Harian Komentar
14 May 2004

Soal tragedi 12 Mei 1998
Mantan Petinggi Kostrad Beber 'Dosa' Wiranto!

Setelah lama diam, akhirnya mantan para petinggi Kostrad (Komando Cadangan
Strategis TNI AD) mengungkap 'dosa' Jenderal (Purn) Wiranto dalam tragedi 12
Mei 1998 silam. Bahkan, mantan Kepala Staf Kostrad, Mayjen (Purn) Kivlan
Zein menuding, Wiranto selaku Panglima ABRI waktu itu, seharusnya
bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya sehingga terjadi kerusuhan.
Menurut Zein, Tragedi 12 Mei 1998 silam sebenarnya sudah diantisipasi
Kostrad yang saat itu dipimpin Letnan Jenderal Pra-bowo Subianto. Bahkan
Kostrad sudah mencium bakal terjadi ke-rusuhan dan kekerasan sejak lima hari
sebelum terjadi penembakan sejumlah mahasiswa Trisakti. Na-mun, Prabowo tak
bisa berkutik karena Markas Besar ABRI saat itu terlambat memberikan
perintah.
"Saya juga heran kenapa terlam-bat. Tetapi Pangkostrad tidak ter-lambat.
Perintah dari Mabes ABRI dan Wiranto yang terlambat," kata Mayjen Zein dalam
dialog Liputan 6 SCTV yang dipandu Rosianna Si-lalahi, Kamis (13/05).
Keheranan Kivlan juga ber-tambah saat Mabes ABRI tidak me-ngizinkan Prabowo
mengangkut pasukan dari luar Jakarta. Gara-gara penolakan itu, Prabowo tak
mendapatkan izin menggunakan pesawat Hercules untuk meng-angkut pasukan dari
Makassar, Sulawesi Selatan dan Malang, Jawa Timur. Atas inisiatif Prabowo,
saat itu Kostrad terpaksa men-carter Pesawat Garuda dan Mandala untuk
mengangkut pasukan.
"Saya tidak mengerti kenapa ti-dak ada instruksi dan tidak dibe-narkan
mengerahkan pasukan da-ri luar kota," kata lulusan Akademi Angkatan
Bersenjata RI tahun 1971 ini. Kivlan percaya memang kerusuhan tersebut
didesain dan sistematis. Menurut dia, kerusu-han itu sengaja diciptakan
untuk menjatuhkan kekuasaan Soeharto. Kivlan berani menuduh, orang di balik
perancang desain itu adalah jenderal-jenderal tua saat itu yang ingin
berkuasa, tetapi berusaha agar kekuasaan tidak jatuh kepada orang di luar
lingkungan atau ling-karannya.
Mantan Koordinator Staf Ahli Panglima TNI ini percaya dengan dugaannya itu,
karena petinggi TNI memang memiliki sejarah untuk mendongkel kekuasaan.
Misalnya saja dalam kasus Leonardus Ben-ny Moerdani yang pada 1988 ke-cewa
karena tidak menjadi wakil presiden, kemudian mencuatkan isu suksesi. Bukti
ini ditulis dalam memoar L B Moerdani dan memoar Sudharmono. Isu suksesi
juga kem-bali mencuat pada 1993 yang dilon-tarkan Wismoyo Arismunandar.
Kivlan membantah pula kesak-sian mantan Kepala Staf Umum ABRI Letnan
Jenderal Purnawi-rawan Soeyono dalam buku 'Bu-kan Sepuntung Rokok' yang
me-nyebutkan ada unjuk kekuatan pada Mei 1998 di depan Kantor Departemen
Pertahanan Keama-nan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Saat itu
disebutkan, sejumlah panzer diparkir di Dep-hankam.
Menurut Kivlan, hal itu bukan unjuk kekuatan melainkan dalam rangka patroli
yang berangkat dari Garnisun yang memang berde-katan dengan Kostrad.
"Sekalian patroli saat itu juga akan melapor ke Pangab (Panglima ABRI)
Wi-ranto," kata Kivlan.
Dia menuding Wiranto tidak ber-tanggung jawab atas terjadinya kerusuhan yang
banyak memakan korban tersebut. Bahkan Kivlan juga menilai Wiranto tidak mau
bertanggung jawab dengan mem-bentuk Pam Swakarsa. Kivlan mengaku membentuk
Pam Swa-karsa saat itu atas perintah Wi-ranto untuk mengamankan Sidang
Istimewa MPR 1998. Pam Swa-karsa ini kemudian yang kemudian 'beradu' dengan
masyarakat sipil. Pam Swakarsa dibentuk berda-sarkan pertemuan di kantor
Dep-hankam dan di kediaman Wiranto di Jalan Denpasar Raya, Ku-ningan,
Jakarta Selatan.
Pada bagian lain, Kivlan menolak tuduhan bahwa Prabowo kecewa karena tidak
menjadi Pangab. Menurut Kivlan, Prabowo hanya kecewa karena dicopot dari
ja-batannya. Padahal, Prabowo yang benar-benar tentara sejati jenjang
karirnya masih panjang. Kivlan juga membantah Prabowo terlibat penculikan
saat menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus. Menurut Kivlan saat itu
Prabowo hanya melaksanakan pengamanan dan menerjemahkan perintah
atasannya.(lp6/*)



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke