** Milis Nasional Indonesia ppi-india **
Tentara anak perempuan dikecam
  
Anak-anak perempuan selama ini banyak yang menjadi tentara milisi 
pemerintah atau oposisi dalam lebih dari 50 negara dalam beberapa 
tahun terakhir, demikian menurut laporan terbaru sebuah organisasi 
pegiat hak asasi manusia di Kanada.
 
Seperempat dari seluruh pasukan pemberontak di Kolombia adalah anak-
anak perempuan 

Organisasi itu, Rights and Democracy, mengatakan banyak anak 
perempuan yang diikut sertakan dalam konflik bersenjata, diculik atau 
diharuskan ikut bertempur agar dapat tetap hidup.

Perkosaan terhadap mereka meluas.

Laporan tersebut, yang diberi judul 'Dimana Anak-Anak Perempuan' 
berfokus pada Uganda Utara, Sierra Leone dan Mozambik.

Menurut laporan tersebut, anak-anak perempuan berusia di bawah 18 
tahun, terlibat dalam konflik bersenjata dari Angola sampai Sri 
Lanka, Kolombia sampai Uganda.

Laporan itu mengatakan selain digunakan sebagai pengangkut barang, 
tukang masak dan dijadikan istri tidak resmi, banyak dari gadis-gadis 
itu yang juga dijadikan tentara di garis depan.

Di Sierra Leone gadis-gadis "istri" para komandan memiliki pengaruh 
yang cukup besar dalam lingkungan pemberontak, kadang-kadang 
merencanakan penggerebekan, penculikan dan melakukan misi pengintaian.

Di Uganda Utara, tentara oposisi Tentara Perlawanan Tuhan sebagian 
besar adalah anak-anak yang diculik, dan sepertiganya anak-anak 
perempuan.

Anak-anak yang menjadi bagian dalam pasukan pemberontak semacam itu 
tidak dibayar dan terkadang dikirim ke medan perang dengan tongkat 
atau tanpa amunisi.

Pejuang hamil

Gadis-gadis itu kadang-kadang diharuskan bertempur bahkan ketika 
mereka sedang hamil atau bila mereka memiliki anak-anak yang masih 
kecil.

  Penelitian kami menemukan bahwa sebagian besar dari mereka diperkosa

 
Diane Mazarana 

Diane Mazarana, salah satu penulis laporan itu, mengatakan anak-anak 
perempuan ini menjadi tulang punggung banyak pasukan pemberontak.

"Sebagian alasan mereka menggunakan gadis-gadis ini adalah karena 
tenaga mereka diperlukan," katanya.

"Dalam banyak hal kita dapat menganggap gadis-gadis ini sebagai budak 
perang. Mereka adalah pengang kutbarang, tukang masak dan juga 
pejuang di garis depan."

"Mereka pada dasarnya menjalankan kehidupan di kompleks tempat 
tinggal pemberontak dan bila pertempuran pecah, seringkali anak-anak 
laki-laki atau perempuan ini berada di garis depan," katanya kepada 
BBC.

Anak-anak perempuan tidak jarang menjadi korban kekerasan seksual.

Mazarana mengatakan dalam ketiga negara yang mereka pelajari, hampir 
semua gadis yang diculik diperkosa.

Penyakit

"Terutama berkaitan dengan anak perempuan, muncul masalah pelecehan 
seksual," katanya.

"Studi kami menemukan bahwa sebagian besar dari mereka mengalamai 
pelecehan seksual. Jadi masalah yang juga timbul adalah tingginya 
angka penyakit menular seksual, sekitar 30% anak perempuan di ketiga 
negara yang kami pelajari hamil setelah diculik oleh pasukan 
pemberontak dan sekarang mereka kembali sebagai ibu-ibu muda," 
katanya.

Laporan tersebut menemukan hanya sedikit anak-anak itu yang ikut 
dalam program perlucutan senjata atau demobilisasi.

Laporan itu mengatakan banyak dari mereka yang mengalami stigma 
karena mereka diperkosa atau melahirkan anak dan tidak mendapat 
bantuan untuk kembali ke masyarakat. 

Organisasi itu mengatakan yang sangat dibutuhkan oleh remaja-remaja 
ini ketika mereka kembali pulang adalah pendidikan dan pelatihan 
ketrampilan.



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke