Siapa dapat mempertanggungjawabkan nyawa nyawa masyarakat dari ke 
dua pihak??? Bukanlah keinginan kepentingan pribadi dan 
pembalasdendaman yang tidak ada di jalan benar. Harusnya melalui 
penyelesaian solusi yang baik dan hanyalah Allah dapat memutuskan 
kapan waktunya bukan peperangan atas keinginan masing masing!!

 Stop peperangan dan sebaiknya mereka menunggu waktu berakhir 30 June 
penarikan pasukan US. Jangan terlalu banyak menambah persoalan tidak 
perlu dan membalasdendam. Padahal penyelesaian solusi sudah akan pada 
tertera pada akhir 30 June ini.

  Dan perlu membebaskan semua sandera yang ditawan oleh para pejuang 
Irak. Termasuk para pekerja asing pembangunan Irak. US perlu menahan 
diri dan menarik pasukan dari daerah yang benar benar tidak 
menginginkan keberadaan pasukan US.

Harus ada pasukan netral dari kalangan Irak di posisi melerai pasukan 
Us dan para pejuang Irak. Dan perlu ada semangat dialog dan lintas 
agama agar menenangkan ke dua pihak.

Kok ada memenggal kepala pekerja asing, korban korban terus 
berjatuhan. Pihak pihak perlu menahan diri terlebih dulu. Karena 
pihak pihak BENAR BENAR TIDAK BERTANGGUNGJAWAB ATAS NYAWA NYAWA UMAT 
UMAT.

wassalam,

--------------------
Al-Sadr Bersumpah Terus Bertempur
 
NAJAF (AFP): Ulama belia Syiah Moqtada Al-Sadr bersumpah akan terus 
melawan tentara pendudukan pimpinan AS dan bersumpah akan mati 
sebagai syuhada. Ia meminta rakyat AS memahami keinginannya bagi 
kemerdekaan dan kebebasan negerinya.

"Kami siap menghadapi eskalasi AS dan tidak mengharapkan apa pun dari 
pendudukan Amerika," katanya dalam konferensi pers di makam Imam Ali, 
tempat paling suci bagi kaum Syiah.

"Keinginan saya adalah mati sebagai syuhada di negeri ini," ujarnya.

Moqtada menyatakan cinta perdamaian. Dia meminta rakyat Amerika 
memahami keinginannya bagi kemerdekaan dan kebebasan negerinya.

"Bila anda berada di posisi saya, Anda akan melakukan tindakan yang 
sama, memerangi pendudukan, mengusir mereka, berperang demi 
kemerdekaan," katanya.

Dikatakannya, para pejuang yang kini tengah memerangi pasukan 
pendudukan AS di kota suci Karbala adalah para "pahlawan". "Jangan 
gentar dan bertempurlah dan jangan biarkan penjajah menodai kesucian 
kota Anda," tambahnya.

"Membubarkan Tentara Mahdi adalah keputusan yang harus dibuat lewat 
otoritas tertinggi Syiah," ujarnya, sekaligus menegaskan dirinya 
tidak akan melakukan mediasi ataupun upaya perundingan untuk 
mengakhiri perjuangannya.

Para pemimpin Syiah mengatakan mereka telah menyetujui rencana tujuh 
poin untuk mengakhiri pertempuran antara Tentara Mahdi dan koalisi 
yang telah mengguncang Najaf, Karbala, dan kota-kota lain di selatan 
Irak.

Rencana itu diumumkan setelah para pemimpin suku, agama, dan politik 
mengakhiri pertemuan empat jam mereka dengan wakil utama Moqtada, 
Selasa, di Najaf. "Kesepakatan mengenai poin-poin kontroversial telah 
tercapai," kata seorang jubir ulama tersebut.

Mohammed Mussawi, dari Organisasi Aksi Islam, mengatakan rencana 
tersebut telah mendapat lampu hijau dari para ayatullah utama Najaf, 
kemarin. Namun, rencana itu masih harus mendapat persetujuan dari 
pihak pendudukan.

Menurutnya, rencana itu termasuk pembentukan pasukan pertahanan sipil 
yang terdiri dari para penduduk lokal yang bertanggung jawab kepada 
gubernur dan pengalihan Tentara Mahdi menjadi organisasi politik.

Namun, Abdul karim al-Aneezi dari Partai Dakwah Syiah menyebut 
Tentara Mahdi seabgai "gerakan rakyat, sosial dan ideologi, dan bukan 
milisi."

Dilaporkan, antara sembilan hingga 25 pejuang Syiah yang dipimpin 
oleh Moqtada Al-Sadr tewas dalam pertempuran dengan pasukan 
pendudukan Amerika di Kota Suci Karbala, demikian menurut sumber 
militer AS dan rumah sakit setempat, kemarin.

Seorang perwira militer di Bagdad mengatakan lebih 25 pejuang Syiah 
di bawah pimpinan Moqtada Al-Sadr, yaitu Tentara Mahdi, tewas dalam 
pertempuran, sementara tujuh serdadu AS luka-luka, empat di antaranya 
luka ringan.

Direktur rumah sakit di Karbala, Hassan Nasrallah 
mengatakan, "Sembilan pejuang tewas dan tujuh orang, termasuk dua 
penziarah Iran, luka-luka selama berlangsung pertempuran di pusat 
kota itu."

Tentara koalisi pendudukan yang dipimpin AS melancarkan operasi 
militer besar-besaran dekat masjid yang dikuasai oleh para pejuang 
Syiah tersebut, kata saksi mata.

Tembakan berat dan ringan bergema terus-menerus di sekitar area 
tersebut sepanjang malam dan akses ke pusat kota ditutup oleh pasukan 
pendudukan kemarin pagi.



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke