** Milis Nasional Indonesia ppi-india ** WARNING: Vincentliong Effect Can Cause Psychoness. http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/ [EMAIL PROTECTED] adalah maillist musiman milik Vincentliong. Silahkan post tulisan anda dengan gaya anda sendiri. Nikmati perdebatannya!?
Ketika Terlalu Banyak Orang NOTE: Semua pembicaraan di dalam tulisan ini diterjemahkan dari situasi yang diusahakan sedekat mungkin dengan dialok sebenarnya yang menggunakan bahasa Inggris. Semua nama tokoh dalam tulisan ini telah dihilangkan untuk keamanan dan keselamatan jiwa/nyawa narasumber/tokoh� Tokoh: �>� Vincent Liong �^� Seorang anak perempuan anak staff kedutaan besar sebuah negara sosialis. Tinggal di dalam area kedutaan. �*� Seorang anak laki-laki anak kepala bagian Ekonomi sebuah kedutaan besar negara sosialis. Ia tinggal di apartemen mewah di luar kedutaan. �+� Kepala bagian Ekonomi sebuah kedutaan besar negara sosialis. �#� Seorang teman Vincent Liong, anak kedutaan sebuah Negara, tetangga Arab Saudi. Bagian Pertama; �Ada yang Lebih Dewasa� Hari itu; Jumat 5 Maret 2004 Jam 07.30 WIB Saya datang terlambat ke sekolah. Saat itu upacara pagi tengah berlangsung.Seharusnya saya tiba lebih awal sebelum jam 07.20 WIB. Saya menyapa sahabat sosialis saya yang sedang berdiri menunggu upacara selesai. > Selamat pagi. Apa kabar? * Saya baik-baik saja.. mmm� Saya hanya berpikir soal� Kemarin ayah saya bilang bahwa akan tiba dari negara kami, seorang anak laki-laki umur 20 tahun dan seorang lagi umur 15 tahun. Seorang guru menegur,�Jangan berbicara saat upacara.� Maka kami tanpa berkata-kata, berhenti berbicara; melanjutkannya di waktu istirahat. Jam 09.35 Bell tanda istirahat berbunyi. Saya menemui sahabat saya ini di kelasnya dan mengajaknya pergi ke kantin bersama-sama untuk makan. Setelah membeli makanan� > Bagaimana dengan yang tadi? * Seorang anak laki-laki berumur 20 tahun, dan seorang lagi berumur 15 tahun. Saya sendiri berumur 17 tahun. Datang beberapa orang anak laki-laki dan peremuan yang berasal dari Negara yang sama dengan saudara saya ini. Diawali dengan mengucapkan salam, Mereka mengajak saudara angkat saya berbicara dalam bahasa ibu mereka sendiri. Setelah beberapa waktu� > (Dengan nada kesal) Speak English please!!! * Mereka belum bisa bahasa inggris. Mereka baru datang dari negaranya beberapa bulan yang lalu. Jadi saya berbicara ke mereka dalam bahasa Negara kami� Mendengar tanpa mengerti apa yang mereka obrolkan, saya lebih memilih diam. Saya terpikir saat saya mengenal saudara angkat saya ini pertama kali. Saat itu hanya dia sendirian, tidak ada saudara senegara-nya. Mereka semua datang setengah tahun kemudian. Mungkin karena kesendirian itulah saudara angkat saya ini bisa berbahasa Inggris dan Indonesia dengan baik. Saya ingat Minggu terakhir di bulan Juli 2003. Hari dimana saya berkenalan dengan anak ini. Anak baru dari sebuah negara sosialis. > Perkenalkan, nama saya Vincentliong. * Nama saya [Menyebutkan namanya]. Bagi saya dia adalah seorang anak baru dari Negara yang belum saya kenal. Saya hanya tahu bahwa Negara itu adalah musuh dari Amerika; sebuah Negara sosialis, saya tidak tahu yang lain. Sama seperti saya, dia menganggap saya orang baru. Makhluk dari dunia lain yang masuk ke dalam ruang hidupnya. Yang dia dengar selama ini, dia baru masuk ke dunia kapitalis. Saya Vincentliong adalah seorang kapitalis, hanya itu saja. Sebenarnya tidak hanya anak ini yang menganggap saya orang baru. Saya baru bersekolah di sekolah itu kira-kira setengah tahun, jadi tidak hanya dia yang mengganggap dan dianggap saya sebagai saya sebagai anak baru. Orang lama pergi digantikan orang baru. Ketakukan kami; Bagaimana-kah saya sebagai individu dapat memilih orang baru yang cukup baik untuk dijadikan sahabat. Memang tidak untuk seumur hidup, hanya untuk sekian tenggang waktu hingga kami harus berpisah. Saya mengambil pilihan untuk merancang konstuksi konsep versi saya sendiri untuk menjawab pertanyaan itu. Di luar sekolah saya kadang-kadang tanpa ingin mengetahui latar belakangnya, mengajak orang yang baru saya kenal untuk main atau bahkan menginap di rumah saya. Dari situ saya akan tahu siapakah mereka sebenarnya. Lebih mudah menjalin persahabatan dengan orang yang kenal kebetulan, ketemu kebetulan. Tidak ada memori sejarah (baik maupun buruk) yang mempengaruhi sebuah perkenalan hingga menjadi persahabatan. Dalam perkenalan saya dengan anak ini saya memilih untuk menggunakan konsep yang tidak terlalu berbeda. Seperti sudah saya lakukan pada individu lain sebelumnya, saya mengajaknya untuk makan pagi bersama. Tepatnya; Saya mentraktirnya makan. Hari itu juga saya mengajaknya untuk makan bersama saya di kantin sekolah. Kebiasaan makan saya; Jam Istirahat pertama saya selalu sarapan pagi, makanan tradisional bersama anak-anak dari Negara Kapitalis yang bertetangga dan bermusuhan dengan Negara sahabat baru saya ini. Sedangkan Istirahat siang saya makan bersama dengan teman-teman saya dari Negara Arab dan Afrika. Di pagi hari berikutnya. Jam 09.40 pagi, kami bersama-sama telah berada di kantin. > Ini teman baru saya; Perkenalkan. * Nama saya [Menyebutkan namanya]. Lalu giliran teman-teman yang biasa sarapan pagi dengan saya ini memperkenalkan diri. * (Dengan terburu-buru) Saya mau membeli makanan dulu. Sebentar saya akan kembali. > (Segera sebelum teman baru-nya pergi, memberikan selembar mata uang) Hari ini hari saya. Saya yang traktir. Saya ingin tahu selera anda. Sementara sahabat baru saya si Sosialis pergi membeli makanan, seorang teman yang biasa sarapan pagi dengan saya menanyakan;�Dari Negara mana dia?� > Dari Negara tetangga-mu. Bertanya lagi;�Apakah ia mau makan semeja dengan kami?� > Saya akan mengajaknya bergabung. Menjawab jawaban saya;�Ajak dia bergabung. Makanan tradisional kami sama. Akan cocok dengan seleranya.� * (Memanggil dengan isyarat tangan.) > Saya permisi dulu, besok saya akan datang untuk makan pagi dengan kalian. Menjawab;�Silahkan. Sahabat baru-mu masih belum terbiasa, saya mengerti. Lama-lama ia akan terbiasa; Jika tidak dengan saya tentunya dengan orang lain sebangsa saya.� > (Mengangguk tanda setuju. Lalu berjalan menuju teman barunya.) > Kau tidak mau makan bersama mereka? * Mereka lebih tua daripada saya. > Saya juga lebih tua daripada kau. * Kau bukan saudara saya. Maksut saya sedarah, se-tanah-air. > Mereka dari negara tetangga-mu bukan negaramu. * Ya, Suatu hari negara kami akan bersatu. Semua gara-gara Amerika. > Saya bisa bicara sebelumnya kepada mereka supaya mereka menghormati mu seperti mereka menghormati saya. Atau saya katakan saja bahwa kau lebih tua daripada mereka. * Mereka akan tahu, tidak perlu. Aku lebih suka bersahabat pada yang lebih muda atau yang seumur dengan saya. Aku akan mencoba mencari sahabat. Kau bisa pergi menyapa mereka lalu kembali ke saya. Saya juga akan tetap menyapa mereka. > Jangan kahwatir, mereka mengerti saya. Persahabatan saya dengan anak baru ini membuat jatwal kehidupan saya berubah. Hanya sekali dalam semingggu saya menyempatkan untuk makan bersama dengan negara Kapitalis musuh dari negara sahabat baru saya ini. Beruntung, teman-teman mau memahami keinginan saya untuk mempelajari anak baru ini. Hal yang tentu tidak bisa mereka lakukan, tetapi saya bisa. Mengerti melalui pengalaman dan sudut pandang orang lain adalah hal yang diperlukan karena adanya perbedaan kesempatan. Dengan teman-teman makan siang saya yang berasal dari Arab dan Afrika jadwal makan bersama setiap Senin sampai Jumat tidak ada perubahan. Kami tetap makan sambil ngobrol bersama pada jam 11.40 � 12.30 WIB. Teman baru saya ini tidak selalu mau ikut makan bersama tetapi jauh lebih mudah dibanding dengan orang negara tetangganya yang dianggapnya kapitalis itu. Setiap hari hampir tidak ada perubahan. Saya sebagai seseorang yang memiliki hoby menulis merasa bosan, tetapi kebosanan itu jauh lebih menyenangkan, membuat hati saya lebih damai daripada banyaknya pengalaman berharga yang saat saya menuliskan tulisan ini terus berdatangan. Meski demikian tidak ada sebuah keteraturan yang mutlak. Proses selalu terjadi. Saya sendirilah yang turut serta membuat proses itu berjalan. Saya kira saya tidak perlu menyesal. Hari itu hanya selang beberapa bulan setelah saya menjadi teman Indonesia satu-satunya dari anak itu saya tidak sadar membuat proses itu berjalan. Kalau tidak salah bulan September 2003. Saya memaksa teman baru saya itu untuk menginap di rumah saya. Saya hanya memberinya dua buah pilihan. Yaitu: Dia menginap di rumah saya atau Saya yang menginap di rumahnya. Saya ingin mengetahui gerak-geriknya di luar sekolah. Saya kira suda menjadi sebuah kewajaran, Jika seseorang yang telah makan, duduk di kelas, menjadi sahabat satu-satunya untuk jangka waktu setidaknya satu bulan mengajak sahabatnya untuk menginap di rumah atau ia yang menginap di rumah sahabatnya. Yang saya tidak mengerti; ia cenderung seperti orang yang tertekan mencoba membela diri. * Kamu seorang Kapitalist. Saya seseorang Socialist. Tidak dapat tinggal serumah. > Saya kira semua orang sama saja. Hanya kebohongan tentang manusia yang ber-ideologi yang membuat orang harus menjadi musuh. Kamu boleh bilang bahwa saya kapitalis. Tetapi saya juga akan mengangguk bila kau mengatakan saya seorang Sosialis. Gampang khan?! Kau mau saya sebagai apa? Hanya masalah devinisi. * Kau tetap kapitalis. Akan menjadi masalah jika seorang kapitalis kedapatan tinggal di rumah seorang sosialis. Kadang-kadang orang dari kedutaan datang untuk menemui ayah saya. Kedutaan adalah mata-mata yang tidak rahasia. > Saya bisa bersembunyi. Saya bisa diam di kamarmu, di toilet, atau di mana kau bisa menyembunyikan saya. * Terlalu berbahaya buat saya. > Kalau begitu saya yang berbicara dengan ayahmu. * Akan sulit berbicara dengannya. > Tidak, saya kira saya bisa. Saya bisa membuatnya menjadi teman. * Tidak. > Biarkan saya mencoba. Jam berapa ayahmu ada di rumah? * Dia pulang malam. > Saya tidur malam. Saya telephone dia malam. Hari yang sama, sahabat saya berusaha menganggat semua panggilan telepone yang datang ke rumahnya. Ia tidak melewatkan satupun. Jam sepuluh malam hari, saya meneleponnya. > Bisa bicara dengan ayahnya [Menyebut nama sahabat baru saya]. * Saya [menyebut namanya sendiri]. Ayah saya sedang sibuk. > Saya kira, saya perlu mengganggunya. * Nanti ia memarahi saya. > Saya akan membuatnya memarahi saya bukan memarahimu. Kalau dia marah kau bisa mencaci maki tentang saya sebagai seorang pengganggu, toh ia tidak mengenal saya. * (Terdengar ia memanggil ayahnya) + Haloo, siapa berbicara? > Saya Vincentliong, teman dari anak anda. + Ya. > Saya sebagai seorang teman ingin menginap ke rumah temannya yaitu anak anda. Atau anak anda yang menginap di rumah saya. Saya lihat ia agak takut, katanya saya kapitalis. Maka dari itu saya mencoba untuk berbicara dengan anda, ingin meminjam anak anda. + Tidak menjadi masalah anda Kapitalis atau Sosialis seperti kami. Yang terpenting anda berpegang kuat pada pilihan anda. > Bagaimana saya dapat memanggil anda? Kalau boleh tahu, anda bergerak di bidang pekerjaan apa? + Saya di bagian Ekonomi. Bussiness. Tepatnya > Saya seorang siswa yang satu sekolah dengan anak anda. Di luar sekoalah saya ada majalah, maillinglist dengan nama saya, orang-orang yang menyukai dan membenci tulisan saya. Saya juga menjadi broker kadang-kadang, untuk bidang yang sama dengan anda. Anda belum menyebutkan nama anda. + Nama saya[menyebutkan namanya]. > Nama saya Vincentliong. Kita baru saja berkenalan. + Vincentliong, saya lebih tua daripada kamu. Anda perlu menghormati saya. > Tidak perlu. Saya bukan bagian dari anda, saya tidak lebih berkepentingan daripada anda atas saya. Dengan bersikap apa adanya saya telah bersikap lebih jujur daripada orang lain� Mr.[Menyebutkan namanya], saya ingin meminjam anak anda atau sayalah yang meminjamkan diri ke dalam kehidupan anda sebagai teman anak anda. Apa pilihan anda? + Kami agak sibuk minggu-minggu ini. Tetapi besok malam jam sepuluh, saya ada waktu. > Saya akan datang jam sepuluh. Besok pagi saya akan titipkan segala tentang saya, jadi anda tidak terkejut. Saya akan titipkan majalah saya, fotocopy kontrak saya dengan majalah, C.V. dan foto saya, tidak lupa print yahoogroups pribadi saya dari internet. Sebelum saya datang, pikirkanlah apa yang bisa saya bantu, tentu juga apa yang bisa menjadi kepentingan bagi saya. Sampai besok. + Sampai besok malam Mr.Vincentliong. > Terimakasih, anda sudah menganggap saya sederajat. Pagi keesokan harinya seperti sudah saya janjikan kepada ayahnya, saya memberikan sample majalah saya, fotocopy kontrak saya dengan majalah, C.V. dan foto saya, tidak lupa print yahoogroups pribadi saya dari internet. Semua saya masukkan di dalam amplop tertutup dengan nama pengirim dan penerima menggunakan stiker yang diprint dari ketikan di komputer. Sikap sahabat saya hari itu agak berbeda. Ia tidak terlalu banyak berbicara. Ada rasa takut untuk menggabungkan diri dalam urusan ayahnya. Tetapi setelah saya katakan isi amplopnya, ia kembali seperti semula. Malam harinya di apartemen sahabatku, aku menghubungi sang anak per telepon, meminta mereka datang ke lobby apartment. Di lobby apartment. + (Berjalan mendekat diikuti anaknya.) Selamat malam Mr.Vincentliong. > (Berdiri dari duduk) Anda.. Mr.[menyebut nama teman bicaranya]. Silahkan duduk. Kami semua duduk dari berdiri. Sahabat saya duduk di sofa dengan meja lain, sedangkan ayahnya duduk semeja dengan saya. + Saya sudah baca isi amplop anda. (Sambil mengeluarkan isi amplop saya dan meletakkannya di meja.) Saya akan mencoba berpikir untuk menjawab pertanyaan ada. > Pertama-tama, saya sahabat anak anda. Sama seperti anda mau meluangkan waktu untuk duduk bersama saya, saya duduk di kursi ini untuk kepentingan anak anda melalui saya. Dia tidak meinta saya, tetapi saya mencoba mendevinisikan apa yang perlu saya lakukan untuknya. Saya mengharapkan ia berada di meja yang sama karena kedatangan saya hari ini memiliki hubungan dengan-nya. Ayah sahabat saya memanggil anaknya untuk duduk di meja yang sama. > Terimakasih. Langsung saja; apa yang sekiranya bisa saya lakukan untuk anda Mr.[Menyebutkan nama teman bicaranya]? + Saat ini negara kami membutuhkan Karet, tetapi harga Karet sedang mahal. Beberapa waktu lalu ketika harga Karet sedang anjlok perusahaan dagang Jepang Sumitomo membong karet dari berbagai belahan dunia dengan membuat kontrak atas karet yang akan dipanen. Sehingga stok karet dunia sebagian besar telah dimonopolinya. Tipe yang kami butuhkan SIR 20(Standart Indonesian Rubber Tipe)(teknik proses tipe:20). Biasanya kami menggunakan SMR 20(Standart Malaysian Rubber). SMR dan SIR hanya masalah nama negara tempat kami membeli.. Giliran saya; apa yang bisa anda tawarkan Mr.Vincentliong? > Mungkin garment saya bisa. Ibu saya di perusahaan garment. + Masalah harga? Anda tahu garment harus bersaing dengan Cina. > Kalau begitu kita siasati dengan mengambil barang Stok Lot(Barang sisa export) yang tentu harganya bisa ditekan menjadi harga miring. + Tidak bisa CMT(Cut, Make & Trim)? > Apakah harga dapat bersaing? Kemungkian anda bisa mendapatkan bahan dengan kwalitas yang sama dengan harga lebih murah daripada anda mengirimnya dari negara anda. Saya coba carikan anda stok lot dulu sebagai awal. CMT Terlalu rumit saat perhitungan bahan dan hasil, saya tidak cukup berpengalaman. + Kalau begitu anda bisa carikan, siapkan, untuk pertemuan kita berikutnya. > Saya, hanya mencoba� (sambil tersenyum)� Saya menyertakan majalah di amplop yang saya berikan. Apakah ada sudah membacanya? + Saya kurang mengerti bahasanya. Anda menuliskan sesuatu tentang anak saya di sana. Saya lihat ada cerita tentang keseharian anda dengan sahabat-sahabat anda di sekolah. > Saya menuliskannya, tetapi jika ada yang sedikit berbahaya nama saya hapus... Soal negara anda Mr.[menyebut nama teman bicaranya]. Saya tidak pernah melihat iklan pariwisata, iklan tentang negara dengan propaganda arsitektur yang dilakukan negara lain. Saya ingin menawarkan anda untuk sesuatu yang bisa mempengaruhi hal ekonomi yang tentu bisa membawa keuntungan bagi kita. + Bisa kita bicarakan lebih lanjut, tetapi soal politik dan propaganda arsitektur tidak. > Saya tidak ada kepentinagn di politik dengan anda. Ekonomi menarik karena uang tidak membedakan bangsa dan aliran politik. Uang hanya tahu untung atau rugi, berkepentingan atau tidak. Ekonomi sebagai alasan pelarian untuk kebebasan yang lebih; menghasilkan kenetralan. Kami berbicara hingga larut malam sampai akhirnya dia kembali ke kamarnya dan saya pulang ke rumah. Keesokkan paginya Jam 09.40 kami sudah duduk di kantin. Sahabat saya memberikan sebuah pertanyaan yang cukup mengganggu saya. * Apakah saya bisa mempercayai anda? > Tidak baik menanyakan itu. Sebuah pertanyaan yang tidak dapat dijawab dengan kata-kata. Kecurigaan� Masa depan tidak dapat dijawab sebelum menjadi masa lalu. * Saya kira sampai hari ini saya dapat mempercayai anda, tetapi apakah saya dapat mempercayai orang yang akan anda hubungkan dengan saya? Bahwa saya tidak dibohongi� > Jika orang yang saya kenalkan menipu, bukan hanya anda yang ditipu. Saya yang lebih tertipu karena saya tidak hanya kehilangan kemungkinan keuntungan, tetapi juga kehilangan kepercayaan anda atas saya. Anda hanya kehilangan di satu sisi. * Saya akan kehilangan lebih banyak uang. > Saya beresiko kehilangan relasi saya, dan anda beresiko kehilangan uang. * Saya juga kehilangan relasi dengan anda. Anggap saja peluang kerugiannya sama untuk moment yang sama. Jumat 5 Maret 2004 Jam 09.50 Saya masih diam. Saya ingat saya sempat mengatakan; > (Dengan nada kesal) Speak English please!!! Saya menunggu mereka semua selesai makan dan kembali ke kelas mereka masing-masing sampai sahabat saya ini hanya berdua dengan saya. Duduk di kursi di kantin. * Sebelum mereka datang saya sendirian. > Saya menjadi teman anda yang sendirian. Seperti guru les privat.. (tersenyum) * Lalu mereka datang dan saya dikatakan menjadi saudara tua mereka. Saya tidak suka jika ada yang lebih tua. Dan yang lebih tua akan datang, saya tidak bisa mengelak. > Saya akan berusaha mengerti... Bel berbunyi dan kami kembali ke kelas. Kami datang terlambat di kelas Ekonomi. Gurunya adalah seorang bombay dengan rambut panjang tertutup sorban. Untung saja sang guru malas marah karena kami langganan terlambat. Kami duduk, membuka buku kosong dan mulai chatting. > Kira-kira satu sampai dua bulan yang lalu seorang sahabat dekat saya memusuhi saya setelah seseorang yang tidak menyukai tulisan saya berusaha memberikan propaganda etika yang menggunakan contoh keburukan-keburukan dengan nama saya. Berusaha menanamkan bahwa sahabat saya ini perlu memperbaiki Vincentliong supaya menjadi bagian dari aturan versinya. Bahkan latarbelakang ras saya yang sama dengan orang ini digunakan sebagai alasan untuk menyatakan bahwa saya sisi negatif dari sebuah ras. Dia mengatakan;�Vincentliong adalah segala keburukan dari orang Cina.� > Sebelum bertemu dengan orang itu, sahabat saya ini menceritakan kepada saya bahwa ia menemui seseorang yang ia kagumi yang sepengetahuan saya orang tersebut memusuhi saya. Ia mengatakan bahwa orang yang akan ia temui adalah pejuang rakyat yang memperjuangkan SKBRI(Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia) untuk rakyat kecil. Ia juga menceritakan pandangan orang yang dikaguminya bahwa Sikap disriminasi itu hanya terjadi pada kelas bawah. Kaum atas tidak memiliki sikap diskriminasi itu. > Kecurigaan saya sudah ada terutama soal berjuang di rakyat jelata saja tidak di rakyat kelas atas. Karena rakyat jelata lebih mudah kagum dan ikut-ikutan sedangkan kelas atas lebih sulit dikendalikan. Saya lihat ada unsur ingin memanfaatkan kaum yang merasa rendah diri, tetapi saat itu saya tidak ingin membunuh kesenangan sahabat saya. > Sehari sebelum ia marah-marah yang berubah memusuhi segala yang berhubungan dengan saya termasuk sahabat-sahabat saya. Ia meminta izin saya untuk chatting dengan Yahoo Messanger menggunakan nama saya. Saya mengizinkan, saya hanya menonton menemani. Rupanya indokterinasi nya sudah dalam. Ia berusaha mengatakan bahwa sebagai Vincentliong adalah orang dengan semua keburukan tingkah laku yang digambarkannya ketika menggunakan ID Vincentliong. Saya sedih tetapi saya diam. Malam di hari yang sama kami sempat jalan-jalan ke QB Bookstore ada peluncuran buku. Dia terus memperhatikan saya hanya saya pura-pura tidak tahu. Ia menanyakan ke saya;�Vincentliong kok bisa beretika yach?� Pertanyaan yang menyakitkan tetapi saya tidak menjawab. Di akhir peluncuran buku saya pergi ke tempat parkir mencari sopir saya, lalu kembali ke dalam ruangan. Di ruangan tersebut banyak wartawan menerima amplop. Lalu sahabat saya ini datang ke saya dan mengatakan;�Kau terima amplop ya? Jangan terima amplop.� Saya jawab;�Saya baru dari tempat parkir. Saya akan masuk ke ruangan selama sopir saya belum kembali. Saya tidak terima amplop karena hanya uang kecil. Kalau mau terima sekalian saja yang besar!� > Besoknya ia datang ke rumah saya, numpang tidur 15 menit. Lalu marah-marah pergi dan setelah itu berusaha membuat nama saya jelek di orang yang ia kenal. Saya masih sempat mengenalkannya dengan beberapa teman saya dari Majalah Berita Indonesia di Hongkong. Dan ia gunakan kesempatan itu untuk propaganda tentang;� Vincentliong adalah segala keburukan dari orang Cina.� Teman saya bersikap netral. Setelah itu ia tidak pernah menghubungi saya lagi, juga teman saya yang telah menjadi temannya. Kalau mereka menelepon pun tidak diangkat.. Saya hanya ingat ia dulu editor saya. Saya bodoh karena tidak serius dalam mencari orang yang cukup kuat untuk menjadi editor saya. * Kau masih beruntung karena temanmu melakukannya karena dorongan niat baik yang salah persepsi. Dulu, orang mengatakan saya gendut. Saya dianggap lemah. Saya dijauhi. Lalu saya berusaha olahraga supaya saya kuat, sehingga tidak diejek lagi. Kau juga terlalu kurus, perlu berolahraga. Ingat, keadaan dapat lebih buruk� > [Menyebut nama lawan bicaranya], pengalaman itu membuat saya ingin mengulang pertanyaan anda ketika kita baru berkenalan. Saat itu anda menanyakan;�Apakah saya bisa mempercayai anda?� Entahlah, saya teringat itu lagi. * Kadang-kadang kau ingin meminta maaf pada situasi yang jelek, kau memberikan pertanyaan yang bodoh, gila. Vincentliong, masalah terbesar mu adalah kau terlalu mempercayai semua orang. Semua kau berusaha untuk tahu. Jangan terlalu baik, dan jangan tenggelam dalam persahabatan. Kau adalah pemilik dirimu sendiri. Jangan mempercayai walau itu pundak dan punggung-mu. > Saya mencoba belajar darimu soal; Saya mencoba memiliki hanya sedikit sahabat. Banyak saudara tetapi tanpa kedekatan. Pada banyak saudara tanpa kedekatan itu saya membuat suatu kualitas persahabatan yang memiliki satu standart. Saudara saya maksut orang se-negara, se-agama dan se-ras. Saya juga usahakan supaya perasaan saudara-saudara saya tersebut bukan merasa sahabat saya, tetapi juga bukan merasa musuh saya. Sehingga mereka tidak berpikir bahwa mereka telah tahu dan mengerti saya. > Menjaga keberadaan diri kita sebagai sebuah institusi yang berbeda dari orang lain. Semua pembicaraan memang akan menjadi terlalu dangkal atau terlalu dalam sehingga tidak ada pembicaraan yang sifatnya tengah-tengah yang mudah dimanfaatkan orang lain untuk menjatuhkan. Keingintahuan, perasaan belum mengerti satu sama lain yang tetap ada membuat orang tidak menjadi musuh. > [Menyebut nama teman bicaranya] saya mengambil les privat pelajaran ekonomi dengan Mrs.[Nama si guru yang dibicarakan] seorang guru wanita WNI yang mengajar pelajaran ESL(English for Second Language)?... * Saya tidak perduli� dan semua problem terberat yang kau punya, kau terlalu lemah untuk untuk mempertahankan dirimu. Kamu harus kuat! Kuat! Kuat dalam menghadapi semua yang datang! > Dia sama sepertimu. Di depan banyak orang ia berusaha tampak tidak bersahabat dengan saya. Tetapi di luar itu ia sahabat saya. Saya memiliki kepentingan atas dia karena ia dapat berbahasa indonesia dan berbahasa inggris, sehingga bisa membantu saya menerjemahkan devinisi-devinisi dalam pelajaran ekonomi. Juga saya tahu bahwa guru bombay bernafsu tinggi untuk mendekati perempuan. Saya menggunakan point-point itu sebagai strategi saya untuk mendapatkan informasi soal bahan test dan guru itu tahu karena kami sudah membicarakannya sebelumnya. * Ini sangatlah tidak penting� Tetapi, ada saatnya kita perlu mengerti ketololan. Aku ingin mencoba bergabung dengan ketololan itu. Bisa kau bantu supaya saya bisa ikut les? Bersama kau yang tolol! > Tolol sangatlah dekat dengan jenius. Sedikit input pada ketololan membuat output yang telah memindahkannya ke ruang ke-jenius-an. Kau sudah tahu jawabanku?! Vincent Liong 27 Maret 2004 Costumer Service Representative: Vincentliong M:+62-811919765 Ph&Fax:+6221-5482193, 5348567 YahooID:Vincentliong sponsored by :::> SINERGI INDONESIA Untuk Seluruh Komponen Anak Bangsa Jl.Seha II NO.32 Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12220 Tlp/Fax:+6221-72788170 Email Redaksi: [EMAIL PROTECTED] (Rp.10.000,-, Terbit tiap bulan, 60 Halaman Color) Tema baru: ARSITEKTUR ALA METROPOLITAN Mau Ala Carte atau Buffet? Terserah Anda! oleh: Artere Laksamana Kayszer (baca di SINERGI bulan Maret 2004) Find local movie times and trailers on Yahoo! Movies. http://au.movies.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~--> Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada. http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511 http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM ---------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

