawat... eh, penumpang diminta
turun lagi (gak tahu, apakah pesawat Lion Air memang gak pake AC atau cuma
kipas angin??? Kebanyakan penumpang berkipas-kipas pake koran tuh!!!)
Akhirnya, jam 2100 (saya udah lupa jamnya, karena tidak ada gunanya lagi lihat
jam), kami semua diminta naik pesawat WINGS AIR. Saya personally jadi
bingung, apakah ini bukan pesawat pabrik sabun??? Weleh, piye iki??
Rupanya, pesawat hampir sama bentuknya, kecuali tempat2 duduk agak kucel...
tapi nomer tempat duduk tetap sama.
Yang lucu, rupanya ada tambahan penumpang di samping saya (saya duduk di 4D,
gang)... tadinya kursi tengah kosong, sekarang ada orangnya.... Rupanya, ketika
diumumkan pesawat ditunda ke 1930, sang penumpang tengah tadi jadi jalan-jalan
dulu keluar... dan gak ikut bersauna!!! Beruntungnya dia!!! Huahahahhaa, jadi
tertawa sendiri, kok pesawat jadi kaya bis aja... kalau sudah siap berangkat
aja, gak pake jam. Huahahaha.
Setelah mesin nyala, mulus, mungkin karena olinya pake sabun WINGS tadi...
hehehe, pesawat sejuk juga (gak kaya sauna ala LION AIR)... dan take off...
Sambil
terus berdoa... akhirnya pesawat mendarat dengan selamat di Soekarno-Hatta. ..
ketika hp saya dihidupkan, datanglah sms dari istri (setelah saya kabari
penundaan2 termasuk acara sauna)... isi sms istri?
SYUKURIN...
KOK NAIK PESAWAT MURAHAN!!!
Saya cuma senyum kecut dan tertawa terbahak-bahak. .. to live another day!!!!
Imam van Buitenzorg
2008/8/28 ferry sinurat <sinuratprogressive@ yahoo.com>
Dear All ,
Lagi-lagi Airline domestik kita terjerembab dalam masalah kelaikan udara ..
Kompas - Pesawat Sriwijaya Air jurusan Jakarta-Jambi dengan
nomor penerbangan SJ 062, Rabu (27/8) pukul 16.37 WIB, tergelincir dan
masuk ke selokan saat mendarat di Bandar Udara Sultan Thaha, Jambi.
Hingga pukul 18.00 tidak ada laporan adanya korban jiwa, kecuali
korban luka-luka yang berjumlah 18 orang.
Semua korban luka-luka dirawat di Rumah Sakit (RS) Asia Medika yang
letaknya tepat di belakang lokasi kejadian. Menurut dr Ferdi, salah
satu dokter di Instalasi Gawat Darurat RS Asia Medika, korban
luka-luka itu adalah penumpang pesawat dan warga setempat.
Secara terpisah, Humas Sriwijaya Air Charles AN mengatakan, pesawat
naas itu tergelincir hingga 25 meter dari ujung landasan. "Pesawat
sempat menabrak tanggul dan masuk ke selokan. Namun, badan pesawat
tetap berada di luar (selokan)," katanya.
Akibat kecelakaan itu, lanjut Charles, roda depan pesawat patah. "Saat
pendaratan, Jambi sedang dilanda hujan," ujarnya.
Ricky, anggota staf Sriwijaya Air di Jambi, menambahkan, Jambi kemarin
diguyur hujan lebat sekitar pukul 16.00 hingga pukul 17.00.
Layak terbang
Pesawat jenis Boeing 737-200 dengan nomor badan PK-CYG itu, menurut
Charles, mengangkut 125 penumpang dan awak. Pesawat berangkat dari
Jakarta pukul 15.25. "Kondisinya layak terbang dari Jakarta," kata
Charles, seraya menambahkan, rencananya Kamis pagi ini akan dilakukan
penyelidikan.
Di Jakarta, juru bicara Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi
(KNKT), JA Barata, mengatakan, Ketua KNKT akan memimpin langsung
keberangkatan tim penyelidik kecelakaan ke Bandar Udara (Bandara)
Sultan Thaha. "Tim dipimpin Tatang Kurniadi dengan anggota Kapten
Prita dan Saptandri. Kemungkinan tim besok berangkat. Namun, kami
masih mempertimbangkan apakah membutuhkan beberapa investigator lagi
untuk dikirim ke Jambi," katanya.
Corporate Secretary PT Angkasa Pura II Sudaryanto, melalui siaran pers
yang dikirimkan ke redaksi, menyebutkan, terkait kecelakaan itu,
landasan pacu di Bandara Sultan Thaha dinyatakan ditutup sementara.
Dari Palembang, Sumatera Selatan, dilaporkan, petugas Bandara Sultan
Mahmud Badaruddin II, Aristo Simanjuntak, mengatakan, pesawat Batavia
Air tujuan Jambi dengan nomor penerbangan 7P543, kemarin pukul 17.05,
terpaksa transit di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Pesawat
berpenumpang 145 orang dari Jakarta itu hingga pukul 19.37 masih
parkir di Palembang akibat bandara di Jambi belum dibuka. (RYO/ART)
[Non-text portions of this message have been removed]
--~--~------ ---~--~-- --~------ ------~-- -----~--~ ----~
www.inrr.org
speed & service
Learn from the people
Plan with the people
Begin with what they have
Build on what they know
Of the best leaders
When the task is accomplished
The people all remark
We have done it ourselves
(Lao-tzu's Taoist sage)
You received this message because you are subscribed to the Google Groups
"INRR for All" group.
To post to this group, send email to [EMAIL PROTECTED] ps.com
To unsubscribe from this group, send email to inrr4all-unsubscrib [EMAIL
PROTECTED] com
For more options, visit this group at http://groups. google.com/
group/inrr4all? hl=en
-~---------- ~----~--- -~----~-- ----~---- ~------~- -~---