** Milis Nasional Indonesia ppi-india **
 http://www.kompas.com/kompas-cetak/0403/28/pemilu/937445.htm
Jenderal (Purn) Try Sutrisno:TNI Tidak Bisa Tunduk kepada Sipil 


Surabaya, Kompas - Tentara Nasional Indonesia tidak bisa didudukkan di bawah 
pemerintah sipil. TNI harus berpolitik, sebab TNI bukan alat pemerintah.

Demikian dikemukakan Jenderal (Purn) Try Sutrisno ketika menyampaikan ceramah umum di 
Gedung Juang Surabaya, Sabtu (27/3).

Ia menyatakan Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak sama dengan tentara negara lain 
karena TNI merupakan tentara rakyat. "TNI lahir dari rakyat. Oleh karena itu, TNI 
harus berpolitik bersama rakyat," ujar mantan Wakil Presiden RI itu.

Menurut mantan Panglima ABRI ini, TNI harus berpolitik untuk mencegah perpecahan 
Indonesia. "Hampir setiap jenderal punya persepsi demikian. Jadi, TNI tidak berpolitik 
demi kelompok, tetapi untuk persatuan Indonesia," ujarnya.

Ia mengatakan, salah satu politik TNI adalah mencegah sabotase terhadap pemilu. Pemilu 
harus sukses, apalagi pemilu di negara lain baru-baru ini berjalan lancar. "Kita harus 
menghilangkan budaya suksesi dengan menjatuhkan presiden. Sudah saatnya kita 
menerapkan suksesi demokratis lewat pemilu," tuturnya.

Try menyatakan tidak akan mencalonkan diri sebagai presiden karena masih banyak calon 
lain yang siap. "Penduduk Indonesia ada 210 juta, masa calon presiden hanya itu-itu 
saja," tuturnya.

Ia menolak anggapan akan menggunakan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia sebagai 
alat pencalonan. Menurut dia, terlalu naif mendirikan atau mendukung partai jika hanya 
ingin menjadi presiden. "Selayaknya kita mendukung partai karena yakin dengan ideologi 
partai itu," ujarnya.

Tolak pemilihan langsung

Ia juga menolak pemilihan presiden secara langsung. Menurut dia, itu bentuk ketiadaan 
kontrol demokrasi. "Rakyat belum siap. Kita menyalahkan sistem yang benar gara-gara 
penggunanya salah," ujarnya.

Menurut dia, sesuai dengan asas negara demokrasi di Indonesia adalah demokrasi 
permusyawaratan. "Itu amanat Pancasila, masa dilanggar dengan menerapkan demokrasi 
langsung," ujarnya.

Ia mengatakan, semua itu bermula dari amandemen Undang-Undang Dasar 45 yang membuat 
UUD 45 kehilangan nilai-nilai asli. "Amandemen dilakukan tanpa mengacu pada 
nilai-nilai asli UUD 45," ujarnya.(S08)



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com.  Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke