SURAT KEMBANG KEMUNING: SASTRA ADALAH TEMPAT MULIA UNTUK MEWUJUDKAN TANGGUNGJAWAB KEMANUSIAAN
Carlo Ossola adalah seorang mahaguru di bidang "Sastra Modern Eropa Neolatin" pada College de France sejak tahun 2000. Di sini Carlo mengajar tentang warisan sastra dan mitologi yang membentuk Eropa Neolatin yang disebutnya sebagai "tanahair kemerdekaan jiwa". Peneliti Italia ini lahir pada 1946, pernah selama tujuh tahun mengajar di Jenewa di mana ia berjumpa dengan Jean Starobinski, Jean Rousset, Michel Butor, Bronislaw Baczko, sebelum ia bekerja di Pandoue dan di Turin, Italia. Carlo mengkhususkan diri terutama pada tokoh Dante dan zamannya, Rennaisance dan masyarakat istana di Italia seperti yang dibahasnya dalam karya-karya "Cermin Tanpa Wajah. Dari Istana Hingga Ke Orang-orang Jalanan" Editions Le Seuil, Paris, 1997]. Kecuali itu Carlo juga menaruh perhatian pada periode Baroque sampai ke masa kekinian di mana ia berbicara tentang Roland Barthe, Roger Caillois, Michel de Certeau. Baru-baru ini, Carlo telah menerbitkan sebuah karya esai tentang warisan sastra Eropa, "Haridepan Asalusul Kita. Penyalin Naskah Dan Nabi [Editions J�rome Millon, Paris, 398 hlm. 28 Euros], di mana Carlo melakukan sintesa dan mengembangkan pemikiran-pemikirannya selama dua puluh tahun terakhir. Apakah yang dimaksudkan yang dimaksudkan oleh Carlo dengan judul paradoksal "Haridepan Asal-usul Kita"?. Menurut keterangan Carlo, ungkapan ini diilhami oleh sanjak sangat indah karya Giacomo Leopardi, berjudul "Alla primavera o delle avorale antiche" [Musim Semi. Tentang Fabel-fabel Lama] yang pada gilirannya telah menginspirasi arsitek Romawi pada zaman Cesar, Marcus Vitruvius Pollio. Pada sebuah rumah Romawi, terdapat unsur-unsur yang dinamakan "antik" -- positi ante" yaitu unsur-unsur yang mengarah ke pintu dan matahari, di samping unsur-unsur lain yang berbalikan yang terletak di bagian belakang dan dinamakan "postik" [postique]. Atas dasar ini, Leopardi lalu menyimpulkan bahwa fabel-fabel lama yang sudah terdapat lebih awal merupakan hal-hal yang berada di depan kita. Fabel-fabel itu masih berada di ambang dan ambang inilah yang harus kita lalui, menyongsong matahari, prinsip vital yang memupuk kreativtitas.Pandangan beginilah yang dianut oleh Carlo dalam menafsirkan warisan sastra yang dipandangnya bertautan erat dengan haridepan peradban kita. Di hadapan permasalahan ini reud memberikan jawabannya sebagai "Haridepan Sebuah Ilusi", sedangkan dari pihaknya Carlo melihat bahwa apa yang sudah kita hidupi atau lalui bukanlah suatu ilusi tapi seperti halnya Maurice Halbwach menyebutnya sebagai "ingatan kolektif". Barangkali pandangan Carlo ini bisa dijadikan sebagai acuan bagi kita dalam menilai dan memandang kembali warisan sastra tanahair baik lisan atau pun tulisan yang tersebar dan tersisa di berbagai pulau. Apakah pandangan Carlo ini juga tidak mempunyai relevansi dalam memahami sanjak-sanjak Federico Garcia Lorca terutama Romancero Gitano yang berbasiskan sastra Gitan? Dan dari sini jika diluaskan bisa digunakan dalam memahami tumbuh berkembangnya Rendra sebagai penyair yang berbasiskan warisan budaya Jawa Tengah.Atau pelukis Batara Lubis yang berangkat dari seni lukis Batak kampunghalamannya. Bagi Carlo, sastra termasuk karya-karya berbentuk fabel-fabel terutama dilihatnya dari kandungan filosofis yang terdapat pada karya-karya tersebut. Dari segi filosofis inilah maka Carlo melihat adanya keintiman hubungan antara masa silam, hari ini dan haridepan.Karena siapapun tidak bisa melepaskan diri dari lingkup pengaruh filosofis tertentu sejak ia lahir sampai besar mendewasa. Carlo melihat apa yang diketengahkan oleh karya-karya terdahulu justru sering menjadi sesuatu yang masih patut kita jalani. Karena itu Carlo melihat "asal-usul" merupakan sekaligus haridepan yang hidup hari ini. Lebih jauh Carlo melihat bahwa sastra merupakan salah satu cara utama dalam memahami sejarah, terutama sejarah Eropa. "Saya mempercayai akan nilai-nilai filosofis karya sastra", ujarnya kepada Fabienne Dumonet, wartawan literer Harian Le Monde, Paris [21 Mei 2004]. Carlo yang menyebut diri sebagai penganut pikiran Tommaso Campanella dan Giambattista Vico, yang dianggapnya sekaligus sebagai teoritisi besar saastra, menilai bahwa para pembuat undang-undang bisa dipandang juga sebagai para penyair. Seperti halnya dengan para penyair, para pemikir, demikian pula para pembuat undang-undang telah menggunakan sastra sebagai salah satu cara guna memahami sesuatu dan sekaligus sebagai alat etik yang merangkum orang-orang lain. Mereka juga telah menjadikan sastra sebagai sebuah "rumah utopis" [foyer utopique] mereka. Carlo mengambil sebagai contoh perihal Erasmus yang disebutnya "manusia terbesar dari semua manusia". Dengan fungsi sastra yang demikian maka bersama Vico, Carlo menyebut sastra adalah "tempat mulia guna mewujudkan tanggungjawab".Tanggungjawab kemanusiaan tentu saja! Apa yang disinggung oleh Carlo ini bisa kita pada kenyataan saksikan betapa cerita ibu, nenek atau kakek kepada anak dan cucu akan membekas selamanya dalam hidup seseorang. Dan cerita-cerita yang dituturkan itu umumnya adalah fabel-fabel atau cerita rakyat atau yang terdapat pada bacaan-bacaan yang dipilih oleh orang tua. Nilai-nilai filosofis cerita-cerita ini akan menyertai anak sampai kapanpun dan mempengaruhinya tentang apa yang disebut baik dan buruk. Di sinilah letak tanggungjawab sastra. Ketika berbicara tentang nilai maka suka-tidak-suka, mau tidak mau, sastra menjadi sastra yang selalu berpihak. Ketika berbicara tentang nilai dan tanggungjawab, kitapun berbicara tentang masa silam, hari ini dan haridepan. Pada karya-karya masa silam, Carlo juga melihat terdapat nilai-nilai mendasari peradaban kita hari ini. Khusus bagi Eropa, nilai-nilai dasar yang bersifat adil, abadi dan indah yang mendasari peradaban Eropa hari ini didapatkan oleh Carlo misalnya pada karya-karya Dante "La Devine Com�die" [La Devina Comedia], pada siklus karya Graal atau pada karya Ibn Arab�, "Tasiran Nafsu" peradaban Spanyol-Arab. Untuk menjelaskan pernyataannya,Carlo mengambil contoh kata-kata Dante dalam karyanya "Puratoire [Neraka, bagian dari La Devine Com�die]: "Per chi'io te sovre te corono e mitrio " [Aku mahkotai kau jika ingin bebas, kau kutantang jika kau mau di atas]. Pandangan dan nilai kebebasan ini sudah diucapkan oleh Dante beberapa abad lalu dan sampai sekarang masih relevan. Nilai-nilai yang mengatasi waktu inilah yang oleh Carlo dipandang sebagai nilai-nilai dasar, adil, abadi [universal] dan sangat indah. Nilai-nilai begini pulalah yang disebut oleh Carlo sebagai jalan yang masih harus kita tapaki sebagai suatu haridepan yang belum dijangkau. Inilah yang dimaksudkan oleh Carlo sebagai "haridepan dari asalusul". Kalau tafsiran saya benar, maka inti ide Carlo Ossola melalui tafsirannya tentang sastra masa silam terutama agar kita menangkap hakekat dari nilai-nilai masa silam dan agar kita tidak lepas akar untuk memanusiawikan diri dan menjadi manusia.Nilai bagi Carlo Ossola adalah yang terpenting dalam sastra. Paris, Mei 2004. -------------------- JJ.KUSNI [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM ---------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

