Seorang mantan kehakiman berpendapat bahwa mengatasi kebrutalan Mei 1998 dalam waktu
dua hari adalah suatu "prestasi". Sudah begitu rendahkah standar hukum di NKRI?Fakta
bahwa kejadian Mei tsb. terjadi, menurut saya adalah suatu tragedi yang menggambarkan
tidak adanya hukum di Indonesia.--- On Fri 05/14, Tangkisan Letug < [EMAIL
PROTECTED] > wrote:From: Tangkisan Letug [mailto: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL
PROTECTED]: Thu, 13 May 2004 23:44:15 -0700 (PDT)Subject: [ppiindia] Mengenang Tragedi
Mei 98: Menurut Muladi 'Itu Prestasi'"Peristiwa Mei 1998 merupakan sebuah tragedi
yangtidak dikehendaki semua. Ternyata, dengan sigap, hanyadalam dua hari keadaan
tersebut bisa diatasiTNI-Polri. Itu merupakan prestasi yang patut dihargai"kata
Muladi.Megawati Janji Dukung Korban Tragedi Mei (Jawa Pos, Jumat, 14 Mei 2004)JAKARTA
- Di tengah suhu politik yang menghangatmenjelang pemilihan presiden, peringatan
tragedi Meilebih bergema. Presiden Megawati Soekarnoputri punmemberikan perhatian
lebih. Presiden yang sudahmemerintah tiga tahun itu mengatakan tidak akanmelupakan
para korban tragedi Mei 1998. Bahkan, putriBung Karno tersebut berjanji akan mendukung
perjuanganpara korban untuk memperoleh keadilan. "Kita tidak semestinya melupakan
dukungan bagiperjuangan untuk menuntut keadilan," kata Mega dalamsambutan peringatan
enam tahun peristiwa 13 Mei 1998di Jalan Hayam Wuruk, Glodok, Jakarta Barat,
tadimalam.Acara peringatan itu dikemas dalam Renungan Mei, DoaBersama untuk
Rekonsiliasi Kedamaian Bangsa. Mega jugameresmikan pemancangan Monumen Persaudaraan
yangmenggambarkan pemuda-pemudi yang tengah memegangburung merpati. Patung setinggi
empat meter buah karyaseniman Nyoman Nuarta tersebut terbuat dari perunggu.Rencananya,
monumen itu akan diresmikan padaperingatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2004. Hadir
pula di sana Menko Polkam ad interim HariSabarno, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Ketua
Umum PBNU Hasyim Muzadi, Wasekjen PDIP Pramono Anung, KetuaPGI Pendeta Nathan
Setiabudi, Romo Alex Wijoyo, sertaperwakilan Hindu dan Buddha. Para pemuka agama
itujuga melakukan doa bersama. Dalam kesempatan itu, Mega juga menegaskan bahwaistilah
"WNI keturunan" tidak ada di bumi Indonesia.Dengan demikian, lanjut Mega, meski ada
SBKRI (SuratBukti Kewarganegaraan Republik Indonesia), bukanlahsuatu kewajiban untuk
memilikinya. "Sebagai warga negara Indonesia, yang ada hanya KTP(Kartu Tanda
Penduduk). Itulah yang menandakan warganegara Indonesia," kata Mega, disambut tepuk
tanganratusan warga Tionghoa yang hadir di tempat itu. Acaratersebut juga diisi dengan
menyalakan lilin secarasimbolis oleh Mega. Selain di tempat itu, peringatan tragedi
Mei jugadilakukan di beberapa tempat di Jakarta. Di KampusUniversitas Tri Sakti,
ribuan mahasiswa berkumpulmemperingati jatuhnya korban mahasiswa universitastersebut
pada peristiwa enam tahun lalu. Sementara itu, puluhan keluarga korban tragedi Meilain
memperingati peristiwa tersebut di belakang MalCitra Klender, Jalan I Gusti Ngurah
Rai, JakartaTimur. Mereka yang tergabung dalam Paguyuban KeluargaKorban Tragedi 13, 15
Mei 1998 itu memperingati enamtahun peristiwa tragis tersebut dengan
berkumpulbersama-sama di sejumlah tempat yang menjadi saksibisu peristiwa itu.Acara
tersebut diawali dengan pembacaan Refleksi EnamTahun Tragedi Mei 1998, dilanjutkan
dengan pembacaandoa bagi yang beragama Islam dan Kristen. Usaimelakukan doa bersama,
acara dilanjutkan denganupacara tabur bunga oleh para keluarga korban disejumlah
tempat rumah toko (ruko) yang hingga kinikondisinya masih terbengkalai.
Selanjutnya,penyampaian ungkapan dari keluarga korban.Menurut data Tim Relawan untuk
Kemanusiaan (TRK),kerusuhan yang terjadi pada 13-15 Mei 1998 itumerupakan insiden yang
sangat terencana. Data tersebutmengungkapkan, 1.207 korban jiwa meninggal
akibatsenjata maupun dibakar, 91 orang menderita luka-luka,31 orang dinyatakan hilang,
serta 168 orang menjadikorban perkosaan. Muladi: Itu PrestasiApa kata Wiranto? Capres
Partai Golkar tersebut tetappada pendirian bahwa dirinya tidak bersalah atasperistiwa
Mei 1998 itu. Dikatakan, seb
agai panglimaABRI yang bertanggung jawab terhadap masalahketertiban saat itu, dirinya
tidak pernah memberikanperintah kepada anak buahnya untuk melakukankekerasan. Dia
berdalih, garis perintahnya adalah langkahpersuasif yang dilakukan dengan berbagai
pendekatan keormas maupun mahasiswa. Represif, menurut dia, barudilakukan jika
terpaksa."Saat itu saya menyampaikan bahwa jangan sampai adakekerasan karena bisa
berbahaya. Karena itu, begitumuncul kekerasan, saya langsung memerintahkan
untukmengusutnya," ujar Wiranto saat diskusi interaktif diJakarta kemarin.Lebih jauh
ditegaskan, peristiwa yang terjadi enamtahun lalu tersebut tidak dilakukan Wiranto,
tapimerupakan risiko negara. Karena itu, menurut dia,langkah yang diambil Presiden
Soeharto mengundurkandiri beserta anggota kabinetnya merupakan bentuktanggung
jawab."Kata Pak Muladi, usaha untuk mengungkit-ungkitmasalah itu bukannya mencari
penyelesaian, tapi agarpurnawirawan tetap mempunyai cacat, sehingga tidakbisa menang
konvensi, eh konvensi sudah selesai," ujarWiranto sambil bergurau.Di tempat yang sama,
mantan Menteri Kehakiman Muladimelihat bahwa berbagai tuduhan yang dialamatkan
keWiranto sekitar peristiwa Mei 1998 serta Semanggi Idan II adalah tidak benar. Dia
menyatakan, posisi yangdiemban calon presiden Partai Golkar tersebutmerupakan tugas
mulia untuk mengamankan SidangIstimewa dan Sidang Umum MPR yang merupakan
amanatrakyat."Bila agenda itu gagal, proses reformasi pun akangagal. Saat mahasiswa
dan elemen masyarakat berupayamenduduki gedung DPR/MPR, keadaan menjadi lebih
kacaukarena gerakan massa yang memperjuangkan gerakanpolitik bercampur massa perusuh,
penjarah, sertaperampok," tegasnya. Sedangkan soal peristiwa Mei, Muladi malah
menyebutprestasi aparat. "Peristiwa Mei 1998 merupakan sebuahtragedi yang tidak
dikehendaki semua. Ternyata, dengansigap, hanya dalam dua hari keadaan tersebut
bisadiatasi TNI-Polri. Itu merupakan prestasi yang patutdihargai," jelasnya.
(ssk/lex)__________________________________Do you Yahoo!?SBC Yahoo! - Internet access
at a great low price.http://promo.yahoo.com/sbc/------------------------ Yahoo! Groups
Sponsor ---------------------~-->Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion
Toolbar.Now with Pop-Up Blocker. Get it for
free!http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM---------------------------------------------------------------------~->***************************************************************************Berdikusi
dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in
Commonality & Shared Destiny.
www.arsip.da.ru***************************************************************************__________________________________________________________________________Mohon
Perhatian:1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.3. Lihat
arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] Satu email
perhari: [EMAIL PROTECTED] No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] kembali menerima
email: [EMAIL PROTECTED] Groups Links<*> To visit your group on the web, go
to:http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/<*> To unsubscribe from this group,
send an email to:[EMAIL PROTECTED]<*> Your use of Yahoo! Groups is subject
to:http://docs.yahoo.com/info/terms/
_______________________________________________
No banners. No pop-ups. No kidding.
Make My Way your home on the Web - http://www.myway.com
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/