** Milis Nasional Indonesia ppi-india **
WARNING: Vincentliong Effect Can Cause Psychoness.
http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/ 
[EMAIL PROTECTED]  adalah maillist musiman
milik Vincentliong. Silahkan post tulisan anda dengan
gaya anda sendiri. Nikmati perdebatannya!?



Ketika Terlalu Banyak Orang

NOTE: Semua pembicaraan di dalam tulisan ini
diterjemahkan dari situasi yang diusahakan sedekat
mungkin dengan dialok sebenarnya yang menggunakan
bahasa Inggris. Semua nama tokoh dalam tulisan ini
telah dihilangkan untuk keamanan dan keselamatan
jiwa/nyawa narasumber/tokoh�

Tokoh:
�>� Vincent Liong
�^� Seorang anak perempuan anak staff kedutaan besar
sebuah negara sosialis. Tinggal di dalam area
kedutaan.
�*� Seorang anak laki-laki anak kepala bagian Ekonomi
sebuah kedutaan besar negara sosialis. Ia tinggal di
apartemen mewah di luar kedutaan.
�+� Kepala bagian Ekonomi sebuah kedutaan besar negara
sosialis.
�#� Seorang teman Vincent Liong, anak kedutaan sebuah
Negara, tetangga Arab Saudi.



Bagian Pertama; �Ada yang Lebih Dewasa�


Hari itu; Jumat 5 Maret 2004  Jam 07.30 WIB
Saya datang terlambat ke sekolah. Saat itu upacara
pagi tengah berlangsung.Seharusnya saya tiba lebih
awal sebelum jam 07.20 WIB. Saya menyapa sahabat
sosialis saya yang sedang berdiri menunggu upacara
selesai.
> Selamat pagi. Apa kabar?
* Saya baik-baik saja.. mmm� Saya hanya berpikir soal�
Kemarin ayah saya bilang bahwa akan tiba dari negara
kami, seorang anak laki-laki umur 20 tahun dan seorang
lagi umur 15 tahun.
Seorang guru menegur,�Jangan berbicara saat upacara.�
Maka kami tanpa berkata-kata, berhenti berbicara;
melanjutkannya di waktu istirahat.

Jam 09.35 Bell tanda istirahat berbunyi.
Saya menemui sahabat saya ini di kelasnya dan
mengajaknya pergi ke kantin bersama-sama untuk makan.
Setelah membeli makanan�
> Bagaimana dengan yang tadi?
* Seorang anak laki-laki berumur 20 tahun, dan seorang
lagi berumur 15 tahun. Saya sendiri berumur 17 tahun.
Datang beberapa orang anak laki-laki dan peremuan yang
berasal dari Negara yang sama dengan saudara saya ini.
Diawali dengan mengucapkan salam, Mereka mengajak
saudara angkat saya berbicara dalam bahasa ibu mereka
sendiri. Setelah beberapa waktu�
> (Dengan nada kesal) Speak English please!!!
* Mereka belum bisa bahasa inggris. Mereka baru datang
dari negaranya beberapa bulan yang lalu. Jadi saya
berbicara ke mereka dalam bahasa Negara kami�

Mendengar tanpa mengerti apa yang mereka obrolkan,
saya lebih memilih diam. Saya terpikir saat saya
mengenal saudara angkat saya ini pertama kali. Saat
itu hanya dia sendirian, tidak ada saudara
senegara-nya. Mereka semua datang setengah tahun
kemudian. Mungkin karena kesendirian itulah saudara
angkat saya ini bisa berbahasa Inggris dan Indonesia
dengan baik.     

Saya ingat Minggu terakhir di bulan Juli 2003. Hari
dimana saya berkenalan dengan anak ini. Anak baru dari
sebuah negara sosialis.
> Perkenalkan, nama saya Vincentliong.
* Nama saya [Menyebutkan namanya].

Bagi saya dia adalah seorang anak baru dari Negara
yang belum saya kenal. Saya hanya tahu bahwa Negara
itu adalah musuh dari Amerika; sebuah Negara sosialis,
saya tidak tahu yang lain. Sama seperti saya, dia
menganggap saya orang baru. Makhluk dari dunia lain
yang masuk ke dalam ruang hidupnya. Yang dia dengar
selama ini, dia baru masuk ke dunia kapitalis. Saya
Vincentliong adalah seorang kapitalis, hanya itu saja.

Sebenarnya tidak hanya anak ini yang menganggap saya
orang baru. Saya baru bersekolah di sekolah itu
kira-kira setengah tahun, jadi tidak hanya dia yang
mengganggap dan dianggap saya sebagai saya sebagai
anak baru. Orang lama pergi digantikan orang baru. 
Ketakukan kami; Bagaimana-kah saya sebagai individu
dapat memilih orang baru yang cukup baik untuk
dijadikan sahabat. Memang tidak untuk seumur hidup,
hanya untuk sekian tenggang waktu hingga kami harus
berpisah.
Saya mengambil pilihan untuk merancang konstuksi
konsep versi saya sendiri untuk menjawab pertanyaan
itu. Di luar sekolah saya kadang-kadang tanpa ingin
mengetahui latar belakangnya, mengajak orang yang baru
saya kenal untuk main atau bahkan menginap di rumah
saya. Dari situ saya akan tahu siapakah mereka
sebenarnya. Lebih mudah menjalin persahabatan dengan
orang yang kenal kebetulan, ketemu kebetulan. Tidak
ada memori sejarah (baik maupun buruk) yang
mempengaruhi sebuah perkenalan hingga menjadi
persahabatan.
 
Dalam perkenalan saya dengan anak ini saya memilih
untuk menggunakan konsep yang tidak terlalu berbeda.
Seperti sudah saya lakukan pada individu lain
sebelumnya, saya mengajaknya untuk makan pagi bersama.
Tepatnya; Saya mentraktirnya makan. 
Hari itu juga saya mengajaknya untuk makan bersama
saya di kantin sekolah. Kebiasaan makan saya; Jam
Istirahat pertama saya selalu sarapan pagi, makanan
tradisional bersama anak-anak dari Negara Kapitalis
yang bertetangga dan bermusuhan dengan Negara sahabat
baru saya ini. Sedangkan Istirahat siang saya makan
bersama dengan teman-teman saya dari Negara Arab dan
Afrika.

Di pagi hari berikutnya. Jam 09.40 pagi, kami
bersama-sama telah berada di kantin.
> Ini teman baru saya; Perkenalkan.
* Nama saya [Menyebutkan namanya].
Lalu giliran teman-teman yang biasa sarapan pagi
dengan saya ini memperkenalkan diri.
* (Dengan terburu-buru) Saya mau membeli makanan dulu.
Sebentar saya akan kembali.
> (Segera sebelum teman baru-nya pergi, memberikan
selembar mata uang) Hari ini hari saya. Saya yang
traktir. Saya ingin tahu selera anda.

Sementara sahabat baru saya si Sosialis pergi membeli
makanan, seorang teman yang biasa sarapan pagi dengan
saya menanyakan;�Dari Negara mana dia?�
> Dari Negara tetangga-mu. 
Bertanya lagi;�Apakah ia mau makan semeja dengan
kami?�
> Saya akan mengajaknya bergabung.
Menjawab jawaban saya;�Ajak dia bergabung. Makanan
tradisional kami sama. Akan cocok dengan seleranya.�
* (Memanggil dengan isyarat tangan.)
> Saya permisi dulu, besok saya akan datang untuk
makan pagi dengan kalian. 
Menjawab;�Silahkan. Sahabat baru-mu masih belum
terbiasa, saya mengerti. Lama-lama ia akan terbiasa;
Jika tidak dengan saya tentunya dengan orang lain
sebangsa saya.� 
> (Mengangguk tanda setuju. Lalu berjalan menuju teman
barunya.) 

> Kau tidak mau makan bersama mereka?
* Mereka lebih tua daripada saya.
> Saya juga lebih tua daripada kau. 
* Kau bukan saudara saya. Maksut saya sedarah,
se-tanah-air.
> Mereka dari negara tetangga-mu bukan negaramu. 
* Ya, Suatu hari negara kami akan bersatu. Semua
gara-gara Amerika. 
> Saya bisa bicara sebelumnya kepada mereka supaya
mereka menghormati mu seperti mereka menghormati saya.
Atau saya katakan saja bahwa kau lebih tua daripada
mereka.
* Mereka akan tahu, tidak perlu. Aku lebih suka
bersahabat pada yang lebih muda atau yang seumur
dengan saya. Aku akan mencoba mencari sahabat. Kau
bisa pergi menyapa mereka lalu kembali ke saya. Saya
juga akan tetap menyapa mereka.
> Jangan kahwatir, mereka mengerti saya.

Persahabatan saya dengan anak baru ini membuat jatwal
kehidupan saya berubah. Hanya sekali dalam semingggu
saya menyempatkan untuk makan bersama dengan negara
Kapitalis musuh dari negara sahabat baru saya ini.
Beruntung, teman-teman mau memahami keinginan saya
untuk mempelajari anak baru ini. Hal yang tentu tidak
bisa mereka lakukan, tetapi saya bisa. Mengerti
melalui pengalaman dan sudut pandang orang lain adalah
hal yang diperlukan karena adanya perbedaan
kesempatan. 

Dengan teman-teman makan siang saya yang berasal dari
Arab dan Afrika jadwal makan bersama setiap Senin
sampai Jumat tidak ada perubahan. Kami tetap makan
sambil ngobrol bersama pada jam 11.40 � 12.30 WIB.
Teman baru saya ini tidak selalu mau ikut makan
bersama tetapi jauh lebih mudah dibanding dengan orang
negara tetangganya yang  dianggapnya kapitalis itu. 

Setiap hari hampir tidak ada perubahan. Saya sebagai
seseorang yang memiliki hoby menulis merasa bosan,
tetapi kebosanan itu jauh lebih menyenangkan, membuat
hati saya lebih damai daripada banyaknya pengalaman
berharga yang saat saya menuliskan tulisan ini terus
berdatangan. 

Meski demikian tidak ada sebuah keteraturan yang
mutlak. Proses selalu terjadi. Saya sendirilah yang
turut serta membuat proses itu berjalan. Saya kira
saya tidak perlu menyesal. Hari itu hanya selang
beberapa bulan setelah saya menjadi teman Indonesia
satu-satunya dari anak itu saya tidak sadar membuat
proses itu berjalan.  Kalau tidak salah bulan
September 2003. Saya memaksa teman baru saya itu untuk
menginap di rumah saya. Saya hanya memberinya dua buah
pilihan. Yaitu: Dia menginap di rumah saya atau Saya
yang menginap di rumahnya. Saya ingin mengetahui
gerak-geriknya di luar sekolah. Saya kira suda menjadi
sebuah kewajaran, Jika seseorang yang telah makan,
duduk di kelas, menjadi sahabat satu-satunya untuk
jangka waktu setidaknya satu bulan mengajak sahabatnya
untuk menginap di rumah atau ia yang menginap di rumah
sahabatnya. Yang saya tidak mengerti; ia cenderung
seperti orang yang tertekan mencoba membela diri. 

* Kamu seorang Kapitalist. Saya seseorang Socialist.
Tidak dapat tinggal serumah.
> Saya kira semua orang sama saja. Hanya kebohongan
tentang manusia yang ber-ideologi yang membuat orang
harus menjadi musuh. Kamu boleh bilang bahwa saya
kapitalis. Tetapi saya juga akan mengangguk bila kau
mengatakan saya seorang Sosialis. Gampang khan?! Kau
mau saya sebagai apa? Hanya masalah devinisi.
* Kau tetap kapitalis. Akan menjadi masalah jika
seorang kapitalis kedapatan tinggal di rumah seorang
sosialis. Kadang-kadang orang dari kedutaan datang
untuk menemui ayah saya. Kedutaan adalah mata-mata
yang tidak rahasia. 
> Saya bisa bersembunyi. Saya bisa diam di kamarmu, di
toilet, atau di mana kau bisa menyembunyikan saya.  
* Terlalu berbahaya buat saya.
> Kalau begitu saya yang berbicara dengan ayahmu. 
* Akan sulit berbicara dengannya. 
> Tidak, saya kira saya bisa. Saya bisa membuatnya
menjadi teman.
* Tidak.
> Biarkan saya mencoba. Jam berapa ayahmu ada di
rumah?
* Dia pulang malam. 
> Saya tidur malam. Saya telephone dia malam.

Hari yang sama, sahabat saya berusaha menganggat semua
panggilan telepone yang datang ke rumahnya. Ia tidak
melewatkan satupun. Jam sepuluh malam hari, saya
meneleponnya.  
> Bisa bicara dengan ayahnya [Menyebut nama sahabat
baru saya].
* Saya [menyebut namanya sendiri]. Ayah saya sedang
sibuk. 
> Saya kira, saya perlu mengganggunya. 
* Nanti ia memarahi saya. 
> Saya akan membuatnya memarahi saya bukan memarahimu.
Kalau dia marah kau bisa mencaci maki tentang saya
sebagai seorang pengganggu, toh ia tidak mengenal
saya. 
* (Terdengar ia memanggil ayahnya)
+ Haloo, siapa berbicara?
> Saya Vincentliong, teman dari anak anda. 
+ Ya.
> Saya sebagai seorang teman ingin menginap ke rumah
temannya yaitu anak anda. Atau anak anda yang menginap
di rumah saya. Saya lihat ia agak takut, katanya saya
kapitalis. Maka dari itu saya mencoba untuk berbicara
dengan anda, ingin meminjam anak anda. 
+ Tidak menjadi masalah anda Kapitalis atau Sosialis
seperti kami. Yang terpenting anda berpegang kuat pada
pilihan anda. 
> Bagaimana saya dapat memanggil anda? Kalau boleh
tahu, anda bergerak di bidang pekerjaan apa?
+ Saya di bagian Ekonomi. Bussiness. Tepatnya   
> Saya seorang siswa yang satu sekolah dengan anak
anda. Di luar sekoalah saya ada majalah, maillinglist
dengan nama saya, orang-orang yang menyukai dan
membenci tulisan saya. Saya juga menjadi broker
kadang-kadang, untuk bidang yang sama dengan anda.
Anda belum menyebutkan nama anda. 
+ Nama saya[menyebutkan namanya].
> Nama saya Vincentliong. Kita baru saja berkenalan.
+ Vincentliong, saya lebih tua daripada kamu. Anda
perlu menghormati saya. 
> Tidak perlu. Saya bukan bagian dari anda, saya tidak
lebih berkepentingan daripada anda atas saya. Dengan
bersikap apa adanya saya telah bersikap lebih jujur
daripada orang lain� Mr.[Menyebutkan namanya], saya
ingin meminjam anak anda atau sayalah yang meminjamkan
diri ke dalam kehidupan anda sebagai teman anak anda.
Apa pilihan anda?
+ Kami agak sibuk minggu-minggu ini. Tetapi besok
malam jam sepuluh, saya ada waktu. 
> Saya akan datang jam sepuluh. Besok pagi saya akan
titipkan segala tentang saya, jadi anda tidak
terkejut. Saya akan titipkan majalah saya, fotocopy
kontrak saya dengan majalah, C.V. dan foto saya, tidak
lupa print yahoogroups pribadi saya dari internet.
Sebelum saya datang, pikirkanlah apa yang bisa saya
bantu, tentu juga apa yang bisa menjadi kepentingan
bagi saya. Sampai besok.
+ Sampai besok malam Mr.Vincentliong.
> Terimakasih, anda sudah menganggap saya sederajat.

Pagi keesokan harinya seperti sudah saya janjikan
kepada ayahnya, saya memberikan sample majalah saya,
fotocopy kontrak saya dengan majalah, C.V. dan foto
saya, tidak lupa print yahoogroups pribadi saya dari
internet. Semua saya masukkan di dalam amplop tertutup
dengan nama pengirim dan penerima menggunakan stiker
yang diprint dari ketikan di komputer. Sikap sahabat
saya hari itu agak berbeda. Ia tidak terlalu banyak
berbicara. Ada rasa takut untuk menggabungkan diri
dalam urusan ayahnya. Tetapi setelah saya katakan isi
amplopnya, ia kembali seperti semula.

Malam harinya di apartemen sahabatku, aku menghubungi
sang anak per telepon, meminta mereka datang ke lobby
apartment.  Di lobby apartment.
+ (Berjalan mendekat diikuti anaknya.) Selamat malam
Mr.Vincentliong.
> (Berdiri dari duduk) Anda.. Mr.[menyebut nama teman
bicaranya]. Silahkan duduk.
Kami semua duduk dari berdiri. Sahabat saya duduk di
sofa dengan meja lain, sedangkan ayahnya duduk semeja
dengan saya.
+ Saya sudah baca isi amplop anda. (Sambil
mengeluarkan isi amplop saya dan meletakkannya di
meja.) Saya akan mencoba berpikir untuk menjawab
pertanyaan ada. 
> Pertama-tama, saya sahabat anak anda. Sama seperti
anda mau meluangkan waktu untuk duduk bersama saya,
saya duduk di kursi ini untuk kepentingan anak anda
melalui saya. Dia tidak meinta saya, tetapi saya
mencoba mendevinisikan apa yang perlu saya lakukan
untuknya. Saya mengharapkan ia berada di meja yang
sama karena kedatangan saya hari ini memiliki hubungan
dengan-nya.
Ayah sahabat saya memanggil anaknya untuk duduk di
meja yang sama. 
> Terimakasih. Langsung saja; apa yang sekiranya bisa
saya lakukan untuk anda Mr.[Menyebutkan nama teman
bicaranya]?
+ Saat ini negara kami membutuhkan Karet, tetapi harga
Karet sedang mahal. Beberapa waktu lalu ketika harga
Karet sedang anjlok perusahaan dagang Jepang Sumitomo
membong karet dari berbagai belahan dunia dengan
membuat kontrak atas karet yang akan dipanen. Sehingga
stok karet dunia sebagian besar telah dimonopolinya.
Tipe yang kami butuhkan SIR 20(Standart Indonesian
Rubber Tipe)(teknik proses tipe:20). Biasanya kami
menggunakan SMR 20(Standart Malaysian Rubber). SMR dan
SIR hanya masalah nama negara tempat kami membeli..
Giliran saya; apa yang bisa anda tawarkan
Mr.Vincentliong?
> Mungkin garment saya bisa. Ibu saya di perusahaan
garment. 
+ Masalah harga? Anda tahu garment harus bersaing
dengan Cina.
> Kalau begitu kita siasati dengan mengambil barang
Stok Lot(Barang sisa export) yang tentu harganya bisa
ditekan menjadi harga miring.
+ Tidak bisa CMT(Cut, Make & Trim)?
> Apakah harga dapat bersaing? Kemungkian anda bisa
mendapatkan bahan dengan kwalitas yang sama dengan
harga lebih murah daripada anda mengirimnya dari
negara anda. Saya coba carikan anda stok lot dulu
sebagai awal. CMT Terlalu rumit saat perhitungan bahan
dan hasil, saya tidak cukup berpengalaman.
+ Kalau begitu anda bisa carikan, siapkan, untuk
pertemuan kita berikutnya.
> Saya, hanya mencoba� (sambil tersenyum)�  Saya
menyertakan majalah di amplop yang saya berikan.
Apakah ada sudah membacanya? 
+ Saya kurang mengerti bahasanya. Anda menuliskan
sesuatu tentang anak saya di sana. Saya lihat ada
cerita tentang keseharian anda dengan sahabat-sahabat
anda di sekolah.
> Saya menuliskannya, tetapi jika ada yang sedikit
berbahaya nama saya hapus... Soal negara anda
Mr.[menyebut nama teman bicaranya]. Saya tidak pernah
melihat iklan pariwisata, iklan tentang negara dengan
propaganda arsitektur yang dilakukan negara lain. Saya
ingin menawarkan anda untuk sesuatu yang bisa
mempengaruhi hal ekonomi yang tentu bisa membawa
keuntungan bagi kita. 
+ Bisa kita bicarakan lebih lanjut, tetapi soal
politik dan propaganda arsitektur tidak. 
> Saya tidak ada kepentinagn di politik dengan anda.
Ekonomi menarik karena uang tidak membedakan bangsa
dan aliran politik. Uang hanya tahu untung atau rugi,
berkepentingan atau tidak. Ekonomi sebagai alasan
pelarian untuk kebebasan yang lebih; menghasilkan
kenetralan. 

Kami berbicara hingga larut malam sampai akhirnya dia
kembali ke kamarnya dan saya pulang ke rumah. 

Keesokkan paginya Jam 09.40 kami sudah duduk di
kantin. Sahabat saya memberikan sebuah pertanyaan yang
cukup mengganggu saya.
* Apakah saya bisa mempercayai anda?
> Tidak baik menanyakan itu. Sebuah pertanyaan yang
tidak dapat dijawab dengan kata-kata. Kecurigaan� Masa
depan tidak dapat dijawab sebelum menjadi masa lalu.
* Saya kira sampai hari ini saya dapat mempercayai
anda, tetapi apakah saya dapat mempercayai orang yang
akan anda hubungkan dengan saya? Bahwa saya tidak
dibohongi�
> Jika orang yang saya kenalkan menipu, bukan hanya
anda yang ditipu. Saya yang lebih tertipu karena saya
tidak hanya kehilangan kemungkinan keuntungan, tetapi
juga kehilangan kepercayaan anda atas saya. Anda hanya
kehilangan di satu sisi.
* Saya akan kehilangan lebih banyak uang. 
> Saya beresiko kehilangan relasi saya, dan anda
beresiko kehilangan uang. 
* Saya juga kehilangan relasi dengan anda. Anggap saja
peluang kerugiannya sama untuk moment yang sama. 

Jumat 5 Maret 2004 Jam 09.50 Saya masih diam. Saya
ingat saya sempat mengatakan;
> (Dengan nada kesal) Speak English please!!!
Saya menunggu mereka semua selesai makan dan kembali
ke kelas mereka masing-masing sampai sahabat saya ini
hanya berdua dengan saya. Duduk di kursi di kantin.
* Sebelum mereka datang saya sendirian.
> Saya menjadi teman anda yang sendirian. Seperti guru
les privat.. (tersenyum)
* Lalu mereka datang dan saya dikatakan menjadi
saudara tua mereka. Saya tidak suka jika ada yang
lebih tua. Dan yang lebih tua akan datang, saya tidak
bisa mengelak. 
> Saya akan berusaha mengerti...
Bel berbunyi dan kami kembali ke kelas.

Kami datang terlambat di kelas Ekonomi. Gurunya adalah
seorang bombay dengan rambut panjang tertutup sorban.
Untung saja sang guru malas marah karena kami
langganan terlambat. Kami duduk, membuka buku kosong
dan mulai chatting.
> Kira-kira satu sampai dua bulan yang lalu seorang
sahabat dekat saya memusuhi saya setelah seseorang
yang tidak menyukai tulisan saya berusaha memberikan
propaganda etika yang menggunakan contoh
keburukan-keburukan dengan nama saya. Berusaha
menanamkan bahwa sahabat saya ini perlu memperbaiki
Vincentliong supaya menjadi bagian dari aturan
versinya. Bahkan latarbelakang ras saya yang sama
dengan orang ini digunakan sebagai alasan untuk
menyatakan bahwa saya sisi negatif dari sebuah ras.
Dia mengatakan;�Vincentliong adalah segala keburukan
dari orang Cina.� 
> Sebelum bertemu dengan orang itu, sahabat saya ini
menceritakan kepada saya bahwa ia menemui seseorang
yang ia kagumi yang sepengetahuan saya orang tersebut
memusuhi saya. Ia mengatakan bahwa orang yang akan ia
temui adalah pejuang rakyat yang memperjuangkan
SKBRI(Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia)
untuk rakyat kecil. Ia juga menceritakan pandangan
orang yang dikaguminya bahwa Sikap disriminasi itu
hanya terjadi pada kelas bawah. Kaum atas tidak
memiliki sikap diskriminasi itu. 
> Kecurigaan saya sudah ada terutama soal berjuang di
rakyat jelata saja tidak di rakyat kelas atas. Karena
rakyat jelata lebih mudah kagum dan ikut-ikutan
sedangkan kelas atas lebih sulit dikendalikan. Saya
lihat ada unsur ingin memanfaatkan kaum yang merasa
rendah diri, tetapi saat itu saya tidak ingin membunuh
kesenangan sahabat saya.
> Sehari sebelum ia marah-marah yang berubah memusuhi
segala yang berhubungan dengan saya termasuk
sahabat-sahabat saya. Ia meminta izin saya untuk
chatting dengan Yahoo Messanger menggunakan nama saya.
Saya mengizinkan, saya hanya menonton menemani.
Rupanya indokterinasi nya sudah dalam. Ia berusaha
mengatakan bahwa sebagai Vincentliong adalah orang
dengan semua keburukan tingkah laku yang
digambarkannya ketika menggunakan ID Vincentliong.
Saya sedih tetapi saya diam. Malam di hari yang sama
kami sempat jalan-jalan ke QB Bookstore ada peluncuran
buku. Dia terus memperhatikan saya hanya saya
pura-pura tidak tahu. Ia menanyakan ke
saya;�Vincentliong kok bisa beretika yach?� Pertanyaan
yang menyakitkan tetapi saya tidak menjawab. Di akhir
peluncuran buku saya pergi ke tempat parkir mencari
sopir saya, lalu kembali ke dalam ruangan. Di ruangan
tersebut banyak wartawan menerima amplop. Lalu sahabat
saya ini datang ke saya dan mengatakan;�Kau terima
amplop ya? Jangan terima amplop.� Saya jawab;�Saya
baru dari tempat parkir. Saya akan masuk ke ruangan
selama sopir saya belum kembali. Saya tidak terima
amplop karena hanya uang kecil. Kalau mau terima
sekalian saja yang besar!�   
> Besoknya ia datang ke rumah saya, numpang tidur 15
menit. Lalu marah-marah pergi dan setelah itu berusaha
membuat nama saya jelek di orang yang ia kenal. Saya
masih sempat mengenalkannya dengan beberapa teman saya
dari Majalah Berita Indonesia di Hongkong. Dan ia
gunakan kesempatan itu untuk propaganda tentang;�
Vincentliong adalah segala keburukan dari orang Cina.�
Teman saya bersikap netral. Setelah itu ia tidak
pernah menghubungi saya lagi, juga teman saya yang
telah menjadi temannya. Kalau mereka menelepon pun
tidak diangkat.. Saya hanya ingat ia dulu editor saya.
Saya bodoh karena tidak serius dalam mencari orang
yang cukup kuat untuk menjadi editor saya.
* Kau masih beruntung karena temanmu melakukannya
karena dorongan niat baik yang salah persepsi. Dulu,
orang mengatakan saya gendut. Saya dianggap lemah.
Saya dijauhi. Lalu saya berusaha olahraga supaya saya
kuat, sehingga tidak diejek lagi. Kau juga terlalu
kurus, perlu berolahraga. Ingat, keadaan dapat lebih
buruk�
 
> [Menyebut nama lawan bicaranya], pengalaman itu
membuat saya ingin mengulang pertanyaan anda ketika
kita baru berkenalan. Saat itu anda menanyakan;�Apakah
saya bisa mempercayai anda?� Entahlah, saya teringat
itu lagi.
* Kadang-kadang kau ingin meminta maaf pada situasi
yang jelek, kau memberikan pertanyaan yang bodoh,
gila. Vincentliong, masalah terbesar mu adalah kau
terlalu mempercayai semua orang. Semua kau berusaha
untuk tahu. Jangan terlalu baik, dan jangan tenggelam
dalam persahabatan. Kau adalah pemilik dirimu sendiri.
Jangan mempercayai walau itu pundak dan punggung-mu.
> Saya mencoba belajar darimu soal; Saya mencoba
memiliki hanya sedikit sahabat. Banyak saudara tetapi
tanpa kedekatan. Pada banyak saudara tanpa kedekatan
itu saya membuat suatu kualitas persahabatan yang
memiliki satu standart. Saudara saya maksut orang
se-negara, se-agama dan se-ras. Saya juga usahakan
supaya perasaan saudara-saudara saya tersebut bukan
merasa sahabat saya, tetapi juga bukan merasa musuh
saya. Sehingga mereka tidak berpikir bahwa mereka
telah tahu dan mengerti saya. 
> Menjaga keberadaan diri kita sebagai sebuah
institusi yang berbeda dari orang lain. Semua
pembicaraan memang akan menjadi terlalu dangkal atau
terlalu dalam sehingga tidak ada pembicaraan yang
sifatnya tengah-tengah yang mudah dimanfaatkan orang
lain untuk menjatuhkan. Keingintahuan, perasaan belum
mengerti satu sama lain yang tetap ada membuat orang
tidak menjadi musuh.

> [Menyebut nama teman bicaranya] saya mengambil les
privat pelajaran ekonomi dengan Mrs.[Nama si guru yang
dibicarakan] seorang guru wanita WNI yang mengajar
pelajaran ESL(English for Second Language)?... 
* Saya tidak perduli� dan semua problem terberat yang
kau punya, kau terlalu lemah untuk untuk
mempertahankan dirimu. Kamu harus kuat! Kuat! Kuat
dalam menghadapi semua yang datang!
> Dia sama sepertimu. Di depan banyak orang ia
berusaha tampak tidak bersahabat dengan saya. Tetapi
di luar itu ia sahabat saya. Saya memiliki kepentingan
atas dia karena ia dapat berbahasa indonesia dan
berbahasa inggris, sehingga bisa membantu saya
menerjemahkan devinisi-devinisi dalam pelajaran
ekonomi. Juga saya tahu bahwa guru bombay bernafsu
tinggi untuk mendekati perempuan. Saya menggunakan
point-point itu sebagai strategi saya untuk
mendapatkan informasi soal bahan test dan guru itu
tahu karena kami sudah membicarakannya sebelumnya.
* Ini sangatlah tidak penting�  Tetapi, ada saatnya
kita perlu mengerti ketololan. Aku ingin mencoba
bergabung dengan ketololan itu. Bisa kau bantu supaya
saya bisa ikut les? Bersama kau yang tolol! 
> Tolol sangatlah dekat dengan jenius. Sedikit input
pada ketololan membuat output yang telah
memindahkannya ke ruang ke-jenius-an. Kau sudah tahu
jawabanku?!

Vincent Liong
27 Maret 2004




Costumer Service Representative: Vincentliong
M:+62-811919765  Ph&Fax:+6221-5482193, 5348567
YahooID:Vincentliong


sponsored by :::>
SINERGI INDONESIA
Untuk Seluruh Komponen Anak Bangsa 
Jl.Seha II NO.32 Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12220 
Tlp/Fax:+6221-72788170  Email Redaksi:
[EMAIL PROTECTED]
(Rp.10.000,-, Terbit tiap bulan, 60 Halaman Color)

Tema baru: 
ARSITEKTUR ALA METROPOLITAN
Mau Ala Carte atau Buffet? Terserah Anda!  
oleh: Artere Laksamana Kayszer
(baca di SINERGI bulan Maret 2004)


Find local movie times and trailers on Yahoo! Movies.
http://au.movies.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com.  Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke