** Milis Nasional Indonesia ppi-india **
oleh-oleh dari temen .. :)
-----Original Message-----
MONCONG PUTIH
Harry Roesli
Bezog Maskavili Broyvak, Medoravinian esbros melabrani
kroabrazi miakila. Bastania endroz dobros, glokumaniv
briandi!
Anda mengerti maksud kalimat di atas Kalau tidak, ini
terjemahannya: "Sidang pembaca! Sudah tahu kalimat ini
tidak ada artinya, eh .. masih dibaca juga!"
Nah, guyonan kuno di atas sebenarnya sedang terjadi secara
faktual - saat ini - di negeri ini. Maksudnya? Lho!
bukankah para jurkam saat ini sedang giat-giatnya mengoceh
guyonan yang tidak dimengerti rakyat dan kuno sekali
kalimat-kalimatnya?
Guyonan? Ya, guyonlah kalau kalimat antikorupsi dan
anti-KKN diucapkan oleh jurkam dari sebuah partai (di Jawa
Barat) yang malahan kasus korupsinya si jurkam sedang
diproses di kejaksaan setempat.
Kuno? Ya, kunolah kalau orasi si jurkam itu dibuat oleh
dia sejak tahun 1999 tanpa perubahan titik maupun komanya.
Dia cukup mengambil stok orasi kampanye tahun 1999 lalu
dibacakan "letterijk". Makanya, tidak heran kalau dia
melakukan sesuatu yang fatal, begini: "Saudara-saudara
sekalian! Hari ini Selasa tanggal sekian, tahun 1999,
adalah hari bangkitnya partai kita.. dan seterusnya.."
Padahal, hari jurkam tadi berkampanye adalah hari Rabu,
tanggal segitu, tahun 2004. Tapi anehnya, konstituennya
tidak peduli akan kesalahan fatal tadi. Mereka semua
asyik-asyik saja karena ternyata yang ditunggu bukan
jurkam, tetapi jurdut, bujur penyanyi dangdut (pantat
penyanyi dangdut)
Kalau toh harus jujur, ada guyonan yang saya tulis di
tahun 1999 dan rasanya masih relevan.
Begini guyonannya!
Ada seorang jurkam sedang berorasi dengan semangat yang
melimpah-ruah! Dia bilang: "Saudara-saudara! Kalau di
kampung ini semua mencoblos gambar partai saya, akan
saya bangun pabrik baja di kampung ini!"
Semua rakyat senang dan bertepuk tangan riuh-rendah
bahkan riuh-tinggi!
"Kalau di kampung ini semua memilih saya sebagai anggota
legislatif, akan saya bangun pabrik mobil di sini!"
Plok! plok! plok, tepuk tangan pun bergema lebih keras
lagi dan ditimpali suit-suitan yang menambah ramai
suasana.
"Nah, kalau Anda semua loyal kepada saya dan partai saya,
maka segera akan saya bangun di sini sebuah pabrik tektil
(maksudnya tekstil)!"
Ajudan jurkam kontan berbisik: "Pak, kurang 's' nya!"
Si jurkam tanggap: "Oh ya, dan pabrik es!!!"
BEGITULAH "kaset nostalgia" diputar ulang kembali,
bahkan tanpa sentuhan baru sekalipun.
Seperti orasi dengan nada bangga dari seorang caleg yang
kebetulan eks artis: "Saya ini sudah 15 tahun jadi anggota
DPRD! Jadi, saya sudah teruji, Anda tidak perlu ragu-ragu
lagi untuk memilih saya!"
Goblok!!! Justru kita harus ragu-ragu untuk memilih dia
kembali. Bahkan, kalau bisa dia jangan dipilih lagi. Wong
dia sudah 15 tahun jadi anggota legislatif, tapi rakyat
tetap sengsara terus! Jadi, apa yang dia lakukan buat
rakyat selama 15 tahun ini? Apa kontribusi dia pada
perubahan nasib rakyat selama 15 tahun dia jadi wakil
rakyat? Iya kan?
Memang tidak semua eks artis itu pandir, tapi yang ini
kebetulan pandir yang overdosis! Saya berani tanggung
kalau saja menjadi anggota DPRD itu tanpa gaji dan
sepenuhnya pengabdian, si eks artis ini adalah orang
nomor satu yang mengundurkan diri dari keanggotaan
Dewan terhormat.
Kejadian di atas tadi menyebabkan kita harus mengubah
pepatah "pandai pangkal kaya" dengan yang baru, yaitu
"pandir pangkal kaya!"
Dan mohon pepatah "guru kencing berdiri, murid kencing
berlari!" juga kalau bisa diubah. Kenapa? Kasihan guru
laki-laki masa harus kencing jongkok!
BICARA soal pepatah, sekarang ini ada 'pepatah' dari
sebuah iklan politik, yaitu "coblos moncong putih!"
Iklan politik ini dahsyat sekali! Sukses meng-hammering
otak pemirsa televisi sampai-sampai anak pembantu saya
yang berumur tiga tahun saja setiap bangun tidur selalu
berteriak-teriak: "Ojos oncong ucih, ojos oncong ucih!"
Hebat! Saya harus ucapkan selamat kepada tim kreatif dari
biro iklan yang membuat iklan politik ini. Dibandingkan
dengan iklan politik dari partai lain yang masih mencoba
menjual soal kemiskinan, menjual soal isu ekonomi,
menjual soal isu politisi busuk, bahkan menjual agama,
iklan moncong putih ini terasa lebih efektif! Padahal, tanpa
menjual ini-itu!
Atau mungkin pada partai moncong putih ini memang sudah
tidak ada yang laik untuk bisa dijual lagi? Mungkin itu ya!
Baiklah! Saya hanya ingin menyarankan kepada partai
politik lain! Percayalah kepada saya bahwa iklan politik
"coblos moncong putih" ini sukses besar di masyarakat.
Jadi, saran saya, kalau kebetulan lambang partai Anda ada
gambar bantengnya, cepat cepat ubah dengan memutihkan
moncongnya. Atau kalau kebetulan lambang partai Anda tidak
ada gambar bantengnya, segera gambari moncong putih di
tengah-tengah lambar partai Anda, asal-asalan saja tidak
perlu artistik. Kalau bisa bikin seperti logo bibir
dowernya Rolling-Stone Mick Jagger misalnya, boleh saja,
asalkan pastikan warna moncongnya adalah PUTIH!
Berani tanggung di 5 April nanti gambar lambang ke 24
partai pasti semuanya bolong. Habis semuanya moncong
putih! Dicobloslah semuanya, seperti perintah Ibu Mega di
iklan televisi.
Pusing dong! Ya harus adil, masak yang pusing cuman KPU
doang, rakyat juga harus pusing dong!
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/