Dua Ratus Anak Diculik di Kunming, China
Sekitar 200 anak diculik oleh para pedagang anak dari satu kota di
propinisi baratdaya China, Yunnan, lapor media pemerintah, Selasa
(27/4).
Anak-anak, khususnya laki-laki, sering dilaporkan hilang di China dan
diyakini dijual kepada keluarga yang tidak punya anak baik karena
alasan biologis atau alasan kebijakan tegas China dalam keluarga
berencana pola "satu anak."
Koran The Beijing Youth Daily mengatakan 200 anak, umumnya keturunan
para pekerja miskin, telah diculik di Kunming.
Angka tersebut dikumpulkan oleh Wang Xingpu, seorang pekerja migran
yang dua anaknya diculik dari depan rumahnya Oktober tahun lalu.
Tidak ada jejak kedua puteranya itu yang ditemukan.
Ketika sedang mencoba mencari kedua anaknya, Wang mengumpulkan nama-
nama hampir 200 anak yang juga telah lenyap dari wilayah itu selama
tiga tahun terakhir.
Penyeludupan anak telah meningkat secara drastis di China beberapa
tahun terakhir.
Dalam satu kasus yang paling kejam, 28 anak perempuan -- salah
seorang dari mereka tewas -- ditemukan dalam kantong-kantong yang
ditinggalkan di sepanjang jalan.
Usia mereka berkisar antara satu sampai enam tahun, dan umumnya
adalah anak laki-laki yang tinggal di distrik Guandu dan Xishan,
tempat banyak keluarga migran tinggal.
Ketika polisi Kunming menyelamatkan 18 anak yang diculik dalam
operasi pencarian selama tiga bulan tahun lalu, hanya beberapa anak
saja yang ditemukan kembali karena para penjahat terorganisir dengan
baik dan anak-anak itu dijual di seluruh wilayah negeri.
"Penculikan anak telah terjadi selama bertahun-tahun. Banyak
organisasi kriminal yang mengkhususkan diri mereka untuk menculik
anak-anak, dan untuk menumpas mereka sangat sulit," kata seorang
pejabat biro keamanan umum Kunming bermarga Xu kepada AFP.
"Mereka menggunakan jalur-jalur berbeda dalam membawa anak-anak yang
mereka culik dari satu propinsi ke propinsi lain. Banyak anak yang
tidak pernah berkumpul kembali dengan orangtua mereka."
Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) menyatakan tahun 2001 bahwa dalam dekade
belakangan 250.000 wanita dan anak-anak telah menjadi korban
penculikan anak di China.
Pada portalnya, Televisi Sentral China mengatakan seorang bayi pria
yang dibawa ke propinsi wilayah timur, Fujian dijual senilai 10.000
yuan (1.200 dolar AS).
Polisi Kunming mengatakan, masalahnya antara lain adalah bahwa para
pekerja migran yang miskin tidak mampu mengirim anak mereka ke taman
kanak-kanak, dan menyatakan terlalu sibuk bekerja untuk dapat
senantiasa menjaga anak-anak mereka.
Penculikan anak-anak di China meningkat secara drastis akhir-akhir
ini.
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/