PERNYATAAN SIKAP

SOLIDARITAS UNTUK MALUKU

 

 

HENTIKAN PEMBUNUHAN DAN KEKERASAN DI AMBON

 

Peristiwa kekerasan kolektif yang terjadi di Ambon pada hari Minggu, 25 April 2004, 
kini semakin melebar dan tak terkontrol. Masyarakat semakin terpola dan terprovokasi 
ke dalam kutub agama masing-masing dan cenderung melihat peristiwa ini sebagai konflik 
antar agama. Pada masing-masing kelompok masyarakat di Ambon, baik Muslim maupun 
Kristen, beredar isu provokatif yang justru semakin memanaskan suasana dan semakin 
menggiring masyarakat untuk melanggengkan konflik. Sementara itu korban di kalangan 
masyarakat (baik Muslim maupun Kristen) terus berjatuhan. Sampai Selasa Malam, 26 
April 2004, jumlah korban meninggal sudah mencapai 37 orang dan korban luka-luka 
mencapai 210 orang, belum termasuk kerugian material yang belum terhitung. 
Diperkirakan korban akan terus bertambah.

 

Melihat perkembangan yang begitu cepat setiap jam di Ambon, maka dikuatirkan konflik 
yang sudah berkembang akan mengarah kepada konflik horisontal yang makin meluas antar 
masyarakat atas dasar agama, seperti yang terjadi pada Tahun 1999-2002. Mengingat 
pengalaman dalam peristiwa kekerasan di waktu lalu, maka pembunuhan dan kekerasan di 
Ambon harus segera dihentikan, agar tidak menambah jatuhnya korban dan memperpanjang 
penderitaan masyarakat.

 

Untuk itu, kami, SOLIDARITAS UNTUK MALUKU, yang merupakan koalisi dari beberapa LSM 
dan organisasi keagamaan, menyatakan beberapa hal, sebagai berikut:

 

  1.. Menuntut pemerintah untuk segera menghentikan pembunuhan dan kekerasan 
kemanusiaan dengan mengambil langkah tegas dan nyata di lapangan, sambil meminimalisir 
jatuhnya korban. Langkah aparat keamanan tersebut pertama-tama dilakukan dengan 
membuat penyekatan pada seluruh wilayah yang rawan kekerasan dan berpotensi konflik 
tinggi. Langkah ini terutama untuk menghentikan meluasnya konflik yang melibatkan 
massa.
  2.. Menuntut pemerintah untuk segera menghentikan penyesatan opini yang dibuat bahwa 
konflik yang terjadi di Maluku adalah konflik antar agama dan konflik itu 
terkristalisasi antara masyarakat Islam yang pro-NKRI dan masyarakat Kristen yang 
pro-kelompok separatis (FKM/RMS).
  3.. Menuntut pemerintah untuk segera menurunkan tim fasilitator yang melakukan 
fungsi fasilitasi dan mediasi konflik melalui dialog yang melibatkan pihak-pihak yang 
berkonflik.
  4.. Menuntut pemerintah untuk segera melakukan penegakan hukum secara tegas, adil 
dan transparan, khususnya terhadap peristiwa yang berlangsung tanggal 24-26 April 2004.
  5.. Menuntut pemerintah untuk segera melakukan penanganan cepat dan segera terhadap 
korban dan keluarga korban.
  6.. Menuntut pemerintah untuk segera melakukan upaya cegah-tangkal terhadap masuknya 
orang-orang dari Luar Maluku yang bisa meningkatkan intensitas dan memperluas eskalasi 
konflik di Kota Ambon dan pada wilayah lain di Maluku.
 

Kami juga menghimbau hal-hal sebagai berikut:

 

  1.. Meminta kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dan tidak terpancing oleh 
isu-isu yang memanaskan suasana dan tidak jelas sumbernya.
  2.. Meminta kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi bahwa konflik yang terjadi 
saat ini adalah konflik antar agama.
  3.. Meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah diadu-domba serta segera 
menghentikan kekerasan yang sedang berlangsung.
  4.. Meminta kepada masyarakat untuk terus meningkatkan prakarsa/inisiatif untuk 
resolusi konflik, rekonsiliasi dan perdamaian yang selama ini sudah dimulai dan 
dikembangkan, sehingga dapat berperan dalam menahan usaha-usaha peningkatan dan 
perluasan konflik.
  5.. Meminta kepada para pemuka masyarakat di Ambon untuk segera mengambil inisiatif 
secara bersama-sama dan memulai usaha-usaha ke arah dialog dan perdamaian.
 

 

Jakarta, 27 April 2004

 

Solidaritas Untuk Maluku,

 

  1.. Crisis Center PGI (Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia)
  2.. Pusat Pelayanan Krisis dan Rekonsiliasi KWI (Konferensi Waligereja Indonesia)
  3.. ICRP (Indonesia Conference on Religion and Peace)
  4.. MADIA (Masyarakat Dialog Antar Agama)
  5.. KONTRAS (Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan)
  6.. JKLPK (Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen)
  7.. Yayasan Tanggul Bencana
  8.. Yakoma PGI
  9.. Forum Suaka
  10.. CWS Jakarta
  11.. Komite Persiapan Pergerakan Indonesia
  12.. Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP-GMKI)
Presidium Pusat Pergerakan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP-PMKRI)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com.  Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke