Sumber: Harian Tribun Timur Makassar
Jumat, 7 Mei 2004
 
          PMII Makassar Demo Gaya Teaterikal
Makassar, Tribun � Puluhan mahasiswa dari Pergerakan
Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang makassar Metro
berunjuk rasa dengan menggelar aksi teaterikal di
taman Jl Tol Reformasi, Kamis (6/5). Para mahasiswa
ini menggelar teater tentang peristiwa penyerbuan
aparat kepolisian di kampus Universitas Muslim
Indonesia (UMI) 1 mei lalu.
        Sebagian dari mereka berperan sebagai polisi yang
memukul kepala mahasiswa dengan pistol dan pentungan.
Mereka juga membawa keranda mayat symbol matinya
demokrasi di Indonesia. Aksi ini sempat memacetkan
arus lalu lintas karena menarik perhatian pengguna
jalan. 
        Para mahasiswa ini juga membacakan pernyataan
sikapnya atas beberapa insiden penembakan yang
melibatkan polisi di Sulawesi (Sulsel). Mereka
mencontohkan penembakan yang dilakukan oleh oknum dari
kesatuan Brigade Mobil (Brimob) di Dusun Sempoa Desa
Sarudu Kabupaten Mamuju Utara, Rabu (21/4) beberapa
waktu lalu.
        Mereka juga mengorek kembali penembakan masyarakat di
Kajang Kabupaten Bulukumba 21 Juli 2003 lalu, oleh
oknum aparat keamanan. Mahasiswa juga mengungkap
kembali penahanan diikuti penyiksaan mahasiswa pasca
penggusuran Karuwisi sejak 1996, 2003, dan 2004. Aksi
ini berlangsung tertib dan damai, tanpa insiden
berarti.

Korban Membaik
Sementara itu kondisi kesehatan korban penembakan
aparat, Polopadang dan Abdullah, semakin membaik.
Namun keduanya belum diizinkan pulang karena masih
harus menjalani pemeriksaan dan perawatan rutin.
        Dokter yang menangani keduanya, Franklin B
Gasperz, Rabu (5/6), di Rumah Sakit (RS) Ibnu Sina,
mengatakan kondisi kedua mahasiswa tersebut sudah
mulai stabil. 
        �Kondisi Polopadang sudah stabil kesadarannya semakin
membaik, kanya luka saja di kepalanya karena
terserempet peluru. Kemungkinan akan kita bersihkan
lagi yang kedua kalinya. Sedangkan Abdullah yang
terkena peluru di paha kirinya juga semakin membaik.
Dari foto yang kami lakukan terlihat peluru tidak
mengenai tulang,� katanya.

Kondisi Terakhir
Dari pantauan terakhir, kondisi sejumlah jalan-jalan
di Makassar yang sebelumnya ditutup mahasiswa telah
dibuka kembali. Selain itu bekas pembakaran ban juga
sudah bersih dari badan jalan, misalnya di depan
kampus UMI Jl Urip Sumohardjo dan Jl A Mangerangi di
depan Kampus STIEM Bungaya, dan Jl AP Pettarani di
depan Universitas Negeri Makassar.(lim) 




Sumber: Harian Fajar Makassar        
Jumat, 7 Mei 2004

       Aksi Teaterikal PMII Tolak Militerisme
Makassar � Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Makassar,
menggelar aksi unjuk rasa di perempatan Tol Reformasi
Makassar, kamis (6/5).
        Dalam aksi itu mereka mengemas dalam bentuk
teaterikal. Beberapa orang diantara mereka mengusung
sebuah keranda mayat, sebagai simbol �meninggalnya
moralitas aparat kepolisian� terhadap tindakan yang
dilakukan kepada mahasiswa maupun masyarakat.
        Sementara salah seorang pengunjukrasa lainnya diikat
dengan rantai berukuran cukup besar lalu ditarik,
ditendang dan dipukul, mengibaratkan mahasiswa dan
masyarakat diperlakukan layaknya seperti binatang. 
        Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Metro Makassar, Ahmad
Tamsil mengatakan, atas peristiwa pemukulan dan
penembakan yang dilakukan di Kampus UMI  1 mei lalu,
dan sejumlah kebrutalan yang dilakukan aparat
merupakan tindakan yang melanggar hak asasi manusia
(HAM).
        Sementara, Badan Permusyawaratan Mahasiswa (BPM)
Politeknik Kesehatan Masyarakat juga menggelar aksi di
Gedung DPRD, SulSel Kamis kemarin. 
        Dalam pernyataan sikapnya, yang diterima oleh
Tim Aspirasi DPRD SulSel, Arifuddin Saransi dan Drs
Asrullah, mereka menuntut kepada pemerintah untuk
mengusut pelanggaran HAM yang dilakukan aparat
kepolisian, serta mendesak pembentukan Panitia Khusus
Pansus) dalam menyelesaikan tragedy tersebut. Massa
yang tergabung dalam aksi damai ini, sebagian besar
kaum perempuan. 
        Tragedi 1 mei ini, menurut ketua BPM Poltekkes
Muh. Luthfi Alamsyah, merupakan kado istimewa bagi
Lembaga Pendidikan di Indonesia yang tengah merayakan
Hari Pendidikan Nasional. 
        Di tempat terpisah Pelopor Pemuda Kamtibmas
(PPK) dan Mahasiswa YPUP Makassar menyarankan semua
elemen masyarakat bahwa insiden tersebut harus
diakhiri sebelum seluruh komponen masyarakat mengutuk
kekerasan itu.
        Karena itu, PPK sangat menyayangkan pencopotan
Kapolda yang juga putra daerah Irjen Pol. Drs. Yusuf
Manggabarani. Menurut mereka selama ini Kapolda
merupakan orang yang sangat diharapkan sentuhan
kepemimpinannya untuk menegakkan hukum dan memperbaiki
mental dan perilaku aparat kepolisian. Apalagi, selama
ini Irjen Jusuf dikenal tegas dan mampu membaca
keinginan masyarakat yang diayominya.
        �Kita memang tidak pernah menduga akan hal
tersebut, kalau kita mau jujur kita sebagai orang
Bugis Makassar tidak menginginkan Jusuf Manggabarani
dicopot dari jabatannya,� ujar Tahir Rahman, ketua
Umum PPK.
        Di pihak lain Himpunan Mahasiswa YPUP Makassar
menyayangkan segala tindakan premanisme, anarkisme dan
represif dari aparat kepolisian terhadap mahasiswa
yang terjadi pada 1 mei lalu.
        Hal tersebut membuktikan bahwa aparat keamanan
seharusnya menjadi pengayom ternyata hanya mampu
melakukan tindakan-tindakan yang tidak bermoral dan
berprikemanusiaan.(bad-mat-sah-har-my)                
                          


        
        
                
Chat instantly with your online friends?  Get the
FREE Yahoo! Messenger http://uk.messenger.yahoo.com/


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke