Suara Karya
15/5/2004

            Wiranto Mendapat Simpati Advokat 


            JAKARTA (Suara Karya): Setelah terus-terusan diserang soal dugaan 
pelanggaran HAM, capres Partai Golkar Wiranto mulai mendapat simpati. Kemarin, 
sejumlah advokat yang tergabung dalam Komite Advokat Peduli HAM (KAPHAM) mengingatkan, 
membangun upaya penegakan HAM tidak boleh dengan cara-cara yang cenderung melanggar 
HAM, yakni dengan menghujat, menghakimi dan memvonis seseorang. 

            "Penegakan HAM jangan sampai terjebak pada upaya penggunaan isu HAM untuk 
menjatuhkan dan membunuh karakter seseorang, yang dampaknya akan membunuh karakter 
bangsa Indonesia secara keseluruhan," kata Ketua KAPHAM Wawan Iriawan SH di Wisma 
Nusantara, Jakarta, kemarin. 

            Menurut dia, sepintas tuntutan penegakan HAM lewat demonstrasi dan 
pernyataan sikap adalah positif. Tapi, lanjutnya, bila dicermati secara lebih 
mendalam, upaya atau gerakan itu mengarah atau memiliki tendensi untuk melakukan 
pembunuhan karakter kepada figur yang ingin menjadi calon presiden, karena cenderung 
menghakimi dan memvonis bahwa figur tersebut telah bersalah. 

            "Kami menilai, upaya itu melenceng dari tujuan yang mulia untuk kemajuan 
HAM, dan ada tendensi yang menyudutkan seseorang dalam persaingan yang tidak sehat 
dalam pemilu presiden," ujarnya. 

            Sejumlah advokat yang tergabung dalam KAPHAM hadir, antara lain Omay 
Chusmayadi, Siti Zaitin Noor, Nyoman, Murody Muslim, Lotty Butar Butar, Amelia 
Savitri, Musa Effendy, Agus Aziz, Mahmudil Anwar, Iva Diah Noor dan lain-lain. 

            Hukum Internasional


            Sementara itu, Ketua Tim Pengacara Wiranto untuk kasus Timtim, Prof Dr 
Muladi, menilai mereka yang selama ini menuduh Wiranto melanggar HAM justru telah 
melanggar hukum internasional, karena selama pengadilan HAM Indonesia masih diakui 
secara internasional berarti pengadilan negara lain tak boleh turut campur. 

            "Itu namanya prinsip complimentary. Wiranto pun pernah diintograsi dan 
tidak cukup bukti dijadikan tersangka dalam kasus Timtim," katanya usai bedah buku 
"Bersaksi Di Tengah Badai" di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Jumat. 

            Ditanya soal pandangan internasional jika Wiranto terpilih, Muladi 
menegaskan, tak ada masalah. "Amerika Serikat dan Australia saja tidak 
mempermasalahkan, asal dipilih secara demokratis," ujarnya. 

            Pada bagian lain, Muladi mengatakan, Wiranto memiliki komitmen untuk 
memberantas korupsi, tanpa pandang bulu. Bahkan, papar dia, Soeharto pun akan diajukan 
ke pengadilan, jika kesehatannya memungkinkan. 

            "Masalah hukum terhadap Soeharto tetap akan dilakukan. Bahkan, Jaksa Agung 
kan sudah bilang, Pak Harto pantas untuk diajukan bila kesehatannya memungkinkan," 
kata Muladi. Beda lagi, kata dia, jika Soeharto menderita permanent brain damage atau 
kerusakan otak permanen, dunia internasional pun tidak bisa mengadilinya. 

            Guru besar hukum pidana Universitas Diponegoro Semarang ini mengungkapkan, 
komitmen Wiranto dalam pemberantasan KKN dapat dinilai dari kesiapannya menjadi 
presiden hanya untuk satu periode. "Selain itu, kabinetnya akan diisi oleh orang-orang 
dari kaum profesional dan ahli di bidangnya, dan tidak mewakili partai politik seperti 
sekarang," ujar Muladi. 

            Ditanya soal peluang Wiranto dalam pemilu presiden mendatang, Muladi 
mengatakan, Wiranto sulit bisa memenangkan pertarungan di putaran pertama dengan 
meraih 50 persen lebih dan 20 persen di 20 provinsi. 

            Namun, lanjut Muladi, kemungkinan besar Wiranto akan muncul bersaing 
dengan Megawati Soekarnoputri, capres PDIP. Itu, jelasnya, karena PDIP dan Partai 
Golkar mempunyai mesin politik yang besar. 

            "Mesin politik itu sangat menentukan, apalagi didukung partai-partai lain. 
Kalau Yudhoyono dari ketokohannya bagus, tapi maaf saja, mesin politiknya terlalu 
kecil," katanya seraya menambahkan bahwa koalisi partai dan kekuatan politik akan 
terjadi dalam persaingan Megawati-Wiranto pada pemilu presiden nanti. 

            Di tempat terpisah, mantan Kepala Staf Umum ABRI Jenderal (Purn) Fachrul 
Razy merasa aneh dengan makin banyaknya kelompok yang mempersoalkan kasus Mei 1998. 
Pasalnya, kelompok-kelompok yang belakangan ini berbicara tentang kasus Mei tidak 
pernah mengungkit peristiwa itu sebelumnya. 

            Dalam kasus yang telah enam tahun berlalu itu, terjadi kerusuhan dan 
penjarahan besar-besaran di berbagai kota besar di Indonesia yang menimbulkan korban 
nyawa dan harta benda yang luar biasa. 

            "Saya berterima kasih atas perhatian teman-teman yang tampil membicarakan 
kasus Mei dan mengait-ngaitkan dengan Pak Wiranto. Saya tidak tahu apakah karena Pak 
Wiranto mau jadi calon presiden sehingga banyak yang komentar. Tapi seingat saya, yang 
belakangan bicara ini sebelumnya tidak pernah bicara tentang kasus Mei dengan segala 
macam analisanya. Kalaupun ada dugaan macam-macam di balik semua ini, silakan Anda 
menafsirkan sendiri-sendiri," kata Fachrul kepada pers di Jakarta, Jumat (14/5). (H-3) 
 
     
     


--------------------------------------------------------------------------
      Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  
Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us 

--------------------------------------------------------------------------
      Copy Right �2000 Suara Karya Online
      Powered by Hanoman-i 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke