......
Para penulis buku "Fiqih Lintas Agama" melontarkan ide-ide 'berani' 
menentang wacana yang sudah disepakati para ulama selama ini. MEreka 
juga berani mengkritik Imam Syafi'i dan menganggapnya sebagai 'biang 
kerok' tidak berkembangnya pemikiran2 fiqih selama kurang lebih 12 
abad.

Mereka juga meragukan keshahihan riwayat Abu Hurairah dan mengatakan 
ceroboh serta tidak hati-hati. Dan menyebut dia juga sebagai orang 
yang pelupa, pemalas dan terlalu sering meriwayatkan apa yang 
sebenarnya tidak pasti diucapkan Rasulullah SAW. Menurut mereka, 
ulama klasik dan sebagian besar kaum muslimin saat ini bersikap 
ikslusif dgn menganggap ajaran yang paling benar adalah agama yg 
dianutnya, sedangkan agama lain dituduh sesat. Untuk itu (para tim 
Paramadina menurut MMI) mengajak umat Islam tidak memahami fiqih 
secara ikslusif, dan menuju suatu teologi inklusif dan pluralis yakni 
mengakui dan menganggap kebenaran ada pada agama lain. Menurut MMI: 
wacana ini berujung pada anggapan semua agama sama.

Menurut MMI, gagasan ini sebenarnya bukanlah hal baru. Sebab hakikat 
pluralisme sama dgn sinkretisme yg mencampuradukan ajaran satu agama 
dengan agama lain. yang sering menjadi pemicu kesalahan adalah rancu 
memahami kata pluralitas dan pluralisme. Meski asal kata keduanya 
sama, tapi setelah menjadi kata jadian, pluralitas berbeda dengan 
pluralisme. Pluralitas adalah fakta kemajemukan yg tidak bisa 
dipungkiri krn sudah menjadi takdir Allah. Misalnya ttg fakta 
beragamya suku an agama di indonesia. Terhadapa kenyataan ini, 
Rasulullah dan para sahabatnya telah memberikan contoh bagaimana 
bergaul ditengah masyarakat yg majemuk. RAsulullah dan para 
sahabatnya biasa bergaul dgn orang yahudi. mereka melakukan jual beli 
dan pinjam meminjam. kondisi ini terus berlanjut sampai org yahudi 
berkhianat dan menyebabkan mereka terusir dari madinah. Jadi, tanpa 
berguru pada Barat dan tanpa memerlukan fiqih baru, umat islam sudah 
memiliki contoh ketika berada ditengah masyarakat yang majemuk. Islam 
mengakui pluralitas sebagai takdir Allah, tapi mengingkari wacana 
pluralisme yg menganggap semua agama sama.

Dlm menjalankan hubungna sosial yg bersifat muamalah, umat Islam 
bersikap inklusif. namun dlm hal ibadah dan akidah tak ada kompromi. 
ketika diajak untuk saling mengakui kebenaran ajaran masing2 oleh 
seorang kafir. Rasul saw langsung menolak sesuai dgn firman Allah (al 
Kafirun ayat 1-6). Namun bagi penulis paramadina, sikap inklusif 
seperti itu tdk cukup. mereka ingin ada upaya mencari titik temu 
antar agama, yaitu semua agama bersumber dari asal yang sama yaitu 
Tuhan YME, dan karena itu semua agama menjadi benar. (Ttg masalah ini 
ada penjelasan di At-Taubah 30-33 dan Al-Maidah 73).

Hal lain yg ditunjukkan tim paramadina ini adalah keberaniannya 
membongkar ulang tafsir ulama klasik. Menurut mereka fiqih klasik tak 
mampu menjawab tantangan zaman. menurut mereka (paramadina) fiqih 
harus tunduk kepada kemaslahatan dan kemanusiaan. jika tidak ia hrs 
dirombak dan dikaji ulang. karenanya masalah (salah satunya)nikah 
beda agama yg tadinya sudah final (menurut MUI - tidak halal)kembali 
dikutak katik.

Menurut MMI: beginilah kalau akal sudah di-Tuhan-kan. Jangankan 
ulama, Rasulullah saw pun berani ditentang. Ayat2 Al-Qur'an berani 
mereka tafsirkan sekenanya sesuai kebutuhan. Inikah watak yang 
diperbudak akal?????????


Wassalam,
(pembaca yg tengah memperdalam ilmu agama)



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke