** Milis Nasional Indonesia ppi-india **
Opini - Artikel 
25 Mar 04 03:09 WIB
Terorisme dan Kontra Terorisme: Siapa Yang Menang? 
WASPADA Online
http://www.waspada.co.id/opini/artikel/artikel.php?article_id=41068
Oleh A Fatih Syuhud * 
Presiden George W Bush saat ini sedang gusar. Ia ingin Usamah bin Ladin tertangkap, 
hidup atau mati. Lebih dari 12.000 tentara AS, termasuk satu unit pasukan komando elit 
berkekuatan 1.400 orang yang dikenal dengan Task Force 121, berada di Pakistan dan 
Afghanistan untuk memburu Bin Ladin. Dan didukung oleh kontingen tentara Pakistan yang 
berkekuatan 70.000 orang. Terdapat juga beberapa ribu operasi intelijen dari Federal 
Bureau of Investigation (FBI), Central Intelligence Agency (CIA) dan Inter Services 
Intelligence (ISI) - yang terakhir agen rahasia Pakistan-menyisir kawasan tersebut 
untuk menangkap Usamah. Tidak pernah terjadi sebelumnya sang adi daya dunia 
melancarkan operasi yang begitu besar hanya untuk menangkap satu orang. 
Besar kemungkinan bahwa Presiden Bush dan pasukannya akan dapat menangkap Usama pada 
minggu-minggu mendatang (itu apabila dia belum tertangkap). Pertanyaannya bukan apakah 
Bin Ladin akan tertangkap atau tidak. Cepat atau lambat itu akan terjadi. Pertanyaan 
yang penting adalah apakah figur yang satu ini akan membuat sang adi daya yang 
dipimpin Bush mencapai kemenangan? Tidak. AS telah kalah dalam perang pertamanya 
melawan terorisme. Ini merupakan kekalahan yang tak dapat dihilangkan begitu saja dari 
benak Bush, apapun yang dikatakan oleh Pentagon pada dunia. Berhasil atau gagalnya 
sebuah perang erat kaitannya dengan misinya. Tujuan dari perang melawan terorisme 
adalah untuk menghukum Al Qaeda atas terjadinya serangan 11 September, untuk 
menghancurkan Al Qaeda dan seluruh afiliasinya, untuk menghadapi dan menghabisi 
berbagai kelompok teroris dan untuk menjamin bahwa terorisme menghadapi balasan yang 
setimpal. Tigapuluh bulan setelah gedung WTC diserang oleh sekelompok teroris,
 orang-orang yang mendapat hukuman dari AS adalah mereka yang berada di Afghanistan, 
Irak dan Pakistan yang, secara kebetulan, tidak ada hubungannya dengan Al Qaeda atau 
kelompok teroris lain. 
Al Qaeda masih jauh dari binasa. Dalam dua tahun terakhir, organisasi ini tidak hanya 
berhasil mengkonsolidasi diri di berbagai kawasan dunia, lebih dari itu ia juga 
merubah karakter dan cara kerjanya dengan sangat sigap dan cekatan dan karenanya 
membutuhkan waktu cukup lama bagi agen-agen intelijen AS untuk menyadarinya. Pada 
dasarnya, agen intelijen AS telah terperangkap dalam kebohongan mereka sendiri. Segera 
setelah tragedi 11 September, sudah menjadi keharusan bagi Washington untuk 
menciptakan sebuah lawan yang lebih besar, lebih jahat dan lebih berbahaya demi 
kepentingan AS, sama persis seperti yang digambarkan dalam film-film Hollywood seperti 
Gorilla, Anaconda atau alien dalam film Independence Day. Film-film tersebut 
merefleksikan sikap sebuah paranoia kolektif. Usamah bin Ladin, salah satu kreasi 
dahsyat CIA, menjadi CEO (Chief Executive Officer) dari "Terror Inc." dalam semalam. 
Tiba-tiba, setelah 11 September 2001 terjadi booming artikel di media, tayangan eksklus
 if
 televisi dan puluhan buku tentang jaringan sel Al Qaidah yang sedang bersembunyi di 
setiap pojok dunia, menunggu perintah komandan tertingginya, Usamah bin Ladin, yang 
mengepalai kekaisaran jahat ini bak seorang CEO dari sebuah korporasi multinasional. 
Setiap jurnalis, kolumnis dan penulis selalu bermimpi untuk dapat menulis tentang UBL 
(sebutan populer dari CIA untuk Usama bin Ladin). 11 September telah mengubur Perang 
Dingin dan meluncurkan perang kontraterorisme. 
Masalahnya adalah Al Qaidah bukanlah fiksi dan ia masih hidup kendati ratusan ton bom 
telah menghujani Afghanistan selama lebih dari dua tahun terakhir. George Tenet, 
Direktur CIA, mengakui pada 24 Februari 2004 bahwa "Struktur kepemimpinan Al Qaidah 
seperti yang kita lihat pasca-11 September telah hancur - tetapi kelompok ini masih 
tetap komit seperti dulu untuk menyerang Amerika," Tenet mengatakan ini di depan Senat 
AS dalam acara Worldwide Threat. Kata-kata Tenet yang patut diperhatikan adalah 
"seperti yang kita lihat." Ini merupakan pengakuan tidak langsung atas kegagalan AS 
dalam memahami jaringan teroris yang disebut CIA sebagai Al Qaidah. Al Qaidah tidak 
pernah eksis sebagai sebuah organisasi sentral dan Usamah bin Ladin bahkan tidak 
dikenal oleh sejumlah kelompok yang kemudian dianggap sebagai bagian dari jaringan 
multinasional Al Qaidah. Tenet sendiri mengakui hal ini. Dia mengatakan kelompok itu, 
setelah terjadinya kehancuran awal, telah berusaha mengorganisir diri 
 menjadi
 sel-sel kecil dengan komando independen guna melakukan serangan teror tanpa 
diperintah atau diberi petunjuk oleh Usamah bin Ladin atau kalangan penasihat 
dekatnya. Alasan Tenet adalah bahwa hal ini terjadi karena adanya "kekacauan" 
pimpinan. Tentu saja ini tidak benar. Kelompok teroris selalu beroperasi secara lokal 
dengan komando dan kontrol independen. Mereka memelihara kerja sama dengan kelompok 
teroris lain guna mendapatkan senjata dan memperkuat jaringan mereka. Al Qaidah 
merupakan organisasi yang secara bebas berkoalisi dengan beragam jaringan teroris yang 
bervariasi gaya kepemimpinan dan modus operandi-nya. Ledakan dahsyat di Madrid, 
Spanyol (11 Maret) yang diduga hasil kolaborasi kelompok lokal ETA dengan Al Qaidah 
memperkuat sinyalemen ini. 
Sampai AS memutuskan untuk "mempromosikan" Bin Ladin sebagai sang pemimpin, tidak 
banyak dari berbagai kelompok teroris ini yang sempat berpikir untuk memiliki 
kepemimpinan sentral, seorang ikon. 
Fakta bahwa Bin Ladin telah mencapai status ikon merupakan alasan kedua mengapa AS 
telah kalah dalam peperangan ini. Dalam kata-kata Tenet, saat ini terdapat "sebuah 
pergerakan global yang terinfeksi oleh agenda radikal Al Qaidah". Begitu sembrono dan 
tak hati-hatinya rencana dan eksekusi operasi sehingga perang atas terorisme itu mulai 
dianggap sebagai anti-Islam. Kemarahan meluas di dunia Islam terhadap AS begitu 
kuatnya sehingga Tenet sendiri, yang dikenal suka gugup, tidak dapat menyembunyikan 
kebenaran dalam kesaksiannya. "Perkembangan cepat sentimen anti-AS-nya Usamah bin 
Ladin melalui gerakan ekstremis Sunni global dan diseminasi luas dari pakar distruktif 
Al Qaidah menunjukkan bahwa sebuah ancaman serius akan tetap ada sampai waktu yang 
lama- dengan atau tanpa peran Al Qaidah." Perhatikan pemakaian kata "Sunni" dalam 
kesaksian Tenet ini. Sunni mendominasi dunia Islam dan sejak lama dilukiskan sebagai 
"fundamentalis" oleh Barat. Ini merupakan pengakuan tidak langsung b
 ahwa
 hampir seluruh dunia Islam telah menjadi anti AS dan aliansinya karena memerangi 
terorisme. 
Jelas bahwa ancaman pada bumi AS dari Al Qaidah dan teroris lokal lain masih eksis. 
Bahkan ancaman ini semakin bertambah dalam tiga tahun terakhir. Ini menjadi tanda 
ketiga dan terakhir dari kegagalan AS. Di tengah berkecamuknya perang, berbagai 
kelompok baru, tanpa nama (dan, karena itu, lebih berbahaya) telah muncul di 
Afghanistan, Pakistan, Maroko, Uzbekistan, dan Irak. Kalangan pemimpin muda, di mana 
kemarahan dan determinasi mereka tersulut oleh hinaan riil maupun artifisial yang 
dikenakan pada komunitas Islam oleh AS, memimpin kelompok-kelompok ini. "Tidak semua 
dari mereka ciptaan Bin Ladin dan karena itu sikap mereka tidak terikat padanya. 
Mereka memiliki kepemimpinan otonomi, mereka memilih sendiri sasaran teror dan 
serangan mereka," ujar Tenet. 
Pascaskenario dari kegagalan ini dapat dilihat dari pengakuan Robert Mueller, Direktur 
FBI, "Terdapat indikasi kuat bahwa Al Qaidah akan kembali mengunjungi target yang 
gagal diserang sampai mereka berhasil, seperti yang mereka lakukan pada gedung WTC 
(World Trade Center). Daftar target-target yang lepas saat ini termasuk Gedung Putih 
dan Capitol Hill." Pemburu telah menjadi buruan. Terkadang itulah ironi sebuah perang. 
* Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik, Agra University, India.
(bps) 



---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Finance Tax Center - File online. File on time.

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke