masalahnya bukan terletak pada manusia tetapi pada suatu lembaga negara
yang menangani masyarakat dalam hal berbangsa dan bernegara.   Memang
mahasiswa salah dalam hal menyandera seorang polisi yang merupakan alat
negara, tetapi dari pihak kepolisian sebagai lembaga negara, cara
penanganannya yang perlu dipertanyakan adalah prosedurenya.

kepolisian sebagai lembaga tentunya mempunyai prosedure dalam setiap
penanganan permasalahan yang timbul dalam masyarakat, tentu menangani
penyanderaan mempunyai prosedure tertentu dibandingkan dalam prosedure
untuk mengantisipasi huru-hara.

jadi seandainya kalau prosedurenya sudah ada dalam menangani pembebasan
anggota polri yang disandera, maka kesalahan dapat ditimpakan kepada
anggota polisi yang bertugas dilapangan tetapi seandai  prosedure
penangannya tidak ada maka yang bertanggung jawab adalah pimpinan
kepolisian itu sendiri, mereka-mereka itulah yang harus ditangkap dan
diadili.

Apa lah artinya suatu lembaga yang sangat vital bagi suatu negara dalam
menegakan hukum dan undang-undang bisa bertindak tidak sesuai dengan
wataknya sebagai aparat yang  terdidik (tentu setiap polisi sebelum
diangkat menjadi anggota polisi terlebih dahulu harus lulus dalam suatu
pendidikan), saya pikir lebih baik polisi-polisi tersebut dididik kembali
atau pimpinan polisi itu yang harus diadili dan digantikan dengan pimpinan
yang tahu bagaimana menangani  penyanderaan tersebut.  Agar wajah hukum
diindonesia ini tidak terkesan sebagai hukum rimba.

salam
yb



Insya Allah ungkapan saya tadi dan yang saat ini saya sampaikan tanpa emosi
dan tidak ada maksud menyombongkan diri pernah jadi mahasiswa, cuma
nyampaikan pengalaman aja...

Yang saya sayangkan, memang aparat jelas bersalah mengangkangi hak otonomi
kampus. Dan sudah selayaknya mahasiswa yang 'menyandera' polisi di jalan
juga mendapat perlakuan yang manusiawi tidak lantas dikasari.

Maksud saya dari pernyataan dewasa disini adalah kan bisa saja polisi lebih
dewasa (setidaknya karena mereka terlatih secara fisik dan punya senjata)
untuk meminta rekannya yang disandera dengan lebih halus, bukan dengan
nembakin dan mukulin mahasiswa. Dan sikap dewasa juga dibutuhkan mahasiswa
ketika kenapa kok tindakan pembubaran aksi di KPUD berbuntut pada
penyanderaan alat negara, padahal bisa saja cara lain yang lebih elegan
yang
diambil. Apalagi mahasiswa itu lebih berpendidikan, secara akademis, dari
tamtama dan bintara polisi yang paling hanya lulusan SMA.

Dan saya yakin yang melakukan penyanderaan pada polisi itu adalah 'oknum
mahasiswa'. Bukan kemudian saya mencoba menyalahkan oknum, karena memang
oknum selalu menjadi kambing hitam dalam kejadian apapun (ada oknum polisi,
oknum pejabat, dan lain-lain)...hehehe.

Dan soal senjata masuk kampus, meskipun jarang dan mungkin tidak di semua
kampus. Ada juga (kembali saya katakan) 'oknum mahasiswa' yang kebetulan
bapaknya tentara atau polisi terus nenteng 'beceng' ke kampus sambil
petantang-petenteng. Jadi senjata di kampus bukan cuma yang dibawa alat
negara (saya kebetulan pernah liat yang satu ini).

Nah ini jelas-jelas butuh kedewasaan berpikir... kan enakan damai dan saya
sangat menyukai kedamaian....

Bagaimana menurut Mbak Ida...?

----- Original Message -----
From: Ida <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, May 04, 2004 12:57 PM
Subject: [ppiindia] Re: Duh....Polisi Indonesia!!


> salam,
> saya tidak akan membantah komentar Anda, setahu saya milis ini adalah
> ajang komunikasi dan bertukar pikiran...dan setiap orang jelas
> mempunyai pandangan berbeda dalam menyikapi satu masalah....dan bukan
> hanya Anda yg pernah jadi mahasiswa, kita2 disini pun mantan
> mahasiswa dan banyak yang masih berpredikat mahasiswa...jadi,
> berpikirkan dewasa tanpa emosi...
>
> setiap manusia memiliki sikap emosional, cuma ada manusia yg bisa
> menahan emosinya dan ada pula yang tidak, dan yg perlu diingat bahwa
> manusia pun memiliki kekurangan dari kelebihan yang mereka miliki.
> Tindakan suatu golongan masyarakat pasti ada sebabnya, tidak ada akan
> terjadi begitu saja. Mahasiswa bukan masyarakat awan, mereka
> masyarakat intelek dan juga tahu politik...jadi apa yang mereka
> lakukan pasti ada penyebabnya. Soal mahasiswa yg kurang perhitungan,
> itu bisa saja, tapi tindakan aparat yg 'brutal' juga tidak
> dibenarkan. Mereka jelas telah terlatih, punya berbagai macam
> strategi, kok harus melawan mahasiswa dengan cara keras seperti
> itu..Kenapa senjata bisa masuk kampus...
>
> wassalam,
> id
> --- In [EMAIL PROTECTED], "Deden Wahyudiyanto" <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> > Wah bukannya saya membela polisi neh, cuma saya rasa tindakan
> polisi untuk
> > kasus UMI bisa saja merupakan tindakan emosional dari sifat
> manusiawinya
> > (polisi kan tetap juga manusia). Apalagi dipicu oleh pembakaran
> atribut
> > militer, yang bagi sebagian kalangan militer bisa saja itu merupakan
> > penghinaan. Malah mahasiswa saja untuk alasan yang lebih tidak
> prinsipil,
> > rebutan perempuan misalnya, bisa berbuntut tawuran antar kampus
> bahkan antar
> > jurusan. Apalagi militer yang untuk dapat pangkat atau lolos dari
> satu ujian
> > kadang berisiko kehilangan nyawa.
> >
> > Mungkin kalau tidak ada polisi yang disandera mahasiswa UMI, polisi
> tidak
> > akan sebrutal itu. Karena seingat saya waktu jadi mahasiswa dulu,
> kadang
> > mahasiswa suka kurang perhitungan dalam bertindak tidak jarang
> berbuntut
> > suatu kekonyolan.
> >
> > Jadi yang diperlukan, menurut saya neh dan silakan dibantah kalo ga
> suka,
> > untuk mencapai Indonesia yang lebih baik itu perlu pikiran yang
> dewasa. Jadi
> > siapa pun harus dewasa, baik aparat maupun mahasiswa sebagai alat
> kontrol.
> >
> > Demokrasi adalah mainan orang dewasa, jadi kalau belum bisa menjadi
> orang
> > dewasa ga usah ikut main demokrasi. Apalagi mudah orang menjadi tua
> tapi
> > tidak mudah untuk menjadi dewasa.
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: Ida <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: <[EMAIL PROTECTED]>
> > Sent: Tuesday, May 04, 2004 11:11 AM
> > Subject: [ppiindia] Duh....Polisi Indonesia!!
> >
> >
> > > salam
> > >
> > > Duh...polisi Indonesia kumaha euy!...belum lagi SBY, capres yg
> > > purnawirawan TNI itu duduk di istana, para polisi yg juga abdi
> negara
> > > itu banyak pula tingkahnya...Gimana kalo SBY sudah duduk tenang
> yah,
> > > jangan2 para aparat tersebut (polisi, TNI) makin "mbandel",
> kenapa?
> > > ya karena bapaknya sudah jadi penguasa negeri ini...
> > >
> > > Mereka yg seharusnya melindungi dan mengayomi, kok makin berulah
> dan
> > > bikin resah...Sebelum kasus UMI (Makassar,) di jakarta ada aparat
> > > yang salah tangkap. kejadiannya menimpa seorang karyawan metro TV
> yg
> > > kebetulan pulang malam...Nia 'nama samaran' langsung disergap,
> > > diseret dan didalam mobil dipukul dan tangannya dibakar korek
> > > api...sedih gak sih! gimana kalo kejadian itu menimpa kita...
> > >
> > > peace-lah,
> > > id
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
> **********************************************************************
> *****
> > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
> Indonesia
> > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
> > >
> >
> **********************************************************************
> *****
> > >
> ______________________________________________________________________
> ____
> > > Mohon Perhatian:
> > >
> > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> otokritik)
> > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
> dikomentari.
> > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> > > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> > > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > > Yahoo! Groups Links
> > >
> > >
> > >
> > >
>
>
>
>
>
***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
>
***************************************************************************
>
__________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links











------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com.  Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke