** Milis Nasional Indonesia ppi-india **
Republika Online:
Kamis, 25 Maret 2004
MassaPDIP Beringas
Puluhan Siswi Jadi Korban Pelecehan Seksual
Laporan : juw/C01/eds
NGANJUK -- Kampanye Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Nganjuk,
Jatim, dinodai dengan aksi pelecehan seksual terhadap puluhan siswa sekolah menengah
umum (SMU). Kejadian yang cukup memalukan ini terjadi saat massa hendak menuju Stadion
Anjuk Ladang guna mendengarkan pidato politik Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Meski peristiwa ini berlangsung 20 Maret lalu, namun puluhan siswi SMU 2 Nganjuk,
masih dicekam trauma.
Rabu kemarin (24/3), dua siswa mewakili rekannya-rekannya mengadukan kasus pelecehan
seksual tersebut ke Panwaslu setempat. Laporan tersebut diterima oleh Herman SH, MSi
(ketua) Iptu Pramono (anggota) dan Dwijo Utomo Maksum (anggota). Kedua siswa yang
enggan disebutkan namanya itu menceritakan, korban pelecehan seksual itu kebanyakan
memakai jilbab. Saat itu, puluhan siswa itu sedang menyaksikan massa PDIP menuju ke
stadion.
Tidak diduga, massa yang konvoi itu dengan beringas memeluk, mencium bahkan
menggerayangi bagian tubuh yang terlarang. Bahkan mereka mengeluarkan kata-kata kotor.
Sejumlah siswa putra yang ditendang hingga jatuh ke parit bersama sepeda yang dinaiki.
''Kami sangat kecewa dengan sikap masa PDIP, sekaligus meminta perlindungan dan
jaminan keamanan,'' kata seorang siswi. Untuk menguatkan kejadian itu, kedua siswi itu
juga membuat laporan tertulis berisi kronologi kejadian.
Dalam surat itu para siswi, kecewa atas tindakan masa PDIP. Bahkan para korban itu
mengancam tidak akan mencoblos PDIP. Ketua Panwaslu Nganjuk, Herman SH MM menyatakan,
akan menindaklanjuti pengaduan para siswa itu. Menurutnya, pihak yang bertanggungjawab
dalam kasus ini sesuai SK KPUD Nganjuk NO 04/2004, adalah panitia penyelenggara
kampanye PDIP yang harus bertanggungjawab. Sementara Koordinator Tim Advokasi Hukum
DPC PDIP Nganjuk, Nurwadi Nurdin SH, mengatakan, partainya siap menindak kadernya yang
terbukti melakukan tindakan pelecehan seksual dengan sanksi organisatoris.
Keberingasan massa PDIP juga terjadi di Klaten Jateng. Dua orang wartawan bernama
Sudirin, 45 dan Sri Warsiti 39 nyaris jadi sasaran amuk massa dari simpatisan PDIP.
Kasus ini terjadi ketika konvoi kendaraan di pertigaan Gondang, Klaten, Rabu (24/3).
Sudirin sempat disabet dengan pisau lipat namun berhasil menghindar. Kemarin kasus ini
dilaporkan ke Panwaslu. Sementara itu, isu politik adu domba untuk merusak hubungan
antar parpol mulai beredar dalam masa kampanye di Tangerang. Salah satu parpol peserta
Pemilu 2004, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi korban politik kotor tersebut.
Ketua DPD PKS Kota Tangerang, Bonny Mufidjar, menyatakan di beberapa tempat
ditemukan selebaran-selebaran atas nama PKS yang isinya menyudutkan parpol Islam
tertentu, Senin (22/03). Menurut Bonie, pihaknya tidak pernah menggunakan cara-cara
licik seperti itu. Sementara itu dalam kesempatan terpisah Wakil Ketua Panwaslu Kota
Tangerang, Syafril Elain, menyatakan sudah mencium adanya politik adu domba untuk
memecah belah parpol peserta pemilu 2004. Ia mencontohkan adanya pencabutan bendera
parpol oleh kelompok-kelompok tertentu.
----- Original Message -----
From: Zamhasari Jamil
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, March 25, 2004 9:56 PM
Subject: [ppiindia] Re: FW: moncong putih
Salam,
Kalau pada beberapa minggu yang lalu, aku asyik menikmati acara
Akademi Fantasi Indosiar (AFI), aku banyak ketawa sambil menyaksikan
akademia-akademia yang ganteng-cantik itu. Abis, kalau sudah berada
didepan TV sambil mengituki siaran Indonesia, maka suasana India nya
jd hilang untuk seketika.
Namun skrg, aku juga sering ketawan bila berada di depan TV sambil
mengikuti siaran Indonesia. Kaya' kemaren malam, sambil mengikuti
film India Chalte-Chalte, tapi ada selingan dan mbak Mega yang
bilang: "COBLOS MUNCUNG PUTIH".
Sambi berkata dalam hati, aku menjawab: Insya Allah mbak, tapi aku
harus minta izin dulu sama Gusdur, soalnya aku udah ketemu beliau
kemaren. Sungguhpun demikian, Partai Kampus Semua (PKS) mau
dikemakanakan? hehe ...:)
Wassalam,
Al-Izaminyyah.
--- In [EMAIL PROTECTED], "Listy" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> oleh-oleh dari temen .. :)
>
>
> -----Original Message-----
>
>
> MONCONG PUTIH
>
> Harry Roesli
>
> Bezog Maskavili Broyvak, Medoravinian esbros melabrani
> kroabrazi miakila. Bastania endroz dobros, glokumaniv
> briandi!
>
> Anda mengerti maksud kalimat di atas Kalau tidak, ini
> terjemahannya: "Sidang pembaca! Sudah tahu kalimat ini
> tidak ada artinya, eh .. masih dibaca juga!"
>
> Nah, guyonan kuno di atas sebenarnya sedang terjadi secara
> faktual - saat ini - di negeri ini. Maksudnya? Lho!
> bukankah para jurkam saat ini sedang giat-giatnya mengoceh
> guyonan yang tidak dimengerti rakyat dan kuno sekali
> kalimat-kalimatnya?
>
> Guyonan? Ya, guyonlah kalau kalimat antikorupsi dan
> anti-KKN diucapkan oleh jurkam dari sebuah partai (di Jawa
> Barat) yang malahan kasus korupsinya si jurkam sedang
> diproses di kejaksaan setempat.
>
> Kuno? Ya, kunolah kalau orasi si jurkam itu dibuat oleh
> dia sejak tahun 1999 tanpa perubahan titik maupun komanya.
> Dia cukup mengambil stok orasi kampanye tahun 1999 lalu
> dibacakan "letterijk". Makanya, tidak heran kalau dia
> melakukan sesuatu yang fatal, begini: "Saudara-saudara
> sekalian! Hari ini Selasa tanggal sekian, tahun 1999,
> adalah hari bangkitnya partai kita.. dan seterusnya.."
>
> Padahal, hari jurkam tadi berkampanye adalah hari Rabu,
> tanggal segitu, tahun 2004. Tapi anehnya, konstituennya
> tidak peduli akan kesalahan fatal tadi. Mereka semua
> asyik-asyik saja karena ternyata yang ditunggu bukan
> jurkam, tetapi jurdut, bujur penyanyi dangdut (pantat
> penyanyi dangdut)
>
> Kalau toh harus jujur, ada guyonan yang saya tulis di
> tahun 1999 dan rasanya masih relevan.
>
> Begini guyonannya!
>
> Ada seorang jurkam sedang berorasi dengan semangat yang
> melimpah-ruah! Dia bilang: "Saudara-saudara! Kalau di
> kampung ini semua mencoblos gambar partai saya, akan
> saya bangun pabrik baja di kampung ini!"
>
> Semua rakyat senang dan bertepuk tangan riuh-rendah
> bahkan riuh-tinggi!
>
> "Kalau di kampung ini semua memilih saya sebagai anggota
> legislatif, akan saya bangun pabrik mobil di sini!"
>
> Plok! plok! plok, tepuk tangan pun bergema lebih keras
> lagi dan ditimpali suit-suitan yang menambah ramai
> suasana.
>
> "Nah, kalau Anda semua loyal kepada saya dan partai saya,
> maka segera akan saya bangun di sini sebuah pabrik tektil
> (maksudnya tekstil)!"
>
> Ajudan jurkam kontan berbisik: "Pak, kurang 's' nya!"
>
> Si jurkam tanggap: "Oh ya, dan pabrik es!!!"
>
> BEGITULAH "kaset nostalgia" diputar ulang kembali,
> bahkan tanpa sentuhan baru sekalipun.
>
> Seperti orasi dengan nada bangga dari seorang caleg yang
> kebetulan eks artis: "Saya ini sudah 15 tahun jadi anggota
> DPRD! Jadi, saya sudah teruji, Anda tidak perlu ragu-ragu
> lagi untuk memilih saya!"
>
> Goblok!!! Justru kita harus ragu-ragu untuk memilih dia
> kembali. Bahkan, kalau bisa dia jangan dipilih lagi. Wong
> dia sudah 15 tahun jadi anggota legislatif, tapi rakyat
> tetap sengsara terus! Jadi, apa yang dia lakukan buat
> rakyat selama 15 tahun ini? Apa kontribusi dia pada
> perubahan nasib rakyat selama 15 tahun dia jadi wakil
> rakyat? Iya kan?
>
> Memang tidak semua eks artis itu pandir, tapi yang ini
> kebetulan pandir yang overdosis! Saya berani tanggung
> kalau saja menjadi anggota DPRD itu tanpa gaji dan
> sepenuhnya pengabdian, si eks artis ini adalah orang
> nomor satu yang mengundurkan diri dari keanggotaan
> Dewan terhormat.
>
> Kejadian di atas tadi menyebabkan kita harus mengubah
> pepatah "pandai pangkal kaya" dengan yang baru, yaitu
> "pandir pangkal kaya!"
>
> Dan mohon pepatah "guru kencing berdiri, murid kencing
> berlari!" juga kalau bisa diubah. Kenapa? Kasihan guru
> laki-laki masa harus kencing jongkok!
>
> BICARA soal pepatah, sekarang ini ada 'pepatah' dari
> sebuah iklan politik, yaitu "coblos moncong putih!"
>
> Iklan politik ini dahsyat sekali! Sukses meng-hammering
> otak pemirsa televisi sampai-sampai anak pembantu saya
> yang berumur tiga tahun saja setiap bangun tidur selalu
> berteriak-teriak: "Ojos oncong ucih, ojos oncong ucih!"
>
> Hebat! Saya harus ucapkan selamat kepada tim kreatif dari
> biro iklan yang membuat iklan politik ini. Dibandingkan
> dengan iklan politik dari partai lain yang masih mencoba
> menjual soal kemiskinan, menjual soal isu ekonomi,
> menjual soal isu politisi busuk, bahkan menjual agama,
> iklan moncong putih ini terasa lebih efektif! Padahal, tanpa
> menjual ini-itu!
>
> Atau mungkin pada partai moncong putih ini memang sudah
> tidak ada yang laik untuk bisa dijual lagi? Mungkin itu ya!
>
> Baiklah! Saya hanya ingin menyarankan kepada partai
> politik lain! Percayalah kepada saya bahwa iklan politik
> "coblos moncong putih" ini sukses besar di masyarakat.
> Jadi, saran saya, kalau kebetulan lambang partai Anda ada
> gambar bantengnya, cepat cepat ubah dengan memutihkan
> moncongnya. Atau kalau kebetulan lambang partai Anda tidak
> ada gambar bantengnya, segera gambari moncong putih di
> tengah-tengah lambar partai Anda, asal-asalan saja tidak
> perlu artistik. Kalau bisa bikin seperti logo bibir
> dowernya Rolling-Stone Mick Jagger misalnya, boleh saja,
> asalkan pastikan warna moncongnya adalah PUTIH!
>
> Berani tanggung di 5 April nanti gambar lambang ke 24
> partai pasti semuanya bolong. Habis semuanya moncong
> putih! Dicobloslah semuanya, seperti perintah Ibu Mega di
> iklan televisi.
>
> Pusing dong! Ya harus adil, masak yang pusing cuman KPU
> doang, rakyat juga harus pusing dong!
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/