SURAT DARI PARIS:

LAGI SEORANG PIMPINAN MESJID PARIS AKAN DIKELUARKAN DARI PERANCIS

Setelah  peristiwa V�nissieux, di mana Abdelkader Bouziane, imam salfis, pada tanggal 
21 April diusir keluar oleh Kementerian Dalam Negeri Perancis untuk kembali Aljazair, 
negeri asalnya, minggu ini adalah giliran Midhat Guler, presiden Asosiasi Islam di 
Perancis [l'Association islamique en France, AIF], sejak tahun 1988 sekaligus menjadi 
penanggungjawab mesjid di Paris 11,  yang menanti detik-detik pengusiran. Sabtu 1 Mei 
lalu,  Midhat G�ler telah ditangkap dan ditahan di Rumah Tahanan Administratif oleh 
pihak kepolisian. "Midhat G�ler adalah penanggungjawab gerakan eksrimis Turki [dari 
gerakan Kaplanci -- JJK] yang menempuh jalan kekerasan dan terorisme", demikian 
Menteri Dalam Negeri Perancis, Villepin, menjelaskan alasan penangkapan dan penahanan 
[ Harian Le 20 Minutes, Paris, 3 Mei 2004]. G�ler [45 tahun] sebenarnya sudah mendapat 
keputusan dikeluarkan  dari Perancis sejak 30 Maret lalu. Kepada pemerintah Perancis 
ia telah mengajukan permintaan sebagai suaka politik dan oleh l'Office fran�ais de 
protection des refugies et apartrides [l'Opfra], lembaga khusus Perancis yang 
menangani masalah permintaan suaka politik, masalah G�ler telah dijadikan prioritas.  

Mesjid 33, Cit� industrielle, kawasan industri, sejak bertahun-tahun telah  menjadi 
perhatian pihak kepolisian oleh khotbah-khotbah radikal yang diberikan. G�ler memang 
tidak memberikan khotbah, tetapi justru di bawah pimpinan G�ler lah para imam 
memberikan khotbah-khotbah anti Yahudi, anti negeri-negeri Barat dan seruan jihad.  
Sejak tahun 1996  tiga imam mesjid ini telah diusir dari Perancis sedangkan imam 
keempat dengan keputusan gubernur telah dibawa keluar perbatasan Perancis. Midhat 
G�ler, pada bulan Mei 2003 telah dipanggil oleh pihak Brigade Kriminal  untuk 
diperiksa sehubungan dengan khotbah seorang Perancis, Zafar Malik yang telah jadi 
buruan polisi Paris, di mesjid 33. Sekalipun telah mengalami bermacam bentuk 
peringatan,  G�ler masih saja melanjutkan khotbah-khotbah radikal serupa melalui para 
imamnya, seperti yang dilakukan oleh imam Omer �zt�rk pada awal  Oktoer 2003 . Pada 31 
Desember 2003 akhirnya Omer �zt�rk dikeluarkan dari Perancis.

Gerakan Kaplanci adalah sempalan dari Gerakan Islamis Turki, Milli G�r�s. Didirikan 
pada tahun 1983 oleh Mufti Adana, Cemalletine Kaplan, yang meninggal di Jerman dalam 
tahun 1995. Cemalletine Kaplan selalu mengkhotbahkan pembangunan kalifah [califat] dan 
aksi kekerasan. Setelah Camalltine Kaplan meninggal, sejak Nopemer 2000, kedudukannya 
diambilalih oleh puteranya, Metin Kaplan yang sedang berada dalam penjara D�sseldof 
karena memerintahkan pembunuhan lawannya, Halil Ibrahim Sofu pada tahun 1997 di 
Berlin. 

Di Perancis, dalam proses pemilihan Conseil Fran�ais  du Culte Musulman, CFCM [Dewan 
Perancis Agama Musliman] , ruang ibadah Kaplanis yang erjumlah puluhan, telah 
disendirikan. Dalam pertemuan dengan ketua-ketua Dewan Rejional Agama Islam [Conseils 
R�gionaux du Culte Musluman, CFCM], pada 1 Mei 2004 , Menteri Dalam Negeri Perancis, 
Villepin mengatakan "pengusiran individu-individu [yang diyakini oleh Menteri] 
melakukan hubungan erat dengan gerakan teroris" [Harian Le Monde, Paris, 04 Mei 2004]. 
"Ancaman terlalu berat untuk bisa kita terima, baik bagi Anda sekalian maupun bagi 
saya sendiri, paling tidak ancaman dari orang-orang ini.  Karena itu saya telah 
melakukan dua  pengusiran terhadap orang-orang yang mengaku diri seagai imam tapi 
mengkhianati pesan perdamaian yang Anda sekalian adalah para pengembannya", tambah 
Menteri Villepin [Harian La Croix, Paris, 3 Mei 2004; Harian Le Monde, Paris, 4 Mei 
2004]. Pada kesempatan ini juga, Menteri Dalam Negeri, Dominique de Villepin 
menyampaikan harapan kepada penduduk Musliman agar bertindak sebagai "orang Islam yang 
bertanggungjawab dan menghormati nilai-nilai Republik". "Anda sekalian adalah acuan 
dalam  mewujudkan Islam yang bertanggungjawab dan nilai-nilai Republik", ujar 
Villepin. Ditandaskan juga oleh Menteri bahwa baginya yang mendesak sekarang dalam 
masalah keagamaan, khususnya Islam di Perancis terdapat  tiga masalah yaitu pendidikan 
imam, rokhaniwan untuk penjara-penjara, kemudian lebih-lebih masalah pelaksanaan 
penggunaan "tanda-tanda agama". Tentang masalah yang terakhir ini, Menteri tidak 
mengatakan sesuatu apapun  yang baru kecuali menyatakan perhatian khususnya dan 
mengharapkan untuk melaksanakannya bisa berlangsung "kerja dialog" antar pihak-pihak 
terkait.  

Ketika kembali membicarakan soal pengusiran imam-imam, Villepin menggarisbawahi lagi 
bahwa "Sikap tegas terhadap yang menganjurkan kekerasan merupakan jaminan terbaik 
untuk melakukan praktek ibadah Musliman" [[Harian Le 20 Minutes, Paris 3 Mei 2004]. 
Tidak menutup kemungkinan terjadinya kembali kegiatan teroris yang pernah merenggut 
dan melukai nyawa ratusan orang, Kementerian Dalam Negeri Perancis meningkatkan 
tindakan-tindakan preventif, antara lain dengan pengusiran-pengusiran imam yang 
dinyatakan terlibat dan mempunyai hubungan dengan organisasi teroris serta 
menganjurkan tindak kekerasan. Dalam hubungan ini pula di berbagai tempat publik 
ditempelkan peringatan dan anjuran segera melaporkan segala hal yang mencurigakan 
kepada pihak keamanan. Keranjang-keranjang sampah umum ditutup rapat dan digantikan 
dengan plastik atau lembaran karton. Berbeda dengan masa kaum teroris melempar dan 
memasang bom di berbagai tempat umum, polisi lalulalang di jalan-jalan, stasiun dan 
lain-lain, kalau masuk toko, museum, perpustakaan, dan lain-lain diperiksa ketat, 
sekarang, hal demikian tidak lagi dilakukan, tapi tidak berarti  pengawasan berkurang, 
kewaspadaan dikendorkan.  Untuk memahami masalah ini secara obyektif dan nalar, para 
akademisi pun aktif melakukan berbagai macam studi dan penelitian dari berbagai 
pendekatan.***

Paris, Mei 2004.
----------------
JJ.KUSNI 

Catatan:
Foto terlammpir adalah foto di Mesjid 33 di mana, Paris 11, di mana Midhat G�ler 
menjadi penanggungjawabnya.


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke