Salam,

Temanku yang Syuhada,

Ku ingat tragedi tahun 1998 tanggal 12 Mei
air mataku jatuh berderai
ku kenang teman-temanku berdemo
hingga berakhir mundurnya Soeharto

Teman-temanku berteriak reformasi
tapi kini reformasi dikhianati
Ada Habibie yang ingin memperbaiki
Tapi Gusdur dan Megawati telah mengingkari

Teman..., kau mati syahid demi Indonesia
sekarang teman-temanmu di dunia berteriak sama
untuk menegakkan keadilan dan kesejahteraan bangsa
kiranya Surgalah balasan buat anda 

Kini....
militer akan kembali berkuasa
para kiyai-kiyai NU pun juga gila kuasa
aksi demo terus bergejolak
bukan hanya reformasi yang diperjuangkan
tapi bom sudah meledak-ledak

Kali ini aku ingin mengatakan
Indonesia sudah merasakan pimpinan militer
Indonesia juga sudah berpresidenkan Ilmuan
Indonesiapun pernah memiliki presiden kiyai
Indonesia kin bahkan berpresidenkan wanita

Wahai saudaraku
kemanakah otakmu
gunakanlah secara bijak akal sehatmu
ku yakin kau mengetahui
bahwa akulah yang belum pernah maju
untuk memimpin negeri pertiwi ini

Ku tulis kegondokanku ini
dari sudut kota New Delhi yang sepi

New Delhi, 15 Mei 2004

ZJ.



--- In [EMAIL PROTECTED], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Harian Komentar
> 14 May 2004
> 
> Soal tragedi 12 Mei 1998
> Mantan Petinggi Kostrad Beber 'Dosa' Wiranto!
> 
> Setelah lama diam, akhirnya mantan para petinggi Kostrad (Komando 
Cadangan
> Strategis TNI AD) mengungkap 'dosa' Jenderal (Purn) Wiranto dalam 
tragedi 12
> Mei 1998 silam. Bahkan, mantan Kepala Staf Kostrad, Mayjen (Purn) 
Kivlan
> Zein menuding, Wiranto selaku Panglima ABRI waktu itu, seharusnya
> bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya sehingga terjadi 
kerusuhan.
> Menurut Zein, Tragedi 12 Mei 1998 silam sebenarnya sudah 
diantisipasi
> Kostrad yang saat itu dipimpin Letnan Jenderal Pra-bowo Subianto. 
Bahkan
> Kostrad sudah mencium bakal terjadi ke-rusuhan dan kekerasan sejak 
lima hari
> sebelum terjadi penembakan sejumlah mahasiswa Trisakti. Na-mun, 
Prabowo tak
> bisa berkutik karena Markas Besar ABRI saat itu terlambat memberikan
> perintah.
> "Saya juga heran kenapa terlam-bat. Tetapi Pangkostrad tidak ter-
lambat.
> Perintah dari Mabes ABRI dan Wiranto yang terlambat," kata Mayjen 
Zein dalam
> dialog Liputan 6 SCTV yang dipandu Rosianna Si-lalahi, Kamis 
(13/05).
> Keheranan Kivlan juga ber-tambah saat Mabes ABRI tidak me-ngizinkan 
Prabowo
> mengangkut pasukan dari luar Jakarta. Gara-gara penolakan itu, 
Prabowo tak
> mendapatkan izin menggunakan pesawat Hercules untuk meng-angkut 
pasukan dari
> Makassar, Sulawesi Selatan dan Malang, Jawa Timur. Atas inisiatif 
Prabowo,
> saat itu Kostrad terpaksa men-carter Pesawat Garuda dan Mandala 
untuk
> mengangkut pasukan.
> "Saya tidak mengerti kenapa ti-dak ada instruksi dan tidak dibe-
narkan
> mengerahkan pasukan da-ri luar kota," kata lulusan Akademi Angkatan
> Bersenjata RI tahun 1971 ini. Kivlan percaya memang kerusuhan 
tersebut
> didesain dan sistematis. Menurut dia, kerusu-han itu sengaja 
diciptakan
> untuk menjatuhkan kekuasaan Soeharto. Kivlan berani menuduh, orang 
di balik
> perancang desain itu adalah jenderal-jenderal tua saat itu yang 
ingin
> berkuasa, tetapi berusaha agar kekuasaan tidak jatuh kepada orang 
di luar
> lingkungan atau ling-karannya.
> Mantan Koordinator Staf Ahli Panglima TNI ini percaya dengan 
dugaannya itu,
> karena petinggi TNI memang memiliki sejarah untuk mendongkel 
kekuasaan.
> Misalnya saja dalam kasus Leonardus Ben-ny Moerdani yang pada 1988 
ke-cewa
> karena tidak menjadi wakil presiden, kemudian mencuatkan isu 
suksesi. Bukti
> ini ditulis dalam memoar L B Moerdani dan memoar Sudharmono. Isu 
suksesi
> juga kem-bali mencuat pada 1993 yang dilon-tarkan Wismoyo 
Arismunandar.
> Kivlan membantah pula kesak-sian mantan Kepala Staf Umum ABRI Letnan
> Jenderal Purnawi-rawan Soeyono dalam buku 'Bu-kan Sepuntung Rokok' 
yang
> me-nyebutkan ada unjuk kekuatan pada Mei 1998 di depan Kantor 
Departemen
> Pertahanan Keama-nan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. 
Saat itu
> disebutkan, sejumlah panzer diparkir di Dep-hankam.
> Menurut Kivlan, hal itu bukan unjuk kekuatan melainkan dalam rangka 
patroli
> yang berangkat dari Garnisun yang memang berde-katan dengan Kostrad.
> "Sekalian patroli saat itu juga akan melapor ke Pangab (Panglima 
ABRI)
> Wi-ranto," kata Kivlan.
> Dia menuding Wiranto tidak ber-tanggung jawab atas terjadinya 
kerusuhan yang
> banyak memakan korban tersebut. Bahkan Kivlan juga menilai Wiranto 
tidak mau
> bertanggung jawab dengan mem-bentuk Pam Swakarsa. Kivlan mengaku 
membentuk
> Pam Swa-karsa saat itu atas perintah Wi-ranto untuk mengamankan 
Sidang
> Istimewa MPR 1998. Pam Swa-karsa ini kemudian yang 
kemudian 'beradu' dengan
> masyarakat sipil. Pam Swakarsa dibentuk berda-sarkan pertemuan di 
kantor
> Dep-hankam dan di kediaman Wiranto di Jalan Denpasar Raya, Ku-
ningan,
> Jakarta Selatan.
> Pada bagian lain, Kivlan menolak tuduhan bahwa Prabowo kecewa 
karena tidak
> menjadi Pangab. Menurut Kivlan, Prabowo hanya kecewa karena dicopot 
dari
> ja-batannya. Padahal, Prabowo yang benar-benar tentara sejati 
jenjang
> karirnya masih panjang. Kivlan juga membantah Prabowo terlibat 
penculikan
> saat menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus. Menurut Kivlan 
saat itu
> Prabowo hanya melaksanakan pengamanan dan menerjemahkan perintah
> atasannya.(lp6/*)




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke