http://www.suarapembaruan.com/News/2004/04/30/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 
--------------------------------------------------------------------------------

Pengalaman Pahit Bung Karno
Oleh Odam 

ONJANG-GANJING pemilihan umum presiden yang mengarah ke sikap saling tuding atas 
kelemahan masing-masing calon makin semarak terbaca di berbagai media massa. Semua 
calon mengakui kehebatannya masing-masing dengan menyatakan mereka bisa membawa 
seluruh rakyat Indonesia untuk hidup adil dan makmur. Tidak ada satu pun calon yang 
mau mengakui kelemahannya sehingga perlu mendapat respons dari masyarakat sebelum 
mereka memimpin negeri ini. 

Mengamati situasi prapemilihan presiden yang calonnya mengaku serbapunya kehebatan 
itu, mengingatkan akan cerita seorang kawan pemain tenis meja asal Surabaya. Ketika 
berusia 10 tahun ia sudah dikenal kawan-kawan di sebuah sekolah dasar (dulu sekolah 
rakyat/SR) di Surabaya tahun 1950-an, ia mendapat tawaran untuk bertanding dengan 
kakak kelasnya. Tawaran itu diterima, tapi ia kemudian berusaha menjatuhkan kakak 
kelasnya itu dengan permainan licik. 

Pengalaman permainan tenis meja itu kemudian menyadarkannya bahwa perbuatan yang 
kurang sportif dan tidak terpuji sama sekali tidak baik. Sama ketika Bung Karno 
diingatkan oleh rekan-rekannya "Jangan musuhi orang kampungan." 

Seperti diketahui, di akhir tahun 1966, Bung Karno (BK) dituntut pertanggungjawaban 
atas pil Nawaksara oleh sekelompok orang, antara lain tim yang membuat konsep Nasakom, 
Usdek, Manipol dan lain-lain. Tuntutan itu dilakukan di depan sidang MPRS dan akhirnya 
pil Nawaksara itu ditolak. Dari peristiwa tersebut dapat kita lihat orang-orang yang 
dulunya setia kepada BK bisa berbelok 180 derajat dan mencari keselamatan sendiri, 
kemudian memosisikan dirinya menjadi pahlawan dengan melakukan perlawanan terhadap BK. 


Mengambil Alih Kekuasaan 

Menjelang sidang tanggal 11 Maret 1967, orang-orang yang pernah menjatuhkan dan 
menyerang BK, kembali merekayasa suatu kegitan lewat sekelompok Ormas, Orpol untuk 
mengambil alih kekuasaan dan menjatuhkan BK dari puncak kekuasaan negara. Mereka 
adalah sejumlah anggota militer maupun sipil yang pernah mendapat pengampunan dari BK, 
baik yang kini masih hidup atau yang sudah berada di Taman Makam Pahlawan Kalibata. 
Orang-orang inilah yang kemudian berbelok ke kubu lain yang kemudian memfitnah BK dan 
ikut menuntut BK supaya dicopot serta di Mahmilub-kan. 

Dan ada di antara pembelot itu dari dari profesi wartawan. Karena kepintaran 
berdiplomasi, oleh BK pembelot tersebut diorbitkan menjadi menteri. Tapi di tengah 
perjalanan, pejabat tersebut dituduh melakukan KKN oleh masyarakat, namun dengan jiwa 
besar BK masih tetap memberinya kesempatan untuk menjabat Menteri Kabinet. 

Pada saat kritisnya rekayasa oleh sejumlah orang atau kelompok yang anti-BK, Majelis 
Pemusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) mengadakan sidang tanggal 11 Maret 1967. Pada 
waktu itu sejumlah wartawan bertanya: seandainya BK tidak menerima hasil sidang MPRS, 
apakah Presiden selaku Mandataris MPRS berhak atau tidak membubarkan sidang MPRS? 
Menteri yang bekas wartawan itu menjawab: "Saya mengakui BK berhak membubarkan MPRS 
akan tetapi bila BK melakukan tindakan tersebut sama saja dengan bunuh diri". 

Kemudian Menteri itu menawarkan kepada BK agar beliau mau menerima uang US$ 5,000,000 
dan istirahat di luar negeri. Begitulah kiranya sikap dan tingkah laku orang-orang 
yang dulu pernah mendapatkan kebaikan dari BK dan kemudian membalasnya dengan cara 
yang kurang terpuji. 

Hasil sidang MPRS 1967, menetapkan kondisi BK kurang sehat sehingga beban tugas 
sebagai Presiden dijabat Jenderal Soeharto. Soeharto bertugas melaksanakan 
Pemerintahan dan menjaga serta mengamankan ajaran BK serta memperlakukan Pemimpin 
Besar Revolusi Bung Karno sebagai layaknya seorang Presiden. Namun kenyataannya 
tidaklah demikian. Dengan alasan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan Bung Karno, 
BK dilarang menemui tamu siapa pun tanpa seizin dari yang berkuasa. 

Jika saja semua pemimpin kita pada waktu itu mau berjiwa besar dan merenungkan semua 
jasa BK yang telah berjuang mengembalikan Irian Barat ke wilayah kesatuan RI, mereka 
tidak akan berbuat sekejam itu. Tapi itulah kenyataan yang dialami oleh BK yang pernah 
berkongsi dengan negara-negara besar, antara lain Uni Soviet di bawah pemerintahan 
Perdana Menteri Krouschev dan Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden John F 
Kennedy. Kedekatan BK dengan pemimpin-pemimpin dunia itu membuat tidak banyak 
pertumpahan darah ketika pengembalian Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi berakhir 
sukses dan gemilang. 

Ketidakbesaran hati pengkhianat BK bukan itu saja, tapi juga terlihat sebagaimana 
pernah diceritakan oleh Alm. Laksda Suyatno, eks Pangdamar IV Jawa Timur. Almarhum 
dituduh sebagai banteng Orde Lama. Mendengar tuduhan itu, besoknya beliau datang ke 
Universitas Airlangga Surabaya untuk memberikan ceramah masalah Pancasila. Beliau 
mengatakan, "Saya memang Soekarnois dan Orla, maksudnya Orde Laut bukan Orde Lama. 
Dasar negara kita adalah Pancasila tetapi kita juga harus mengetahui siapa penggali 
Pancasila itu, "katanya. 

Gara-gara perkataan itu, beliau langsung dituduh sebagai pendukung PKI. Saat masih 
memangku jabatan selaku Pangdamar IV berulang kali beliau dipanggil ke Kopkamtib untuk 
diadakan pengusutan. Selanjutnya selaku Pangdamar, ia tidak diperkenankan untuk tampil 
di depan umum dan hanya menjalankan tugas di lingkungan Kodamar, dan pada tahun 1969 
jabatan tersebut diserahterimakan kepada Laksda M. Subarkah. 

Pada waktu BK wafat, Laksda Suyatno mengantar jenazah sampai ke pemakaman di Blitar, 
Jawa Timur. Malamnya ia sempat diskusi mengenai pemimpin-pemimpin dunia. Waktu itu ia 
mengatakan, ketika Presiden AS Roosevelt meninggal, pelayatnya tidak lebih dari 20.000 
orang. Sementara ketika Presiden Kennedy meninggal hanya 100.000 ribu orang pelayat. 
Tetapi ketika BK meninggal, bukan hanya 100.000 orang yang melayat, tapi jutaan orang 
yang mengantar jasad BK ke tempat peristirahatannya yang terakhir di Blitar, Jawa 
Timur, walaupun beliau berstatus sebagai tahanan politik sejak tahun 1967. Setelah 
wafat barulah beliau mendapat gelar sebagai Bapak Proklamator dari Pemerintah RI. 

Alm. Suyatno menganalisis, pada abad 20 ini tidak ada satu orang pemimpin dunia pun 
yang dapat menyamai dan bersaing dengan Pemimpin Besar kita ini. Kata Alm. Suyatno: 
"Saya selalu ingat BK tidak mengenal apa yang dinamakan KKN dan sebenarnya BK juga 
tahu ada sekelompok orang yang ingin menjatuhkan kepemimpinannya". Beliau juga tahu 
bahwa sidang MPRS 1967 hasilnya akan mengakhiri masa kepemimpinanannya. Dalam hal ini 
karena BK sejak muda sudah berjuang untuk Bangsa dan lebih memilih mengorbankan diri 
sendiri. 


Tidak Terulang 

Pengalaman pahit BK di masa yang lalu itu itu diharapkan tidak terulang lagi terhadap 
para pemimpin bangsa di masa akan datang, khususnya terhadap calon Presiden pada 
Pemilu 2004. Para pemimpin bangsa agar bisa mencontoh dan mempelajari ajaran Pemimpin 
Besar Bapak Proklamator Bung Karno demi kejayaan bangsa dan negara. 

Sebagai salah seorang calon, Presiden Megawati Soekarnopoetri selama ini memilih diam, 
mungkin dengan diam ada baiknya sebab seorang pemimpin bila terlalu banyak bicara, 
bisa menimbulkan ''virus'' sehingga mengganggu kesehatan dan mengakibatkan dolar naik. 
Namun diam-diam Mbak Mega menjalankan aktivitasnya dengan membuktikan kondisi ekonomi 
yang stabil, kerusuhan-kerusuhan yang terjadi di wilayah kekuasaan RI dari Sabang 
sampai Merauke pun berangsur-angsur dapat reda dan tercipta suatu kondisi yang 
kondusif. 

Demikian juga Provinsi Aceh berangsur-angsur dapat diselesaikan. Untuk dukungan 
diplomasi antarnegara-negara ASEAN, Asia, Australia, Afrika, Amerika dan Eropa pun 
terbina dengan baik. Adapun tuduhan yang selama ini dilamatkan kepada Mbak Mega bahwa 
beliau adalah antek Amerika bahkan para pejabat yang pernah berada di Kabinet beliau 
juga melontarkan ketidaksetujuannya dengan kebijaksanaan yang diambil oleh mbak Mega. 

Seharusnya Mbak Mega memberikan jawaban yang jelas dan tepat agar rakyat Indonesia 
tahu dan dapat menilai apa yang selama ini sudah dilaksanakan sehingga tidak 
menimbulkan pemikiran yang negatif. 


Penulis adalah pemerhati masalah sosial politik. 



--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 30/4/04 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com.  Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke