Bung Mario,




Diskriminasi terhadap warga turunan Tionghoa, dan bukannya Arab atau India, oleh 
"pribumi" bukan hanya di Indonesia. Rupanya ini juga terjadi di negara tetangga kita 
Malaysia seperti yang ditulis oleh V.S. Naipul didalam bukunya Among Believers yang 
diterbitkan kalau tidak salah awal 1980 an.  

Salah satu dari pengalamannya di Malaysia adalah pembicaraannya dengan seorang 
mahasiswi Melayu.  Mahasiswi Melayu ini merasa bahwa kaum immigran (yang dimaksud 
adalah Chinese) me monopoli ekonomi negaranya. Mereka (orang non imigran, yaitu 
pribumi/Melayu) ketinggalan.  Dia juga mengatakan bahwa orang Melayu malas.  Menurut 
dia, jika tidak ada orang Tionghoa di negaranya, maka orang Melayu akan menjadi 'good 
business people'.

Sesudah ditanya selanjutnya oleh Naipul, ternyata keluarga mahasiswi tsb. baru pindah 
dari p. Jawa sebelum perang dunia ke II meskipun dia sendiri lahir di Malaysia. 
Sedangkan orang2 Tionghoa di Malaysia  banyak sekali yang sudah tinggal di sana 
ratusan tahun.  Jadi siapakah yang lebih "pribumi', mahasiswi tsb. atau orang Tionghoa 
yang keluarganya sudah ratusan tahun tinggal di Malaysia?

Di Indonesia rupanya perasaan seperti itu antara lain karena, didalam perkiraan 
mereka, orang2 turunan Tionghoa bersifat eksklusif, seperti " sekolah khusus cina, 
ngomong pake bahasa cina (khususnya di medan), gak mau kawin sama non-cina, gak mau 
pacaran dg non-cina (umumnya), dan cenderung arogan".

Orang2 turunan Arab/Timur Tengah di negara2 Barat pun banyak yang mempunyai sekolah 
mereka sendiri, putra putrinya dilarang pacaran dengan yang non Arab/Timur Tengah, 
dll, meskipun mereka diterima dengan tangan terbuka di masyarakat Barat.  Tidak ada 
diskriminasi.  Mungkin saja ada perorangan yang men diskriminasi terhadap orang bukan 
Barat, tetapi itu bukan 'policy' pemerintah atau sebagian besar masyarakat di negara2 
Barat.

Mungkin kita perlu belajar dari penduduk negara Barat tsb. mengenai toleransi.  Atau 
penduduk Indonesia yang lain perlu belajar dari penduduk Indonesia bagian Timur untuk 
hidup tanpa diskriminasi. Semoga.



amartien.









--- On Sun 05/02, Mario Gagho < [EMAIL PROTECTED] > wrote:





From: Mario Gagho [mailto: [EMAIL PROTECTED]

To: [EMAIL PROTECTED]

Date: Sun, 2 May 2004 11:07:05 -0700 (PDT)

Subject: Re: [ppiindia] Ariel Heryanto: SKBRI (aku wni keturunan orangutan) jgn lupa 
TKW..



tulisan ariel sangat menarik dg bahasa ringan khas

kolom.. membuat kita tidak berhenti membaca sampai

kalimat terakhir.



tulisan2 ttg persoalan "kecil" yg jarang diekspos

semacam ini memang sangat2 diperlukan dalam rangka

semakin mengingatkan kita2 sebagai rakyat, kita2

sebagai calon pejabat/aparatur negara dan kita2

sebagai pejabat itu sendiri, bahwa bangsa kita masih

banyak diselimuti masalah2 power abuse, rasisme dan

diskriminasi. 



terus terang saya senang dg pendekatan

sosiologis/antropologis gaya ariel haryanto dalam

melihat sebuah problema sosial masyarakat daripada

mereka yg selalu cenderung memakai pendekatan

keagamaan (dalam arti agama yg dipeluk sang pelaku

kejahatan yg dipersalahkan/dibenarkan). dan saya kira

pendekatan gaya ariel inilah yg jauh lebih tepat.

karena seperti kita tahu, individu dan masyarakat

hidup dan bersikap dipengaruhi oleh, pertama,

adat/kultur bukan oleh agama. ini artinya kebanyakan

sikap refleks kita -- dalam hal ini rakyat indonesia

--adalah dipengaruhi oleh kultur/bawaan keseharian.

bukan oleh doktrin agama yg kita peluk.



termasuk dalam hal ini sikap diskriminatif kalangan

'pribumi' baik yg birokrat maupun yg rakyat biasa

terhadap 'wni keturunan' sebenarnya tak terlepas dari

bawaan/kultur yg kita bawa secara turun-temurun dari

nenek-moyang kita yg 'se-almameter' dg penjajah

belanda; begitu ulasan ariel yg juga saya sepakati.



akan tetapi, dalam konteks diskriminasi yg dilakukan

oleh rakyat pribumi non birokrat terhadap warga

keturunan cina tampaknya ada hal2 lain yg belum

disinggung atau sengaja tidak disinggung oleh ariel:

pertama, sikap keturunan cina sendiri cenderung

eksklusif -- sekolah khusus cina, ngomong pake bahasa

cina (khususnya di medan), gak mau kawin sama

non-cina, gak mau pacaran dg non-cina (umumnya), dan

cenderung arogan.



kedua, warga pribumi sendiri yg suka iri dan dengki --

ciri khas tipe pemalas tapi bernafsu besar -- jadi

punya alasan untuk memusuhi kelompok keturunan cina. 



satu hal lagi yg saya merasa aneh, di indonesia wni

keturunan itu bukan hanya cina tapi ada juga arab dan

india. tapi mengapa kesannya kok turunan cina yg

selalu banyak mengeluh dan juga sering kena "makan"

para birokrat dan kena korban rasisme pribumi?



persoalan kedua, soal diskriminasi wni keturunan bisa

terekspose karena kebetulan ada "para tokoh yg

menggondol medali, seperti susi-alan" sekarang siapa

yg akan mengespose bentuk diskriminasi lain seperti

diskriminasi perlakuan atas TKW yg biasa kena kompas

di bandara dan di mana2? saya kira soal TKW lebih

sulit terekspos krn kecil kemungkinan ada TKW yg akan

dapat medali emas di olimpiade...



salam summer,

















--- Budhisatwati KUSNI 

wrote:

> KOMPAS, Minggu, 02 Mei 2004

> [Asal Usul]

> 

> SKBRI

> 

> Ariel Heryanto

> 

> 

> "Jelek-jelek begini, saya orang Indonesia. Saya

> warga negara Indonesia.

> Dan yang paling penting, saya punya bukti resmi dan

> sah yang saya simpan

> di rumah. Namanya SKBRI."

> 

> Hasilnya, bisa ditebak. Urusan Enin jadi tambah

> panjang dan rumit. Maklum,

> ucapan Enin ada benarnya. Diabaikan, sulit.

> Dibantah, apalagi.

> 

> MENURUT sejarah, penghuni paling awal di kawasan

> Nusantara ini adalah

> mereka yang berambut keriting dan berbadan tegap di

> bagian timur wilayah

> yang sekarang disebut Indonesia. Semestinya, kalau

> diucapkan dalam bahasa

> Orde Baru, mereka itulah "pribumi". Tetapi, justru

> di wilayah Indonesia

> Timur ini toleransi antar-ras justru lebih cantik

> dan beradab. Juga yang

> menyangkut minoritas Tionghoa.

> 

> Baru sekitar lima ribu tahun lalu bagian sebelah

> tengah dan barat

> kepulauan Nusantara dihuni oleh gelombang migrasi

> penduduk dari wilayah

> selatan dan timur yang dalam bahasa Orde Baru

> disebut "negeri China".

> Justru anak-cucu para pendatang penduduk berambut

> lurus ini yang pada abad

> ke-20 merasa paling "pribumi". Mula-mula diajar

> berpikir begitu oleh

> bangsa Eropa. Setelah kolonialisme, ke-pribumi-an

> mereka dianggap kodrat

> alam dan biologis. Di wilayah barat dan tengah Tanah

> Air masalah rasialis

> menggebu-gebu di antara penduduk yang

> nenek-moyangnya punya asal-usul

> serumpun.

> 

> Di berbagai negara modern, kewarganegaraan merupakan

> sebuah status

> terhormat dengan jaminan hak dan perlindungan hukum.

> Di Indonesia bagian

> barat kewarganegaraan justru menjadi semacam alat

> diskriminasi atau

> stigma. Mirip dengan julukan "Eks-tapol". Di wilayah

> ini, yang disebut

> "WNI" adalah minoritas ras yang justru tidak atau

> kurang mendapatkan hak

> sipil dan perlindungan hukum dari negara. Menjadi

> "WNI-WNI" artinya

> menjadi obyek pelecehan hukum dan obyek pemerasan

> birokrat negara.

> 

> Jadi, penduduk mayoritas yang lain bukan "WNI"?

> Bukan. Status mereka lebih

> istimewa, yakni "pribumi". Status ini bikinan

> kolonial Eropa untuk

> merendahkan sebuah ras di tanah jajahan. Setelah

> kolonialisme, status

> kolonial itu dikembangbiakkan negara merdeka, justru

> untuk memuliakan ras

> yang sama.

> 

> Pribumi dianggap WNI (tanpa tanda kutip) secara

> alamiah. Jadi, tidak perlu

> lewat prosedur peradaban modern, yakni hukum. Jadi,

> tak perlu SKBRI. Di

> sini kewarganegaraan dianggap semacam takdir, alami

> seperti halnya iklim,

> juga flora dan fauna tropis.

> 

> DISKRIMINASI di negeri tercinta ini tidak hanya di

> antara ras yang

> berbeda. Mereka yang digolongkan sebagai "WNI

> keturunan" masih

> dipilah-pilah lagi menurut kelas sosialnya. Yang

> kelasnya lebih tinggi

> dianggap "lebih Indonesia". Kaum jelata dan papa

> dianggap "kurang

> Indonesia".

> 

> Hal itu terungkap dalam berbagai diskusi tentang

> diskriminasi rasial. Ada

> kebiasaan salah kaprah. Orang-orang "top" semacam

> Susi Susanti, Kwik Kian

> Gie, Ong Hok Ham, Nano Riantiarno, Dede Oetomo, atau

> Soe Hok Gie

> (almarhum) disebutkan sebagai contoh-contoh "WNI

> keturunan" yang "tidak

> perlu diragukan ke-Indonesia-annya".





=====

Mario Gagho

Political Science,

Agra University, India









__________________________________

Do you Yahoo!?

Win a $20,000 Career Makeover at Yahoo! HotJobs 

http://hotjobs.sweepstakes.yahoo.com/careermakeover 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->

Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark

Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.

http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511

http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM

---------------------------------------------------------------------~->



***************************************************************************

Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru

***************************************************************************

__________________________________________________________________________

Mohon Perhatian:



1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)

2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.

3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 

4. Posting: [EMAIL PROTECTED]

5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]

6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]

7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]



Yahoo! Groups Links








_______________________________________________
No banners. No pop-ups. No kidding.
Make My Way your home on the Web - http://www.myway.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com.  Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke