http://republika.co.id/ASP/koran_detail.asp?id=161024&kat_id=102

Minggu, 16 Mei 2004
Wacana
Maulid Nabi dan Pencerahan Budaya

Oleh Aguk Irawan

Dalam literatur sejarah Arab ada satu zaman yang
paling busuk. Saat itu hukum rimba telah menjadi merk
kehidupan masyarakat. Orang kaya menindas orang
miskin; penguasa bertindak semena-mena; yang kuat
mempermainkan yang lemah; dan kaum wanita diperlakukan
hanya sebagai pemuas hawa nafsu seksual kaum laki-laki
belaka. Bahkan pemberian Tuhan akal yang paling
berharga, hampir tak diberi hak untuk berpikir.
Jazirah Arab pada saat itu memang dalam puncak
kegelapan dan kerendahan moral.

Sayyid Qutub di dalam bukunya Ma'alim fit Thariq
melukiskan zaman yang paling getir itu, bahwa
kedzaliman menjadi suatu keharusan. Kebodohan dan
kesombongan sebagai simbol kebesaran. Minuman yang
memabukkan, bukan hanya kebiasaan, melainkan alat
menuju kebahagiaan. Perjudian merupakan salah satu
kebanggaan dan pekerjaan yang bergengsi dalam
kehidupan. Tidak turut dalam perjudian akan dipandang
hina, yang menjatuhkan martabat dan harga diri
seseorang. Sedemikian gemarnya mereka berjudi sehingga
istri sendiri pun dijadikan taruhan. Kehidupan
mental-spiritual masyarakat Arab pada saat itu memang
menunjukkan kebodohan yang paling tolol. Berhala atau
patung ciptaan sendiri dipujanya tak henti sebagai
Tuhan, sore, siang, malam dan pagi. Inilah masyarakat
jahiliyah, yaitu masyarakat yang diliputi kebodohan
dan kejahilan. Masa jahiliyah juga masa di mana
egoisme suku, monopoli gender, eksploitasi sosial,
otoritas kelompok, terus terpupuk dalam interaksi
sosialnya.

Namun di balik kebodohan yang paling tolol. Dalam
tradisi masyarakat jahily ada yang paling pintar,
bahkan kepintarannya belum dimiliki oleh kebudayaan
umat dan bangsa manapun saat itu. Kepintaran ini telah
masuk ke segala lini struktur kehidupan. Kepintaran
itu adalah dalam hal mencipta karya sastra. Para
pengamat sejarah sastra klasik tak ada sedikitpun yang
ragu, bahwa tokoh-tokoh penyair jahily seperti Imru
al-Qays, Ka'ab ibnu Zuahair, Amru bin Kultsum,
al-Harits, Hatim al-Tha'i, Qays bin Mulawwih, Labid
bin Rabi'ah, Tharfa bin 'Abd, Zuhair bin Salma, adalah
para penyair ulung sebelum lahirnya peradaban dunia.
Karya-karya mereka digantung di dinding Ka'bah sebagai
simbol kebesaran dan kebanggaan suku dan ras yang
mengalir pada darahnya.

Namun, keberadaan sastra itu ada yang ganjil, ia tidak
muncul dan berperan sebagai kebudayaan, dan bisa
menunjukkan kepribadian Arab, bahwa ia mempunyai
peradaban yang tinggi, tidak! Namun sebaliknya sastra
diperankan sebagai alat pemuas hawa nafsu. Penyedap
minuman keras dan penambah gairah seks malam. Lantunan
syair yang indah itu selalu mengiringi di meja-meja
syahwat dan tarian perempuan telanjang yang
menggelikan. Bahkan sastra telah dikomersialkan di
pasar-pasar rombengan. Melalui syair pujian-pujian
yang dipersembahkan penyair untuk konglemerat dan
penguasa suku yang melintas di jalan.

Pada denyut zaman yang buram seperti itulah seorang
bayi pada tanggal 12 Rabi'ul awwal atau 21 April 571
Masehi keluar dari rahim Siti Aminah. Ia bernama
Muhammad. Tahun kelahiran ini, oleh bangsa Arab,
disebut "tahun gajah", sebab kala itu serdadu-serdadu
Abrahah yang berkendaraan gajah dari Yaman dengan
gegap gempita menyerbu kota Makkah untuk menghanguskan
Ka'bah. Namun ada suatu keajaiban yang luar biasa
nampak dengan tiba-tiba dari pemandangan langit,
segerombolan burung Ababil terbang dengan gemetar
membawa beribu-ribu batu dan kerikil panas, lantas
dengan kepak sayapnya ia melempar tajam dari berbagai
penjuru ke arah serdadu-serdau itu, dan akhirnya
serdadu-serdadu berpasukan gajah itu lari tunggang
langgang. Keajaiban ini di luar strategi Abrahah untuk
menghancurkan Ka'bah.

Muhammad lahir dan menjadi Rasul, ia tidak sendiri,
tapi ia bersama Alquran sebagai mukjizatnya, yang
ketika ada tidak saja sebagai pesaing sastra jahily
yang ulung, tapi juga menunjukkan arah kepada
kebangkitan kebudayaan Arab dan meletakkan dasar
kebudayaan yang melahirkan peradaban Islam di kemudian
hari. Syauqi Dloif, di dalam bukunya Tarikh Al-Adab
Al-Araby fi Al-'Ashri Al-Jahily berpendapat bahwa Nabi
Muhammad telah membawa pengetahuan sastra dan peran
sastra yang sesungguhnya, dan dari sanalah kebudayaan
Arab akan terlahirkan. Karena kehadiran Muhammad,
syi'ir al-ashru al-jahily (sastra masa jahiliyah),
bisa menuju asru sodri al-Islam (masa pembentukan
Islam), kemudian mengilhami kejayaan sastra asru bani
umayyah (masa bani umayyah), asru al-abbasy (masa
abasiyah), asru al-mamalik (masa mamalik), serta asru
al-haditsy wa an-nahdhoh (masa modern dan kebangkitan
Islam).

Muhammad dengan Alquran telah meruntuhkan tema serta
struktur yang ada dalam sastra Arab jahiliyah.
Kemudian dengan kekuatan keindahan bahasa yang tak
tertandingi itu, telah menunjukkan gambaran dan
memberikan kekuatan bahwa Alquran memiliki sosiologi
bahasa yang sebagian besar belum tersentuh oleh
tema-tema penggunaan bahasa pada masa jahiliyah.
Keadaan ini menjadi gejala positif terhadap revolusi
bahasa arab yang sebelumnya kurang tersentuh dalam
beberapa tema yang memberikan identitas moral budaya
dan bahasa serta penggunaan struktur kebahasaan arab.
Sastra memang seperti lahir kembali bersama lahirnya
Muhammad, sebab setelah sekian lama sastra telah
diperlakukan sebagai alat penyedap hawa nafsu belaka,
telah berubah menjadi sesuatu yang terkait dengan
etika dan semangat perjuangan. Hal demikian terbukti
pada karya Hasan bin Tsabit yang selalu mengiringi
spirit juang melawan kaum kafir, serta karya Zuhair
bin Salma yang bisa memberi obat penentram dan berbuat
sabar dalam menegakkan risalah Tuhan bersama Nabi.
Sehingga aliran sastra yang berkembang telah berani
mendobrak kemacetan budaya yang gelap.

Muhammad membangun kehidupan baru di atas puing
kemanusiaan yang sudah hancur, porak poranda dan
berkeping. Manusia tak bertuhan menjadi beriman; yang
tak berakal menjadi berpikir; yang sombong dan angkuh
menjadi tahu diri serta sadar. Yang kuat menjadi
penyantun. Kemanusiaan yang telah mati menjadi hidup
kembali, bahkan dapat memberikan sinar terang kepada
dunia. Pola hidup, yang meraba-raba dalam gelap
memperoleh cahaya yang memandu umat kepada jalan yang
lurus. Ia pembawa obor yang memberikan sinar terang.
Singkatnya ia berhasil mencerahkan kebudayaan Arab
yang buta, sekaligus menyegarkan kembali sisa-sisa
kemanusiaan yang sudah layu dan memberinya roh baru,
sehingga menyalalah kembali api yang telah padam. Maka
tak mengherankan bila Michael H. Hart kemudian memilih
Muhammad (570 SM - 632 SM) sebagai tokoh pertama yang
paling berpengaruh sepanjang sejarah peradaban.

Terbangnya burung Ababil dan lahirnya Muhammad,
mungkin suatu pertanda suara Tuhan. Bahwa kegelapan di
muka bumi yang sungguh terlalu, akan tercerahkan.
Muhammad, dialah yang kemudian Tuhan pilih sebagai
seorang Rasul, pembawa risalahNya, kepadanya Tuhan
turunkan Alquran sebagai petunjuk jalan kehidupan.
Sejak itu muncul sebuah zaman baru yang sangat
mengagumkan bagi bangkitnya kebudayaan. Manusia yang
benar-benar manusia, tunduk kepada Tuhan penciptanya
dan pencipta segala makhluk. Keadilan benar-benar
ditegakkan, dan kedzaliman dihancurkan. Wanita
dihargai kemanusiannya, minuman keras tak lagi
diperbolehkan, kerena merusak akal dan kejahiliahan
diperangi dan dimusnahkan.

Kemudian setelah kelahiran itu, jutaan bibir setiap
hari mulai merayap mengucapkannya, jutaan jantung
setiap saat berdebar dan berdenyut memantulkan
namanya. Bibir dan jantung yang bergerak dan berdenyut
sejak seribu empat ratus limapuluh tahun. Dengan nama
yang begitu mulia, berjuta bibir akan terus
mengucapkan, berjuta jantung akan terus berdenyut,
sampai akhir zaman.

Kairo, 12 rabiul Awal 1425





_______________________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com.hk address at http://mail.english.yahoo.com.hk


______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda
harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links










***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke