http://www.suarapembaruan.com/News/2004/05/22/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY Tajuk Rencana Sekali Lagi, Komitmen Membangun Pendidikan ENDIDIKAN nasional adalah salah satu bidang yang paling diabaikan dalam kehidupan negara ini. Pendidikan lebih banyak dijadikan wacana untuk berbagai kepentingan, termasuk kepentingan politik praktis, namun pada dasarnya tidak cukup keseriusan untuk membangun atau memperbaikinya. Sekarang ini puluhan ribu bangunan sekolah dasar di berbagai daerah dalam kondisi rusak sehingga siswa dan guru menjalankan kegiatan belajar-mengajar dalam kekhawatiran bangunan akan ambruk. Bahkan banyak sekolah yang terpaksa meliburkan siswanya ketika hujan deras turun di kawasan itu. Mereka khawatir bangunan sekolah yang sudah terlihat rapuh itu akan menimpa mereka. Belum lagi di berbagai daerah yang pernah mengalami konflik kekerasan, banyak sekali siswa yang bersekolah di barak-barak darurat, seperti di Maluku dan Maluku Utara. Sementara itu, di Bekasi, bupati merasa prihatin, karena bangunan tempat anak-anak mencari ilmu itu disebutnya lebih mirip kandang kambing. Bagaimana bisa, pendidikan yang selalu digembar-gemborkan sebagai hal yang paling penting dalam membangun bangsa dan negara ini, bisa begitu memprihatinkan? Undang-Undang Dasar 1945 yang telah diamendemen dengan tegas mengamanatkan agar: "Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, dan setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar, dan pemerintah wajib membiayainya" (Pasal 31, ayat 1 dan 2 UUD 1945). Namun yang terjadi sekarang ini ada 700 ribu dari 27 anak usia sekolah dasar, dan 3,5 juta dari 12,5 juta anak usia sekolah lanjutan pertama tidak bisa bersekolah. Sedangkan yang berkesempatan bersekolah, belajar di bangunan-bangunan yang sangat memprihatinkan. Apa yang akan terjadi pada generasi penerus bangsa ini jika sarana pendidikan saja jauh dari memenuhi standar yang minimum sekalipun. Dalam keadaan seperti ini, adalah mustahil bagi kita untuk berbicara tentang kualitas, dan pemerataan pendidikan. Bahkan sekarang ini telah banyak dilontarkan pendapat bahwa kualitas pendidikan di Indonesia jauh di bawah negara-negara yang pada beberapa dekade lalu di bawah Indonesia, bahkan belajar dari Indonesia. Di sisi lain muncul fenomena biaya pendidikan yang begitu mahal, khususnya di kota-kota. Sekolah-sekolah dengan bangunan dan sarana pendidikan yang mewah ditawarkan untuk mereka yang mampu membayar dengan biaya sangat tinggi. Dua fenomena yang saling bertolak belakang ini mencerminkan bahwa tidak ada upaya yang serius untuk melaksanakan wajib belajar. Ketersediaan dana untuk bidang pendidikan, selalu disebutkan sangat terbatas. Bahkan konstitusi yang dengan tegas menyebutkan anggaran pendidikan minimum 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan juga APBD (Ayat 3 Pasal 31 UUD 1945), hanya memperkuat pendapat bahwa perhatian terhadap pendidikan itu sekadar wacana politik praktis. DPR, DPRD, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dengan sangat sadar melanggar amanat konstitusi, dengan tidak menyediakan dana untuk pendidikan sebesar yang telah ditetapkan. Belum lagi praktik korupsi yang melemahkan kemampuan negara menyediakan dana untuk pendidikan tak pernah diberantas secara sungguh-sungguh. Merujuk pada setidaknya dua kali kampanye pemilihan umum yang lalu, pendidikan dijadikan tema yang gencar disuarakan dari panggung-panggung para politisi, kita khawatir bahwa hal serupa akan terus terjadi. Pendidikan banyak dibicarakan tetapi sedikit sekali komitmen untuk memperbaiki dan membangunnya. Para calon presiden dan wakil presiden juga tidak ketinggalan menyebutkan pembangunan pendidikan dalam visi dan misi yang disampaikan kepada publik, meskipun di antara mereka adalah orang-orang yang selama duduk dalam pemerintahan begitu abai dengan pendidikan. Pendidikan disebut-sebut ibarat pohon yang berakar pahit tetapi berbuah manis. Hanya dengan komitmen penuh bangsa ini, pendidikan akan bisa diselenggarakan dengan kualitas yang baik dan merata. Dan hanya dengan pendidikan yang baik bangsa ini memiliki masa depan. -------------------------------------------------------------------------------- Last modified: 22/5/04 [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM ---------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

