GELAR-GELAR CALON PRESIDEN

Oleh Tangkisan Letug

Apakah artinya gelar 
untuk jadi presiden dan wakil presiden?
Tak ada syarat harus dengan gelar
apalagi gelar religius segala.
Makin panjang gelar, makin kelihatan tololnya,
makin panjang gelar, makin kelihatan bodongnya,
makin panjang gelar, makin tampak dustanya.
Presiden tak butuh gelar profesor,
presiden tak butuh gelar doktor,
presiden tak butuh gelar haji,
semua itu hanya tipu
mengelabui rakyat yang dianggap bodoh.
Yang jelas, semua itu menambah muak,
melihat kandidat-kandidat pemimpin 
bertingkah seperti pemain kethoprak
gemerlapan pakaiannya di panggung saja.

Kampanye pemilu besok
hanya jadi panggung kethoprak,
ajang pamer mulut, kopiah, gelar, dan 
mulus manis sok membela rakyat.

24 Mei 2004



H. Wiranto SH   - H. Solahuddin Wahid
Hj. Megawati Soekarnoputri - KH. Hasyim Muzadi
Prof. Dr. Amien Rais - Dr. Ir. Siswono Yudho Husodo
H. Susilo Bambang Yudhoyono - Drs. H. Muhammad Jusuf
Kalla
Dr. Hamzah Haz - Agum Gumelar

===========


Wiranto Hapus Gelar, Mega Ditambah Hajah 

(Jawa Pos, Senin, 24 Mei 2004)

Apalah arti sebuah gelar. Namun, bagi para capres dan
cawapres, embel-embel nama itu penuh makna. Ada yang
ingin mencamtunkan, namun ada juga yang tak mau gelar
itu dicantumkan dengan berbagai alasan. 

Para capres-cawapres mengoreksi gelar yang akan
dicantumkan dalam kertas suara pemilu nanti. Gelar itu
dikoreksi saat validasi foto dan nama, yang menjadi
salah satu mata acara dalam agenda penarikan nomor
tadi malam. 

Agenda acara validasi dipimpin Sekjen KPU Safder
Jussac. Dia membawa sebuah lembaran yang berisi foto
dan nama pasangan. Beberapa pasangan melakukan
pembenaran gelar yang disandang. 

Awalnya, KPU menampilkan nama-nama pasangan
capres-cawapres di sebuah layar besar. Pengubahan nama
akan dilakukan lewat lembaran yang dibawa Jussac.
Setelah itu, pasangan capres-cawapres menandatangani
perubahan itu. Nama yang benar akan ditampilkan pada
layar. 

Validasi pertama adalah pasangan Wiranto-Salahuddin
Wahid. Wiranto pun mengubah tulisan gelar yang
menempel pada namanya. Sebelum validasi tertulis H
Wiranto SH SIP. Namun, setelah validasi, dia menghapus
gelar SIP sehingga menjadi H Wiranto SH. Sementara
itu, nama Gus Sholah tidak berubah, yakni tetap H
Salahuddin Wahid. 

Giliran kedua adalah pasangan Hamzah Haz-Agum Gumelar.
Hamzah tidak mengubah nama, tetap tertulis Dr Hamzah
Haz. Pasangannya, Agum, meminta perubahan pada gelar
yang disandangnya. Sebelumnya, nama Agum ditulis
lengkap Jenderal TNI Pur Agum Gumelar. Namun, setelah
validasi, gelar "jenderal TNI pur" dihapus dan hanya
Agum Gumelar. 

Tampaknya, Agum ingin menghapuskan kesan militer. Atau
mungkin itu dilakukan karena kedua capres berbasis
militer yang lain, yakni Wiranto dan SBY, juga tidak
mencantumkam gelar jenderal. 

Validasi selanjutnya adalah pasangan Mega-Hasyim.
Tampaknya, gelar hajah (Hj) menjadi persoalan bagi
Mega. Awalnya, nama Mega ditulis Megawati
Soekarnoputri atau ditulis tanpa menggunakan gelar
hajah (Hj). Setelah validasi, Mega minta namanya
ditambah "Hj" di depannya atau menjadi Hj Megawati
Soekarnoputri. 

Begitu juga pasangannya, Hasyim Muzadi. Awalnya,
tertulis Drs H Hasyim Muzadi tanpa gelar kiai. Namun,
setelah validasi, nama itu berubah menjadi KH Hasyim
Muzadi.

Amien Rais tidak mengubah namanya yang sudah tertulis.
Penulisan namanya lengkap, Prof Dr H M Amien Rais.
Siswono, yang awalnya ditulis tanpa gelar sama sekali,
diubah menjadi Dr. Ir. Siswono Judo Husodo.

Sama dengan Amien, Kalla juga tidak melakukan
perubahan nama. Nama yang tertulis adalah Drs H
Muhammad Jusuf Kalla. Nama SBY hanya ditambah gelar
haji pada awal namanya, menjadi H Susilo Bambang
Yudhoyono. Perubahan ini tentu dilakukan oleh Kalla
karena SBY tengah umrah. 

Setelah melakukan validasi yang kemudian
ditandatangani oleh semua pasangan, Anas menjelaskan
bahwa nama tersebut nanti dicatat di kertas suara.
"Berarti nama yang sudah divalidasi ini yang akan
dicetak untuk pemilihan mendatang," kata Anas. Berbeda
dengan nama yang mengalami perubahan, foto para
pasangan tidak berubah. (dja/arm) 




        
                
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Domains � Claim yours for only $14.70/year
http://smallbusiness.promotions.yahoo.com/offer 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke