penyiksaan kalangan muslim yg diduga teroris atau insurgent/gerilyawan di irak yg sangat menghebohkan dan di guantanamo yg kurang mendapat perhatian media membuat dunia kuatir akan lahirnya ribuan kelompok2 militan baru dg dendam yg tak berkesudahan terhadap pelakunya yakni AS dan Israel.
sebagai contoh riil, mari kita ikuti kehidupan tokoh kedua Al Qaidah Dr Ayman Al Zawahiri yg dimuat di Kompas. (mario) http://www.kompas.com/kompas-cetak/0405/10/utama/1015631.htm Setelah Dr Ayman al-Zawahiri Mengalami Siksaan TANGGAL 6 Oktober 1981, sekitar pukul 09.00, seorang pria ahli farmasi bergegas masuk ke sebuah klinik di kawasan Maadi, permukiman kelas menengah, delapan kilometer selatan Kota Cairo, Mesir. Ia menemui dokter ahli bedah dan membisikkan rencana pembunuhan terhadap Presiden Anwar Sadat. Pada hari itu berlangsung upacara militer peringatan delapan tahun Perang Sinai antara Mesir dan Israel. Dokter yang berusia 30 tahun dan selalu mengenakan dasi itu terperanjat. "Misi sia-sia," ujarnya, sambil beranjak ke ruang periksa pasien. Beberapa jam kemudian di lapangan upacara, Letnan Khaled Islambouli dan tiga rekannya berlari ke luar barisan, persis ketika kesatuannya berada di depan panggung kehormatan. Suara rentetan tembakan terdengar bertubi-tubi, disusul oleh rangkaian ledakan granat. "Saya membunuh Pharao," teriak Letnan Islambouli, setelah pelurunya habis dimuntahkan dari senapan mesin ringan. Presiden Anwar Sadat tewas bersimbah darah. Peluru mencabik-cabik tubuhnya, sementara panggung kehormatan porak-poranda. Akhir Oktober tahun itu juga sang dokter yang dikenal ramah dan sopan bermaksud meninggalkan Mesir menuju Pakistan. Adiknya, Hussein, mengantarnya ke bandar udara. Namun, di tengah perjalanan, aparat keamanan menangkap keduanya. Setibanya di kantor polisi kawasan Maadi, kepala polisi setempat langsung melayangkan tinjunya ke wajah kedua pria itu. Tetapi, yang mengejutkan, dengan raut muka tidak berubah, sang dokter balas menampar wajah kepala polisi tersebut. PROF Dr Rabie al-Zawahiri, farmakolog, ayah kedua pria itu, nyaris tidak percaya mendengar peristiwa ini karena sejak kecil anaknya tidak menyukai kekerasan. Bahkan, kelima anaknya-tiga putra dan dua putri-kutu buku, tidak pernah lupa shalat, dan hormat kepada orangtua. Kelak ia baru tahu, anak tertuanya, dokter ahli bedah bernama Ayman al-Zawahiri, ternyata sejak usia 16 tahun aktif dalam jaringan sel kelompok fundamentalis. Ia adalah amir (pemimpin) Al Jihad dan tokoh yang menganjurkan kekerasan membalas perbuatan Yahudi dan Amerika Serikat (AS). Al-Zawahiri disebut-sebut sebagai aktor intelektual di belakang Osama bin Laden. Kalangan pakar kontrateroris umumnya berpendapat, sejak Al Qaeda dan Al Jihad dilebur menjadi Al Qaeda al-Jihad, otomatis kendali organisasi di tangan Al-Zawahiri. Akan tetapi, yang menarik bukanlah posisi Al-Zawahiri dalam struktur Al Qaeda al-Jihad, melainkan proses terbentuknya pribadi yang mengakomodasikan dua peran yang bertentangan, sebagai dokter yang menyembuhkan orang sakit dan tokoh Al Qaeda al-Jihad yang menghalalkan kekerasan. Dalam pemikiran Al-Zawahiri, musuh Islam hanya mengenal bahasa kekerasan. Kekerasan itu harus dilakukan sedemikian rupa sehingga menimbulkan korban maksimal. Makin banyak korban, makin efektif pesan pembalasan yang disampaikan. Tidak persoalan apakah anak-anak, orang tua, atau wanita yang tewas. Sebab, musuh melakukan hal yang lebih mengerikan di Palestina maupun Afganistan. DILIHAT dari latar belakang keluarga maupun pendidikannya, tidak satu pun cacat yang memungkinkan lahirnya karakter kekerasan yang dilakoni Al-Zawahiri. Lawrence Wright mencoba membedah latar belakang Al-Zawahiri dalam laporannya, "The Man Behind bin Laden", di majalah The New Yorker (16/9/2002). Laporan ini didasarkan pada hasil wawancara dengan keluarga, teman kecil maupun ketika di penjara, para pakar, dan dokumen berita acara pemeriksaan polisi. Tidak heran, panjang tulisan tersebut 58 halaman jika diketik 1,5 spasi di atas kertas folio. Menurut Wright, ayah Ayman al-Zawahiri, Dr Rabie al-Zawahiri, adalah guru besar farmakologi di Ain Shams University, Cairo. Dari 46 anggota keluarga ayahnya, 31 di antaranya dokter dan farmakolog. Dari garis keluarga ibunya, lebih menonjol lagi. Selain kaya, juga berpendidikan. Ayah ibunya, Dr Abdl al-Wahab Azzam, adalah Rektor Cairo University dan salah satu pendiri King Saud University di Riyadh. Pernah menjadi duta besar Mesir untuk Pakistan, Yaman, dan Arab Saudi. Dari lima anak pasangan Dr Rabie dengan Umayma Azzam, tiga di antaranya dokter dan dua sarjana arsitek. Ayman adalah anak tertua, lahir tahun 1951, dan kembar dengan saudarinya, Umnya. Keduanya lulus sebagai sarjana kedokteran dengan hasil memuaskan. Begitu pula satu saudarinya yang lain serta dua lelaki yang sarjana arsitek. APA yang membentuk perilaku dan visi politik Al-Zawahiri bukanlah latar belakang keluarga maupun pendidikan, tetapi lebih pada apa yang dirasakan sebagai pengalaman yang menggetarkan kesadarannya. Semua bermula dari penjara Turrah di Cairo. Bersama ratusan tahanan lain, yang ditangkap menyusul tewasnya Presiden Anwar Sadat, Al-Zawahiri mengalami penyiksaan yang mengerikan. Untuk pertama kalinya ia mengalami dan merasakan bentuk konkret apa yang selama ini hanya diketahuinya dalam bentuk verbal, yakni kezaliman dan kepalsuan demokrasi. Di penjara, pengembaraan spiritualnya sampai pada satu aksioma, keadilan hanya ditemukan dalam hukum yang diturunkan Allah. Dalam bukunya, Al-Sharq al-Awsat (2001), yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Knights Under the Prophet�s Banner, Al-Zawahiri menulis, para tahanan digunduli dan ditelanjangi pada saat pemeriksaan dimulai. Tangan mereka diikat ke belakang, kemudian dipukul dengan benda keras, kabel listrik, dan disetrum. Bentuk penyiksaan yang lebih berat adalah ketika tahanan digantung dengan mengikat kedua tangan ke atas. Setelah itu, anjing galak yang sengaja dibuat lapar dilepas di ruang tersebut. Kematian menjadi hal lumrah di situ. "Esensi penyiksaan adalah penghinaan atas martabat seseorang sebagai manusia. Itu sebabnya hukuman mati jauh lebih terhormat dibanding penyiksaan," tulis Al-Zawahiri. Menurut teman dan keluarganya, perangai Al-Zawahiri berubah total sejak menjalani hukuman di penjara Turrah itu. Ia bukan Al-Zawahiri yang dulu ramah dan lembut, tetapi pemberang, yang melihat segalanya hitam atau putih, kawan atau lawan. Di penjara, Al-Zawahiri kerap terlibat perdebatan dengan Sheikh Omar Abdel Rahman, pemimpin spiritual Al-Gama�a al-Islamiyya, yang sekarang mendekam di penjara AS, berkaitan dengan kasus peledakan bom di World Trade Center, New York, Februari 1993. Al-Zawahiri menyindir Abdel Rahman dengan mengatakan, menurut Sharia, seorang buta tidak boleh menjadi amir (pemimpin). Abdel Rahman yang memang buta menjawab dengan ketus, menurut Sharia, seorang narapidana tidak boleh menjadi amir. Hanya karena perbedaan pendapat pula, Al-Zawahiri dituding membunuh Abdullah Azzam, mentor Osama bin Laden dan pendiri Maktab al-Khadamat, biro pelayanan yang kelak menjadi Al Qaeda. Azzam tewas bersama dua anaknya di Peshawar, Pakistan, 24 November 1989. Hubungan Al-Zawahiri juga retak dengan Persaudaraan Muslim. Dalam bukunya, Bitter Harvest, ia mengkritik Persaudaraan Muslim sebagai pergerakan yang organisasinya tumbuh secara pesat, namun memutuskan bunuh diri secara politik dan ideologi. Banyak pakar menyebut Al- Zawahiri sebagai genius dalam strategi. Ketika Presiden AS George Walker Bush mengatakan perang (Irak) sudah berakhir (1/5/2003), Al-Zawahiri merilis pernyataannya, "perang Irak justru baru dimulai." Kekalahan AS ternyata akan jauh lebih cepat dari perkiraan semula. Al-Zawahiri pernah ke Indonesia tahun 2000. Ia sempat mengunjungi daerah konflik Ambon. Saat ini tidak ada yang tahu di mana ia berada walaupun Pemerintah Amerika Serikat menjanjikan hadiah 25 juta dollar AS atas penangkapannya. Sementara ia belum tertangkap, ribuan "Al-Zawahiri" baru bersiap-siap meramaikan pesta kekerasan. Mereka adalah produk penyiksaan oleh aparat negara. * ===== Mario Gagho Political Science, Agra University, India __________________________________ Do you Yahoo!? Win a $20,000 Career Makeover at Yahoo! HotJobs http://hotjobs.sweepstakes.yahoo.com/careermakeover ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM ---------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

