** Milis Nasional Indonesia ppi-india **
Sembilan Elemen Jurnalisme

Dua wartawan Amerika dalam kejernihan.

Oleh: ANDREAS HARSONO
=20
HATI nurani jurnalisme Amerika ada pada Bill Kovach. Ini ungkapan=20
yang sering dipakai orang bila bicara soal Kovach. Thomas E.=20
Patterson dari Universitas Harvard mengatakan Kovach punya "karier=20
panjang dan terhormat" sebagai wartawan. Goenawan Mohamad, redaktur=20
pendiri majalah Tempo, merasa sulit "mencari kesalahan" Kovach.=20

Wartawan yang nyaris tanpa cacat itulah yang menulis buku The=20
Elements of Journalism bersama rekannya, Tom Rosenstiel. Kovach=20
memulai debutnya sebagai wartawan pada 1959 di sebuah suratkabar=20
kecil sebelum bergabung dengan The New York Times, salah satu=20
suratkabar terbaik di Amerika Serikat, dan membangun kariernya selama=20
18 tahun di sana.=20

Kovach mundur ketika ditawari jadi pemimpin redaksi harian Atlanta=20
Journal-Constitution. Hanya dalam dua tahun, Kovach membuat harian=20
ini mendapatkan dua Pulitzer Prize, penghargaan bergengsi dalam=20
jurnalisme Amerika. Total dalam kariernya, Kovach menugaskan dan=20
menyunting lima laporan yang mendapatkan Pulitzer Prize. Pada 1989-
2000 Kovach jadi kurator Nieman Foundation for Journalism di=20
Universitas Harvard yang tujuannya meningkatkan mutu jurnalisme.=20

Sedangkan Tom Rosentiel mantan wartawan harian The Los Angeles Times,=20
spesialis media dan jurnalisme. Kini, sehari-harinya Rosenstiel=20
menjalankan Committee of Concerned Journalists =96sebuah organisasi di=20
Washington D.C. yang melakukan riset dan diskusi tentang media.=20

Dalam buku ini, Kovach dan Rosenstiel merumuskan sembilan elemen=20
jurnalisme. Kesimpulan ini didapat setelah Committee of Concerned=20
Journalists mengadakan banyak diskusi dan wawancara yang melibatkan=20
1.200 wartawan dalam periode tiga tahun.=20

Sembilan elemen ini sama kedudukannya. Tapi Kovach dan Rosenstiel=20
menempatkan elemen jurnalisme yang pertama adalah kebenaran, yang =96
ironisnya=96 paling membingungkan.=20

Kebenaran yang mana? Bukankan kebenaran bisa dipandang dari kacamata=20
berbeda-beda? Tiap-tiap agama, ideologi, atau filsafat punya dasar=20
pemikiran tentang kebenaran yang belum tentu persis sama satu dengan=20
yang lain. Sejarah pun sering direvisi. Kebenaran menurut siapa?=20

Bagaimana dengan bias seorang wartawan? Tidakkah bias pandangan=20
seorang wartawan, karena latar belakang sosial, pendidikan,=20
kewarganegaraan, kelompok etnik, atau agamanya, bisa membuat wartawan=20
menghasilkan penafsiran kebenaran yang berbeda-beda?=20

Kovach dan Rosenstiel menerangkan, masyarakat butuh prosedur dan=20
proses guna mendapatkan apa yang disebut kebenaran fungsional. Polisi=20
melacak dan menangkap tersangka berdasarkan kebenaran fungsional.=20
Hakim menjalankan peradilan juga berdasarkan kebenaran fungsional.=20
Pabrik-pabrik diatur, pajak dikumpulkan, dan hukum dibuat. Guru-guru=20
mengajarkan sejarah, fisika, atau biologi pada anak-anak sekolah.=20
Semuanya merupakan kebenaran fungsional.=20

Namun, yang dianggap kebenaran senantiasa bisa direvisi. Seorang=20
terdakwa bisa dibebaskan karena tak terbukti salah. Hakim bisa=20
keliru. Pelajaran sejarah, fisika, biologi bisa salah. Bahkan hukum-
hukum ilmu alam pun bisa direvisi.=20

Hal ini pula yang dilakukan jurnalisme. Bukan kebenaran dalam tataran=20
filosofis. Tapi kebenaran dalam tataran fungsional. Orang butuh=20
informasi lalu lintas agar bisa mengambil rute yang lancar. Orang=20
butuh informasi harga, kurs mata uang, ramalan cuaca, hasil=20
pertandingan bola, dan sebagainya.=20

Selain itu kebenaran yang diberitakan media dibentuk lapisan demi=20
lapisan. Kovach dan Rosenstiel mengambil contoh tabrakan lalu lintas.=20
Hari pertama seorang wartawan memberitakan kecelakaan itu. Di mana,=20
jam berapa, jenis kendaraannya apa, nomor polisi berapa, korbannya=20
bagaimana. Hari kedua berita itu mungkin ditanggapi pihak lain.=20
Mungkin polisi, mungkin keluarga korban. Mungkin ada koreksi. Maka=20
pada hari ketiga, koreksi itulah yang diberitakan. Ini juga bertambah=20
ketika ada pembaca mengirim surat pembaca, atau ada tanggapan lewat=20
kolom opini. Demikian seterusnya.=20

Jadi, kebenaran dibentuk hari demi hari, lapis demi lapis. Ibaratnya=20
stalagmit, tetes demi tetes kebenaran itu membentuk stalagmit yang=20
besar. Makan waktu, prosesnya lama. Tapi dari kebenaran sehari-hari=20
ini pula terbentuk bangunan kebenaran yang lebih lengkap.=20

Sumber: http://www.pantau.or.id/txt/20/10.html
=20




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=3D5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg=
 Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;=20
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
=20
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
=20


Kirim email ke