http://www.gatra.com/artikel.php?id=36939

Samego: Waspadai Skenario Rusuh untuk Munculkan Militer

Surabaya, Kamis, 6 Mei 2004 10:00
Pengamat militer Dr Indria Samego mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai skenario 
kerusuhan di berbagai wilayah di Indonesia untuk memunculkan pandangan bahwa militer 
dibutuhkan dalam kepemimpinan nasional mendatang.

"Berbagai kerusuhan di berbagai wilayah Tanah Air dalam beberapa pekan terakhir 
mungkin saja merupakan skenario untuk menunjukkan bahwa militer lebih dibutuhkan 
daripada polisi," katanya di sela-sela menjadi juri dalam lomba tingkat nasional untuk 
mahasiswa di Surabaya, Kamis.

Di sela-sela lomba Presentasi Pemikiran Kritis Mahasiswa (PPKM) I-2004 yang diikuti 30 
peserta se-Indonesia di kampus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu, ia 
mengemukakan hal itu menanggapi kerusuhan di Maluku, Makassar, dan ledakan bom di Riau.

Menurut peneliti LIPI itu, jika kerusuhan semakin tak terkendali maka hal itu justru 
akan menjadi "pintu masuk" bagi militer untuk bermain di pentas politik.

"Karena itu, masyarakat jangan terprovokasi, sebab jika terpancing akan memunculkan 
apa yang disebut dalam teori konspirasi bahwa sipil tidak mampu dan hal itu akan 
menjadi momentum positif bagi militer untuk tampil ke permukaan," katanya.

Namun, katanya, pernyataannya itu bukan berarti dirinya menuduh Wiranto, SBY, dan 
petinggi militer lainnya berada di balik berbagai aksi kerusuhan di Tanah Air, karena 
hal itu mungkin saja dilakukan oknum militer untuk menguntungkan orang lain.

Senada dengan Samego, pengamat ekonomi Faisal Basri yang juga menjadi juri dalam PPKM 
I-2004 itu menegaskan bahwa membaik-tidaknya kondisi ekonomi di Indonesia tidak 
tergantung kepada sipil atau militer yang menjadi presiden/wapres mendatang.

"Membaik-tidaknya kondisi ekonomi itu justru bergantung kepada track record dari siapa 
capres yang tampil, apakah dia sering melakukan money politics, apakah dia nanti 
mengampuni Soeharto, apakah dia kelak mengancam kebebasan pers, dan seterusnya. Itu 
yang penting bagi masyarakat," katanya.

Ia menambahkan isu masalah HAM dalam bursa capres/cawapres itu "tidak laku" bagi 
masyarakat, karena masyarakat tidak ada urusan dengan HAM dan mereka menganggap bahwa 
HAM adalah urusan Amerika/asing, bukan urusan orang Indonesia. [Tma, Ant] 



[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke