http://www.indomedia.com/bpost/052004/11/depan/utama1.htm Selasa, 11 Mei 2004 00:50:04
Wiranto Akan Ditangkap Jakarta, BPost Berita buruk kembali menerpa calon presiden dari Partai Golkar Jenderal (purn) Wiranto. Hanya beberapa jam resmi menggandeng Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) sebagai cawapresnya, Wiranto terancam ditahan. Pengadilan Khusus Timor Lorosae telah mengeluarkan surat penangkapan terhadap Wiranto atas tuduhan pelanggaran HAM tahun 1999 di Timor Timur. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dilaporkan mendukung penangkapan terhadap mantan Panglima TNI itu. Penuntut umum PBB Nicholas Koumjian dalam pernyataannya yang dirilis di Timtim, seperti dilansir Associated Press (AP), Senin (10/5), pihaknya akan meneruskan surat penangkapan ke Interpol. "Artinya, Wiranto bisa ditangkap jika meninggalkan Indonesia," jelas Koumjian. Surat penangkapan keluar tujuh pekan setelah pengadilan khusus Timtim menuduh Wiranto bertanggung jawab atas "pembunuhan, deportasi dan penganiayaan" di Timor Lorosae tahun 1999 yang menewaskan 1.500 orang. Kata Koumjian, "Dikeluarkannya perintah penangkapan Wiranto merupakan langkah penting dalam upaya berkelanjutan kami untuk mengadili mereka yang bertanggung jawab atas kekerasan terhadap penduduk sipil Timor Timur pada 1999." Wiranto ditemui seusai menghadiri Rakor Pengendalian Wilayah Partai Golkar se-Jawa di Hotel Shangri-La, Surabaya, Senin (10/5), menanggapi dingin keluarnya surat penahanan terhadap dirinya oleh pengadilan Timtim terkait pelanggaran HAM di Timor Timur tahun 1999 lalu. "Itu hal yang sudah biasa, sudah beberapa kali dilakukan. Sudah kita jawab, tim lawyer sudah bicara dengan tim jaksa agung Timtim. Tunggu saja nanti prosesnya," ujar Wiranto. Wiranto menilai, kasus itu sudah masuk intervensi hukum nasional RI. Masalah yang menimpa dirinya, menurut dia, prosesnya sudah diselesaikan melalui peradilan ad-hoc atas kewenangan PBB. "Karena itu, segenap intervensi yang kita dapatkan dari pihak luar, akan kita kembalikan ke pemerintah kita," jelas Wiranto. Dia juga menilai perintah penangkapan terhadap dirinya oleh PBB itu merupakan upaya pembunuhan karakter terhadap dirinya yang tengah menjadi kandidat capres. "Saya belum pernah diadili, belum pernah menjadi terdakwa, belum pernah menjadi tertuduh. Tetapi diisukan dan diluncurkan pada saat saya menjadi capres dan sekarang terus dilakukan. Ini bagian dari character assasination," tandas dia dengan nada tinggi. Wiranto juga membuktikan dirinya tidak seperti yang dituduhkan dengan bergabungnya Ketua Komnas HAM Solahuddin Wahid. "Gus Sholah itu ketua Komnas HAM yang biasa menyelidiki HAM, nggak mungkin mau bergabung dengan barang kotor. Saya ini bersih," cetusnya. Wiranto sendiri mengaku tetap yakin dan tidak terpengaruh dalam pencalonannya sebagai capres. "Saya optimis sebagai capres akan bertarung dan biarlah rakyat yang menilai," ungkapnya. Sementara itu, Ketua DPP Partai Golkar Slamet Effendy Yusuf ditemui terpisah menolak mengomentari soal ini. Slamet tidak mau komentar kalau kabar tersebut hanya isu. "Kita tidak tahu, saya tak menanggapi pertanyaan kalau. Kita tidak menanggapi isu," ujar Slamet, seraya meminta wartawan memberikan print out soal berita yang mengabarkan ada surat penahanan terhadap Wiranto. Menurut Slamet, munculnya desas-desus ini merupakan bagian dari negative compaign (kampanye negatif). Itu sebabnya, dia mengaku tidak tertarik dengan cara-cara itu. Sedangkan, Mabes Polri mengaku belum mengetahui adanya surat perintah dari pengadilan Timor Leste bentukan PBB untuk menangkap Wiranto yang dituduh terlibat dalam kejahatan HAM di negeri itu. Kadivhumas Mabes Polri Irjen Paiman mengaku justru baru dengar dari wartawan tentang masalah itu. "Coba saya cek ke Sekretaris National Central Beaureu (NCB)," ucap Paiman, kemarin. Paiman sendiri menolak berkomentar lebih lanjut karena belum tahu pasti soal perintah tangkap itu. "Saya tidak bisa berkomentar sebelum mengetahui kepastian isi surat itu. Besok mungkin akan ada keterangan," sambungnya. Ketua Komisi II DPR RI, Teras Narang menilai soal surat perintah penangkapan terhadap Wiranto merupakan bagian dari kewenangan Timor Leste, yang menurut hukum mereka masih berlaku. Dia juga menilai hal itu menyangkut hubungan dua negara sehingga perlu mendapat perhatian dari Deplu RI. "Karena sifatnya internasional, kita minta Deplu meminta klarifikasi lebih lanjut ke Timur Leste," ucap Teras Narang dari F-PDIP kepada BPost di Jakarta, Senin (10/5) malam. "Ini kan persoalan lama yang masih belum selesai. Dari sejak semula memang menjadi sorotan dunia internasional, dan kita tidak di dalam posisi bisa apapun karena memang itu kewenangan Timor Leste," sambungnya. Tentang nuansa politis kasus ini karena muncul saat Wiranto menjadi capres dari Golkar, Teras mengatakan, bisa saja kalau diarahkan ke sana. "Tapi ini kan masalah lama. Kalau saya melihat dari sisi hukum, ini tinggal menunggu tindak lanjutnya saja dari Timor Leste. Dan kita juga nggak bisa menutup-nutupi karena mereka punya kedaulatan sendiri," paparnya. Secara terpisah, Wakil Ketua Tim Gabungan untuk mensukseskan Wiranto, Letjen TNI (Pur) Fachrul Rozi, mengatakan agar masyarakat menunggu keputusan pengadilan negeri (PN) setempat pada 19 Mei mendatang. "Kita tunggu saja keputusan itu," ujarnya singkat Deklarasi Partai Golkar sendiri rencananya mendeklarasikan pasangan Wiranto-Gus Sholah, Selasa (11/5). Golkar memplot dua tempat yakni Jakarta Convention Centre (JCC) dan Kompleks Bidarakara Jl Gatot Suboro untuk peresmian Wiranto-Gus Sholah. Sekadar diketahui, Wiranto menggandeng Gus Sholah setelah Tim 9 PKB, Minggu (9/5) malam memberikan rekomendasi dukungan terhadap pasangan tersebut. Golkar sendiri masih masih meminta guarantee politik secara resmi dari PKB atas pinangannya kepada Gus Sholah. "Kita memang sudah menerima dukungan secara tertulis dari petinggi PKB, tapi belum ada dukungan secara resmi. Sebab, mereka masih menunggu pencalonan Gus Dur ke KPU," kata Ketua Umum Partai Akbar Tandjung ditemui usai Rakor Pengendalian Wilayah Partai Golkar se-Jawa di Hotel Shangri-La, Surabaya, kemarin. Akbar mengaku optimis duet Wiranto-Gus Sholah mampu meraih dukungan sekitar 40 juta suara pada pemilu, 5 Juli mendatang. "Kami mengandalkan dukungan suara, pertama dari Golkar yakni hasil pemilu sebesar 24,5 juta. Kemudian dari PKB lebih dari 12,5 juta. Dengan demikian sudah mencapai 37 juta. Belum dari partai-partai lain yang juga akan memberi dukungan. Insya Allah sekitar 40 juta," papar Akbar yang dicegat BPost usai menghadiri Rakor Pengendalian Wulayah Partai Golkar se-Jawa di Hotel Shangri-La, Surabaya, Senin (10/5) petang. Tunggu Gus Dur PKB sendiri tetap bulat mencalonkan ketua dewan syuro KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai calon presiden. "Jika Gus Dur tidak lulus tes kesehatan sebagaimana syarat KPU, kita (PKB) akan dukung Gus Sholah," jelas Mahfud MD. Menurut Mahfud, langkah PKB memasangkan Gus Sholah dengan Wiranto telah didiskusikan sebelumnya dengan para kyai mengenai untung ruginya bagi kemaslhatan umat. "Dari hasil perdebatan dengan para kyai, maka demi kemaslahatan umat juga, kami akhirnya memutuskan ntuk memajukan Gus Sholah sebagai cawapres dari Wiranto. Ini merupakan pilihan terbaik dari yang terburuk yang ada," jelas mantan Menhan di masa Gus Dur berkuasa itu. Meski begitu, lanjut Mahfud, "jika akhirnya Gus Dur dinyatakan lolos tes kesehatan, PKB tetap berkoalisi dengan Partai Golkar." Setelah ditetapkan sebagai cawapres, Gus Sholah menegaskan dirinya akan segera mengundurkan diri sebagai Wakil Ketua Komnas HAM dan dari PBNU. "Saya akan bicara dengan Komnas HAM. Sementara saya nonaktif. Sedangkan dengan PBNU sesegera mungkin saya akan mengundurkan diri. Saya akan menelepon Rois Aam PBNU KH Sahal Mahfudz," jelas Gus Sholah kepada wartawan, Senin. pop/ap/kcm/tnr/ant/JBP/jun/aw Copyright � 2003 Banjarmasin Post Berita Utama Wiranto Akan Ditangkap SBY-Kalla Bawa Indonesia Baru Gus Dur Akhirnya Gandeng Marwah Audio Jelek, UAN Terganggu Terlalu Tegang, Lalu Pingsan Putri Tiri Wapres Meninggal Diadukan Pukul Sopir Adik Cawapres Rupiah Terjun Bebas Kisah Para Caleg Yang Gagal Ke Gedung Dewan (1) Suara Perkutut Lebih Menyenangkan Iwan Fals Biang 2004 Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123 ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM ---------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

