** Milis Nasional Indonesia ppi-india **
Dear rekan2,
 
Pendidikan bangsa kita sejak dulu selalu dirundung masalah. masa ORBA terjadi krn. 
memang budget pendidikan APBN cuma 10% itupun udah disunat di sana sini yg sampainya 
ke bawah mungkin tinggal 2 persen ini perkiraan aja, berdasarkan pertimbangan bahwa 
kalau sebuah yayasan menerima sumbangan dari pusat sebanyak I juta rupiah biasanya 
sampainya di tangan yayasan itu (yayasan daerah) tak lebih dari 200 ribu!
 
Padahal 10 % itupun kalau seandainya tak dikorup juga masih kurang. Nah kita beruntung 
apbn baru era megawati menurut amanah UUD amandemen adalah 20 % tapi megawati cs belum 
bisa memenuhinya, jadinya cuma 10 % seperti era orba. Krn. masa Mega ini KKN-nya tidak 
kurang spektakularnya dibanding era suharto, tentunya yg 10 % itupun jadinya 2 % 
lagi....
 
nah, dengan begitu, tidak usah heran kalau hampir 50 % yg putus sekolah di negeri 
kita. seperti berita yg diposting bung ambon. di kita sekolah sd sampe sma masih jadi 
kewahanan. sementara kuliah itu barang super mewah. artinya bagi anak bangsa yg ingin 
kuliah, kebanyakan memerlukan waktu 24 jam; 12 jam untuk kuliah dan 12 jamnya lagi  
buat kerja untuk biayain kuliahnya, krn. ortu mereka umumnya tidak mampu. Hanya 
sedikit sekali dari rekan2 kita yg kuliah itu menjadi rutinitas dan taken for granted.
 
sebagai perbandingan, di india tukang becak akan mampu membiayai anaknya buat kuliah; 
krn.biaya studi yg sangat murah. biaya studi yg murah di india ini disebabkan oleh 
hal2 sbb:
 
1- semua universitas india walaupun bersifat independen tapi secara finansial mendapat 
bantun dari pemerintah via UGC (UNIVERSITY GRANT COMMISSION);
 
2- biaya "tinggi" (sebenarnya tidak terlalu tinggi) dikenakan pada mahasiswa asing yg 
mau kuliah di india. di sini juga perlunya kalangan akademisi indonesia untuk 
secepatnya menginternasionalkan universitasnya supaya dari situ ada semacam SUBSIDI 
SILANG. sebagaimana juga terjadi di negara2 maju. masalahnya orang asing mana yg akan 
kuliah di Indonesia kalau mediumnya masih tetap memakai bahasa indonesia??
 
salam musim summer dari Taj mahal,

Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
http://www.pikiran-rakyat.com/kota2.php?id=11843

      27/03/04  
      46% Wanita Bandung tidak Bersekolah  
      BANDUNG, (PR).-


      Diperkirakan 46% wanita dari 1.062.540 jiwa populasi perempuan di Kota Bandung, 
tidak bersekolah. Selain itu, 70% di antaranya bekerja di level grass root pada sektor 
perdagangan, industri, dan jasa. Demikian diungkapkan staf pengajar Fakultas Ekonomi 
Universitas Padjadjaran, Dr. Ina Primiana, dalam seminar yang diselenggarakan Pusat 
Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan (P2TP2) Kota Bandung, baru-baru ini. 



Mario Gagho
Political Science,
Agra University, India

---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Finance Tax Center - File online. File on time.

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke