** Milis Nasional Indonesia ppi-india **
Bapak Mario yang baik.

Saya memang jarang sekali memposting suatu berita atau menaggapi 
berita lainnya, tapi tetap mengikuti dan membaca diskusi di milis 
ini disela-sela aktifitas lainnya. Kali ini saya ingin berkomentar 
setelah membaca 3 tulisan bersambung Anda. Namun sebelumnya saya 
mengucapkan terima banyak Anda telah bersedia berbagi pengalaman, 
pemahaman dan opini pribadi selama menjalankan tugas dan 
melaksanakan ibadah haji. Tentu ini pengalaman yang kaya sekali.

Saya tergelitik untuk berkomentar setelah membaca judul posting Anda 
kali ini "BAJU BU HAJI YANG SEKSI" dan saya baca ulang yang 
sebelumnya "BU, JANGAN KASIH SENYUM SAMA ORANG ARAB!"  Kalau saya 
baca ulang kembali keseluruhannya (no 2 dan 3), kok kesan yang saya 
tangkap seluruh cerita ini lebih menggambarkan perempuan Indonesia 
yang " terkesan genit, bedak tebal lipstik menyala, dan yang 
terakhir baju transparan sehingga menampakkan 2 helai baju dalam"
Walaupun Anda menyebutkan tidak banyak, tapi sekitar 30% itu juga 
bisa dikatagorikan banyak lho...

Sungguh, informasi Anda ini  mengejutkan saya. Saya sudah membaca 
banyak laporan perjalanan haji (rata-rata pengalaman pribadi) ada 
yang di milist lainnya, ada yang di koran. Juga cerita langsung dari 
ratusan orang yang pulang haji. Tapi, belum pernah sekalipun saya 
mendengar cerita dari sudut pandang ini (entah mungkin mereka 
sungkan untuk bercerita).

Saya memang belum menunaikan ibadah haji,jadi tidak pernah melihat 
langsung situasi di sana, kecuali dari cerita, berita koran dan 
menonton tv. Tetapi dulu hampir setiap tahun saya ikut mengantar 
orang berangkat haji. Dalam satu tahun  bisa beberapa kali ikut 
pelepasan karena ada teman, tetangga, orang tua, saudara, yang pergi 
haji... Belum pernah satupun jemaah haji perempuan yang saya lihat 
memakai baju transparan. Semuanya memang memakai baju dari warna 
putih, yang menutup sampai tumit. Sebagian memakai baju panjang 
(seperti gamis), sebagian bagian bawahnya memakai celana panjang. 
Tapi kalaupun memakai celana panjang, bajunya sudah hampir kemata 
kaki pula..dengan jilbab yang besar. Rata-rata memakai sarung 
tangan. Satu-satu ada yang mamakai lipstik, tapi rata-rata memakai 
lipglos (?) karena suhu yang panas atau dingin  bisa membuat bibir 
pecah kalau terlalu kering. 

Begitu mereka pulang, saya melihat foto-foto, hampir semua foto 
tidak kelihatan muka dengan baik, karena ditutup dengan masker (dari 
kain), katanya untuk menghindari ketularan flu/batuk, karena  atau 
karena  debunya .. Saya jadi bingung dengan penjelasan Anda 
soal 'penampilan perempuan Indonesia" yang sangat kontradiktif 
dengan apa yang selama ini saya tahu...Tapi, tentu saja pengetahuan 
saya terbatas , menginjakkan kaki ketanah Arab saja belum pernah :)).

Yang menjadi konsen saya berikutnya adalah informasi tentang kasus 
pelecehan yang Anda tuliskan "Keramahan wanita Indonesia di Saudi 
telah membawa imej dan dampak yg kurang baik bagi mrk sendiri. Dari 
sejumlah kasus "pelecehan seks" yg terjadi baik di jeddah, madinah 
atau mekkah hampir semua korbannya adalah calhaj wanita indonesia".

Yang saya pahami dari paragraf di atas, Anda menganggap pelecehan 
itu terjadi karena kesalahan korban, karena "keramahannya". Padahal 
di tulisan kedua Anda sempat bagaimana prilaku laki-laki Arab. 
Tetapi sebenarnya, menurut saya, kalau melihat kasus pelecehan, 
tidak bisa hanya dilihat dari soal "hajjah" saja. Bukan sedikit 
berita yang kita dengar soal perkosaan yang dialami oleh buruh 
migrant dari Indonesia ke Arab. Karena ada konsep pemahaman TKW 
adalah sama dengan budak... Ini bisa saja berimbas, setiap perempuan 
Indonesia yang ke Arab adalah TKW = budak dan boleh diapa-apain.

Saya pernah punya pengalaman pribadi di HK, pernah satu kali di 
kejar-kejar sama laki-laki Pakistan. Di HK adalah sekitar 90.000 
buruh migrant yang menjadi pembantu rumah tangga. Sangat sedikit 
perempuan Indonesia di HK yang datang untuk sekolah, tahun lalu di 
HK University hanya saya, tahun ini tidak ada. Ketika saya 
keimigrasi untuk perpanjangan fisa, dalam antrian ada satu Pakistan 
yang ternyata sempat mengamati paspor saya. Burung garuda. 
Indonesia... Gara-gara paspor itu, saya terpaksa pontang panting 
melarikan diri dan setelah saya ancam memanggil posisi baru Dia 
mengkerut dan pergi. Dua minggu saya mendapat telpon nakal dari 
Pakistan itu, sehingga saya menonaktifkannya. Ternyata nomor telpon 
itu di catatnya ketika saya menyebutkan untuk petugas imigrasi.

Setelah itu, saya baru tahu dari salah satu organisasi Buruh migrant 
bahwa selama ini hampir secara umum buruh migrant hanya mau 
membangun relasi spesial dengan orang yang sama -sama Muslim 
(terserah kagak sholat atu mabuk-mabukan). Orang Pakistan rata-rata 
Muslim dan tahu betul soal itu. Banyak diantara BMI yang ditipu, di 
rayu, dihamili  dan diporotin uangnya. Istilah yang beredar adalah 
hanya modal "assalamualaikum" saja. Pakistan itu agresifnya luar 
biasa. Kalau mereka lihat perempuan Indonesia berjalan sendirian 
(terutama di hari minggu dan seputar Cosway Bay tempat berkumpulnya 
buruh moigrant ), maka cepat-cepat menghampiri dan mengatakan I love 
you dalam bahasa Indonesia dengan logat aneh, dan mulai merayu...

Jadi, ketika Dia melihat saya memegang paspor Indonesia, walaupun 
saya tidak senyum, tidak bicara, dan tidak pakai baju transparan.. 
di otaknya sudah muncul sebuah imej, bahwa saya adalah buruh migrat 
yang jauh dari keluarga, jauh dari orang-orang tersayang, kesepian 
dan "bisa" untuk dimangsa. Bukan tak mungkin, pandangan seperti itu 
juga muncul di Arab, malah dapat kualitas yang lebih berat mengingat 
konsep budak tadi..

Demikian komentar dari saya, mohon maaf karena terlalu panjang.

Peace,
Suraiya Kamaruzzaman.






--- In [EMAIL PROTECTED], Mario Gagho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Baju Bu Haji yg Seksi
> Oleh Mario Gagho
>  
> Salah satu kejanggalan dari ibu jamaah haji Indonesia dibanding 
jamaah haji dari negara lain adalah pakaian lengkap tapi transparan! 
Begitu tipisnya baju yg dikenakan sehingga sangat jelas dua helai 
baju dalam yg mereka kenakan. Baju transparan seperti itu bukan 
hanya melanggar sense of decency umum di kawasan ini, tetapi lebih 
dari itu melanggar etika agama Islam apalagi ke tanah suci dg tujuan 
Ibadah; melakukan salah satu kewajiban Islam. 
>  
> Tetapi di sisi lain timbul juga tanya di hatiku: Siapa yg salah? 
Apakah suami/bapak mereka dg membiarkan istri/putri mereka berbaju 
tdk pantas? Ataukah yg salah para pembimbing haji yg tidak 
memberikan penjelasan cukup soal berbagai etika masyarakat Arab dan 
etika Islam pada jamaah haji yg mau berangkat? Aku cenderung 
menyalahkan pera pembimbing haji yg kurang profesional dan kurang 
memahami kondisi yg akan dikunjungi. 
>  
> Memang, haji tahun ini ibu2 yg memakai baju transparan semacam itu 
tidak begitu banyak, mungkin sekitar 30%. sudah lumayan dibanding 
tahun2 sebelumnya (menurut seorang petugas haji mukimin yg tiap 
tahun bertugas musim haji). Akan tetapi hal itu tetap kuanggap aneh 
mengingat setiap kloter pasti ditemani oleh pembimbing haji. Aku 
jadi bertanya-tanya apa saja kerja petugas pembimbing haji kloter 
itu? Apa cuma ingin naik haji gratis? (bersambung)
> (bersambung)
> 
> 
> 
> Mario Gagho
> Political Science,
> Agra University, India
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Finance Tax Center - File online. File on time.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke