** Milis Nasional Indonesia ppi-india ** Salam, Sebelum melangkah lebih jauh, saya sebagai "tamu muda" di forum ini terlebih dahulu ingin memperkenalkan diri, bahwa saya biasanya dipanggil dg Izam, berasal dari Riau. Saat ini sebagai pelajar di India. Kali ini saya memang tertarik untuk ikut nimbrung karena Mas Assyaukani telah melahirkan "perkiraan" baru ttg pesan inti dari ayat yang dimaksud bahwa: iman itu lebih penting dari agama. Beriman itu lebih tinggi daripada beragama. Saya menjadi teringat dg sebuah percakapan saya dengan seorang diplomat KBRI New Delhi dimana ia adalah seorang Kristiani yang shalih. Ketika itu saya dikejutkan olehnya dengan sebuah pertanyaan ringan begini: Anda sebagai seorang Muslim, mengapa anda harus beragama? Jawab pertanyaan saya ini dengan sebuah kalimat yang singkat! Nah, saat itu saya sedikit kelabakan. Akhirnya karena ia telah menunggu lama dan saya masih terpaku karena diikat dg kalimat yang meminta saya untuk menjawab pertanyaannya tersebut dg singkat, maka akhirnya ia sendiri mengatakan bahwa tujuan kita beragama adalah karena kita "lemah." Oleh karena kita itu lemah, maka kita harus meminta "pertolongan." Dan kita meminta pertolongan tersebut karena kita "percaya,beriman". Dan yang kita percayai bisa menolong kita itu adalah "Tuhan." Apabila pendapat diplomat ini --yg saya juga setuju dg pendapatnya tersebut-- dihubungkan dengan apa yang dikemukakan oleh Mas Assyaukani terdahulu, maka antara agama dan iman tersebut tak bisa dipisahkan. Sebab untuk "menjumpai" Iman tadi, kita (setidaknya: saya) harus "ditemani" oleh agama. Rasanya, tanpa agama sulit untuk menemukan Iman. Diakhir paragrafnya, Mas Assyaukani kembali menagajukan pertanyaan: Mengapa kita mesti beragama kalau agama itu nyata-nyata dapat mengganggu keasyikan kita dalam beriman? Menurut saya, agama tak akan pernah mengusik "kekhusyukan" penganutnya dalam beriman. Meskipun agama Islam telah "dijerat" dg empat sumber utama (Alquran, hadits, ijma' dan qiyas), yang bagi saya Islam itu hanya berdiri diatas 2 (dua) fondasi: Alquran dan Ar-Ra'yu saja, Karena saya masih mengira bahwa hadits, ijma' dan qiyas tersebut masih dalam lingkaran Ar-Ra'yu, akan tetapi, Islam telah memberikan lentera yang cukup terang bagi para penganutnya. Dan lentera tersebut berupa lahirnya beberapa madzhab (Hanafi, Maliki, Shafi'i, Hambali dan Ja'fari). Untuk itu, semuanya kembali kepada kita, mau memilih mazdhab yang mana? Atau mungkin ada yang ingin membuat madzhab baru? Ya ... silakan, asalkan tak berbenturan dengan Al-Qur'an? Bagaimana dengan Ar-Ra'yu. Bagi saya: itu sah-sah saja. Yang penting, tujuan dari sumber utama agama tersebut adalah sebagai payung yang menaungi keberlangsungan agama, tidak terbatas pd agama Islam semata, tapi juga agama-agama yang lain. Tak ketinggalan "agama-agama" yang terdapat didalam agama Islam itu sendiri. Wassalam, Izam, India.
assyaukanie <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Teman-teman, Ketika membuka-buka al-Qur'an lewat PDA saya (yg sampai hari ini saya masih mengaguminya, karena kecanggihannya), saya menemukan ayat yang membuat saya berpikir sejenak. Ayat yang cukup populer itu berbunyi begini: "Qalatil a'rabu amanna, qul lam tu'minuu wa lakin qulu aslamna..." yang artinya "orang-orang Arab (baduwi) itu berkata, 'kami telah beriman.' katakanlah, kalian belum beriman, dan katakanlah 'kami telah berislam.'" Tiba-tiba saya teringat dengan uraian T.H. Sumarthana tentang perbedaan Beriman dan Beragama. Menurut almarhum, orang-orang beriman belum tentu beragama, dan begitu juga sebaliknya, orang-orang beragama belum tentu beriman. Banyak sekali orang-orang yang mengaku beragama, tapi sesungguhnya tidak beriman, persis seperti yang dikemukakan ayat al-Qur'an di atas. Dalam sebuah kisah biblikal disebutkan bahwa ada sebuah kerumunan massa yang hendak mengadili seorang perempuan yang dianggap berzinah. Perempuan malang itu hendak dirajam dengan batu, sesuai dengan hukum agama yang berlaku. Para kaum beragama itu, dengan bengisnya berusaha berlomba-lomba, dengan sekuat tenaga dan kemarahannya, melontar batu ke wajah perempuan naas itu. Seorang lelaki beriman tapi tak beragama seperti orang-orang yang merajam itu tertegun dan bertanya-tanya: sebegitu kejamkah agama. "bukankah Isa datang dengan kasih sayang?" Orang laki-laki itu digambarkan dalam kisah agamis tersebut sebagai orang yang "lebih baik" dan "lebih suci" dari para kerumun pemeluk agama. Kisah semacam ini juga kerap kita jumpai dalam Islam, terutama dalam kisah-kisah sufi. Banyak sekali orang yang melakukan ritual agama, berhaji, bersalat, dan ritual-ritual lainnya, kerap dianggap hanya "beragama" saja, tapi tidak masuk dalam katagori "beriman." Persis seperti yang digambarkan al-Quran terhadap orang-orang Arab Baduwi itu. Saya kira, pesan inti dari ayat al-Qur'an di atas adalah bahwa iman itu lebih penting dari agama. Beriman itu lebih tinggi daripada beragama. Mengapa kita mesti beragama kalau agama itu nyata-nyata dapat mengganggu keasyikan kita dalam beriman? Wallahu a'lam. Luthfi -------- Silahkan kunjungi kami: http://groups.yahoo.com/group/islamliberal http://www.islamlib.com --------------------------------- Yahoo! Groups Links To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/islamliberal/ To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. Zamhasari Jamil Dept. of Islamic Studies Jamia Millia Islamia University New Delhi - India. Win an evening with the Indian cricket captain: Yahoo! India Promos. [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

