Perjalanan III [12]

Selesai bagian ke tiga

 

Perang tanding II
 

Masalah ancam bunuh, fitnah, cap kekafiran, zindiq, intimidasi,

adalah masalah-masalah yang pasti menyertai para Nabi,

 

"Al Ulama warosatul anbiya'"

"Ulama itu warisnya para Nabi"

 

Apakah yang diwarisi ???

Yaa....ilmunya......

Yaa...masalah-masalahnya....

Jadi ndak usah heran kalau hal-hal di atas akan ditemui bagi orang yang berjalan 
mengikuti ulama yang benar.

 

Masih di kota S.

Sedikit kisah ini akan kuceritakan kepadamu,

 

Cerita ini 'true story', kisah nyata, bener-bener terjadi...... 

Temen saya inisialnya K, di kota S, satu ketika belajar tasawuf melalui 
seorang guru. 

Karena temen saya itu sangat-sangatlah dekat dengan saya, 
sudah saya anggap saudara saya sendiri, maka kemana dia ngajak saya, saya 
nurut, ikut saja. 

 

Singkat cerita saya juga di ajak dia ke guru ngajinya itu. 
Tidak mengurangi rasa hormat dan dengan kehati-hatian, sayapun 'sungkem' 
pada beliau. Omong-omongan cukup lama, terasa ada ketidak beresan. Feeling 
saja. 
Malam harinya, mimpi-mimpi yang saya alami sangatlah menganggu. 

Intinya, dimimpi itu, bahwa memang sebenarnya ada ketidak beresan di dalam 
orang itu (guru ngaji temen saya tsb). 

Entah di masalah karakter pribadi 
yang ndak bener, entah di masalah ajaran yang ndak benar? 

masih jadi tanda tanya. 

 

Saya sholat istikhoroh, beberapa lama............dan fana....(eh ternyata 
tertidur.....he...he....) 
Dan....................................................................... 

kok ya ndak bisa saya itu nangkap petunjuk ilahi (meskipun lewat mimpi saja) 
maklumlah masih belajaran sholat 
istikhoroh..........he.........he.............. 
hati masih buram, kotor. Pikiran masih pada 'dunia' he...he.............. 

Nah, karena sulitnya dapat petunjuk, maka 'jalur potong kompas' saya pake' 



Saya nanya' ke guruku yang ke IV," Pak maaf, saya mau cerita 
isyaroh yang saya terima lewat mimpi", begitu saya bertanya. Guruku itu 
menjawab,"ooo.... mimpi","iya pak"kata saya lagi. 


Eh.....barulah saya sadar kalau saya keliru bertanya. 
wong diri ini masih kotor, hati buram, pikiran ke dunia,eh...kok 
berani-beraninya saya bertanya dengan memakai istilah 'isyaroh'.(bukankah 
isyaroh itu petunjuk dan petunjuk biasanya dapat ditangkap oleh orang-orang 
yang berhati bersih??) 

 

Kemudian saya ceritakan mimpi saya dan kejadian saya diajak ke guru ngajinya 
temen saya itu. Guru ke IV diam dan kemudian bercerita panjang lebar 
tanpa sedikitpun menyentuh apa yang saya tanyakan. 



Alhamdulillah, 
tiba-tiba pemahaman yang lain tentang guru ngajinya temen saya itu masuk ke 
diri saya. Dan saya berani membuat satu kesimpulan bahwa....guru ngajinya 
temen saya itu termasuk orang yang nggak bener. 

 

Saat bertemu dengan temen saya di lain kesempatan, saya kelepasan omongan 
pada dia. "eh 'K' hati-hati lho, guru ngajimu itu ndak bener. Karena engkau 
itu saudaraku, kuceritakan ini." 
Wah bisa dibayangkan, saya diamuk oleh temen saya itu. Ya jelas saja wong 
guru ngajinya saya bilang ndak bener. 



Tapi temen saya itu yang tahu bahwa saya hanya bermaksud memberitahu dia apa yang 
menurut saya adalah benar, 
diakhir omongannya dia berkata, 

"Wis gini saja cak Huttaqi, aku yakin niatku 
adalah mendekat pada jalan Alloh, semata-mata ingin taqorub pada Alloh. 
Kalau apa yang engkau katakan itu benar, pasti Alloh akan menunjuki-ku jalan 
yang benar. Percayalah pada Alloh" 

 

Karena sudah keluar omongan seperti itu, maka kuyakinkan diriku, bahwa Alloh 
pasti menunjukki hamba-hambanya yang benar-benar berniat untuk mendekat 
dengan jalanNya yang benar. 

 

Lewat beberapa hari di malam Jum'at,

ketika aku berada di desa G jauh dari kota S,

(lagi KKN....bukan Korupsi Kolusi dan Nepotisme...tapi Kuliah Kerja 
Nyata...he..he..he...)

 

Datanglah orang tersebut (Gurunya temanku) dengan beberapa balatentaranya akan 
menghukumku......

 

Khizib-khizib dikeluarkan olehnya.....rajah-rajah ditulis...

persis kayak di film-film khayal.....

 

Aku yang tidak siap, hanya terdiam,

Cuman aku ingat ...

 

Ini hari kelahiranku,

AKu memohon ampunan pada Alloh dan memohon pertolongan-Nya,

 

Alhamdulillah, aku tidak kurang suatu apa....

Alloh telah menyelamatkanku.

 

Besoknya, aku pulang ke kota S,

Masih berpikir,

 

"Jangan-jangan acara perang kemarin dilanjutkan lagi......", gumamku

 

kali ini aku siap-siap.

 

Malam hari,

aku memohon ampunan pada Alloh,

dan aku memohon perlindungan pada-Nya,

 

"Wah...wah...kali ini bener-bener gila-gilaan"

"Sepasukan komplit dibelakang orang tersebut"

 

Dan si orang tersebut juga dengan persenjataan komplit.

 

Sedangkan Aku sendirian.

 

Bonek saja.......

 

pertempuran tak dapat dielakkan,

sampai satu ketika,

si orang tersebut akan mengeluarkan "Senjata pamungkasnya",

aku masih ragu-ragu sanggup atau tidak aku menghadapinya,

 

Dalam kebimbanganku itu,

Dia mengajakku berdamai,

Silahkan, aku ndak ada masalah khok dengan kamu.

 

Waktupun berlalu hampir satu tahun , 

dan satu ketika bertemulah aku dengan temenku tersebut. 



Dia berkata agak tergopoh-gopoh,"Cak Huttaqi, 

tolong jangan kamu tertawa............atau menertawakan aku 
ya...........".

"oh....ya......"kataku,

 

dia kemudian melanjutkan,"Guruku itu ternyata memang nggak benar", 

dasar huttaqi yang kurang ajar, 

huttaqi ketawa,"ha.........ha.......ha.......hi.......hi.....hi......apa kubilang, 
kamu ndak percaya".

" Huss!!! diam!! jangan ketawakan aku", teriak dia sambil 
marah, 

 

kemudian dia meneruskan ceritanya. 
"Dulu tak pikir guruku itu benar karena yang di ajarkan padaku ya seolah 
olah benar. 

Sampailah kasus pada diriku sendiri, muridnya kan ada yang sudah 
pacaran lama, terus dibilang oleh guruku, bahwa yang cewek itu sebenarnya 
jodohku, maka ya perlu di ikhtiar'i ,katanya dan kupercaya itu, akhirnya aku 
gerilya untuk merebut cewek itu dari tangan pacarnya, sesuai petunjuk 
guruku. Eh setelah dia jadi cewekku, lha kok aku mau disingkirkan oleh 
guruku sendiri. 

Telusur punya telusur, selidik punya selidik, guruku itu 
memang hobinya kawin dan cewekku itu memang sudah diinginkan oleh guruku 
mulai dulu". 

"Subhanalloh" teriakku dalam hati.

 

"Untungnya aku tidak taklid 
buta. Untungnya pikiranku masih jalan.", katanya dia lagi. 

 

Untunglah temenku itu masih menggunakan akal sehatnya,

sehingga tidak terjerumus terlalu dalam,

 

tapi aku juga menyadari, sore hari temenku bercerita tentang gurunya yang nggak bener 
itu,

Maka nanti biasanya akan mulai lagi acara perang-perangan..

 

he..he..he...

 

Malam hari, benar juga terjadi lagi,

dengan amarah yang meluap-luap si guru itu mendatangi tempatku,

 

Temanku mau ikut campur di takut-takuti,

mereka ndak berani.

 

Aku hanya menghela nafas,

"Sudah tiga kali", gumamku...."sudah tiga kali"......

seandainya-pun aku membalas perbuatanmu-pun,

Alloh pasti akan meridhoiku.

 

Alloh menunjukkan cara lain yang lebih halus..

Ya..latif..

yang Maha Halus.

 

beberapa hari lewat, ketika aku menghadap sang Guru,

tiba-tiba saja sang Guru berkata,

"Buyar...".."orang yang nggak bener Buyar", kata beliau dua kali.

 

ndak ada satu minggu sejak peristiwa itu,

tersiarlah kabar bahwa murid si guru yang nggak bener itu kocar-kacir,

entahlah,

katanya belang si guru tampak dan kelihatan.

 

Tidak pernah kudengar lagi ceritanya tentang si orang ini......

 

Singkat cerita, beberapa lama kemudian, 

ketemu temenku itu lagi dan dia cerita kalau dia ikut ngaji lagi di lain tempat. 

Seperti awal cerita, 

saya diajak lagi ke gurunya dan kulihat tampak tanda-tanda ilahi di dalam dirinya. 



Bersyukurlah engkau wahai saudaraku. Inilah pertolongan Alloh pada 
hamba-hambanya yang menuju padaNya. 

 

Apa yang kusampaikan diatas adalah Haq terjadi tahun 1992 di kota 'S'. 
Tak ada maksud lain dalam cerita ini melainkan bahwa Alloh akan 
menunjukkan jalanNya pada hambanya yang bersungguh-sungguh mendekat padaNya. 

 

teriring salam buat temenku "K" yang sekarang ada di negri lain. 

 

Maaf kisahmu saya pinjam untuk kuceritakan di milist ini. Kalau engkau datang 
nanti "royalti"cerita ini pasti kuberikan 
padamu.......he.......he........... 

 

Kuselesaikan bagian ketiga ini dengan memohon ampunan pada ilahi.

 

Dan kuselesaikan dengan memohon perlindungan padaNya,

 

Semoga bagi saudara-saudara kita yang nggak bener, bisa sadar untuk kembali ke jalan 
yang benar.

 

salam...... 



penutur cerita 

huttaqi. 

 

Selesai bagian ketiga.



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke