25.05.2004

Obat-obatan ideal

(Obat berupa pil yang diminum dinilai kurang efektif dan sulit dipantau keampuhannya)

Obat yang kita minum ketika kita sakit, ternyata harus menempuh jalan panjang dan 
rumit untuk dapat menunjukkan khasiatnya. Karena itu, para ahli kedokteran kini 
mencari metode baru pemberian obat yang paling ideal.


Obat-obatan yang diminum, harus mampu bertahan dari asam lambung dan enzym pencernaan 
di usus besar. Barulah di usus halus, unsur aktif dari obat-obatan harus dapat diserap 
oleh pembuluh darah, dan ternyata itupun belum selesai. Unsur aktif ini, kemudian 
harus dapat menembus filter di hati, baru setelah itu dapat disebar ke seluruh bagian 
tubuh oleh aliran darah. Setelah melewati fase sulit tsb, barulah unsur aktif dapat 
berperang melawan bibit penyakit.

Sebagian besar obat-obatan modern, memang dirancang untuk mampu melewati hambatan tsb. 
Caranya, antara lain mengemas obat-obatan dalam kapsul, yang mampu bertahan pada 
suasana asam di dalam lambung. Dan baru luruh di usus halus yang bersuasana alkali. 
Namun juga terdapat obat-obatan jenis baru, misalnya obat-obatan yang dibuat dengan 
proses bio-teknologi, yang memerlukan teknologi canggih, agar khasiatnya tidak hilang 
begitu saja dalam perjalanan di saluran pencernaan.

Obat yang diproduksi secara bio-teknologi, kebanyakan protein dengan molekul besar, 
harus dilindungi agar tidak diuraikan dalam lambung. Biasanya digunakan apa yang 
disebut protease inhibitor, untuk melindungi obat-obatan berbasis protein tsb. Akan 
tetapi, muncul masalah lainnya, yakni bagaimana penyerapannya di dalam usus halus. 
Sebab, biasanya sel usus hanya dapat menyerap protein dalam bentuk sudah diuraikan. 
Masalahnya, jika diuraikan, protein bersangkutan tidak lagi memiliki khasiat ampuh 
sebagai obat.

Sulit dikendalikan

Pada dasarnya, pemberian obat-obatan melalui usus, amat rumit dan banyak kendalanya. 
Hal ini berlaku tidak hanya bagi obat-obatan berbasis protein, akan tetapi bagi hampir 
seluruh obat. Walaupun para ahli farmasi mengembangkan berbagai siasat, akan tetapi 
obat yang ditelan, tetap saja sulit dikendalikan. Misalnya secepat apa dan dalam kadar 
seberapa besar, unsur aktifnya memasuki aliran darah. Selain itu, sulit diketahui 
berapa lama unsur aktifnya bekerja di dalam jaringan atau organ tubuh lain.

Ancaman dampak negatif yang dihadapi pasien, juga menjadi cukup besar. Misalnya saja, 
jika obat-obatan terlalu cepat terurai, atau sebaliknya terlalu lama mengendap dalam 
jaringan, akibatnya dapat sama fatalnya. Atau, jika khasiat obat terlalu cepat hilang, 
karena penyerapan ke dalam pembuluh darah terlalu lamban, maka penyakitnya tidak dapat 
disembuhkan. Salah satu cara ideal, untuk menghadapi berbagai hambatan ini, antara 
lain dengan cara menyuntikan obat. Kesulitannya, siapa yang mau disuntik tiga atau 
empat kali sehari, seperti layaknya kita minum obat ?

Karena itulah, para peneliti dan pakar farmasi, sejak 20 tahun terakhir ini, terus 
berupaya mencari format baru pemberian obat-obatan. Misalnya saja kini tersedia obat 
manjur dalam bentuk plester untuk ditempel di kulit, susuk, injeksi apa yang disebut 
depot obat, atau juga obat semprot untuk hidung dan paru-paru. Tentu saja selain 
bertujuan menyembuhkan penyakit, sasaran utama lainnya dari industri farmasi adalah 
meraup keuntungan. Dengan pengembangan format baru itu, bisnis obat-obatan, di AS saja 
meningkat sekitar US $ 20 milyar dalam setahunnya.

Mencari portal baru

Pencarian portal baru, untuk memasukan obat ke dalam tubuh, agar khasiatnya optimal, 
juga menghasilkan obat-obatan jenis baru. Misalnya belum lama ini dipasarkan obat 
dalam bentuk depot, yang disuntikkan atau ditanam di bagian tubuh yang diserang 
penyakit. Yang pertama, adalah Nutropin, bentuknya bulat seperti kelereng, dan 
dimasukan ke dalam tubuh dengan cara disuntikkan. Unsur aktifnya, berupa hormon 
pertumbuhan, dikeluarkan secara bertahap, sampai empat minggu lamanya. Yang kedua 
adalah Gliadel, berbentuk cakram kecil, yang secara ajeg mengeluarkan khemo-terapi 
untuk kanker otak, yang dipasang dengan cara ditanam di organ yang diserang kanker.

Pencarian portal baru, untuk memasukan obat-obatan lebih efektif ke dalam tubuh, terus 
dilakukan para ahli. Setiap bagian tubuh yang merupakan jalan masuk obat, apakah itu 
kulit, hidung, paru-paru atau organ pencernaan, diteliti dengan cermat. Kini 
dikembangkan metode non-operasi, untuk menyusupkan molekul yang rancang bangunnya amat 
rumit. Misalnya saja, dengan menggunakan gelombang ultra, molekul semacam itu dapat 
dimasukan ke dalam tubuh, tanpa rasa sakit. 

Seperti diketahui, kulit merupakan lapisan pelindung yang amat tangguh. Kulit luar 
terdiri dari lapisan sel tanduk, yang mencegah serangan berbagai bibit penyakit, akan 
tetapi juga sekaligus mencegah masuknya unsur aktif obat-obatan. Molekul yang cukup 
besar, juga amat sulit menembus lapisan kulit, hingga mencapai pembuluh darah halus di 
bagian dalam. Dengan gelombang ultra, untuk sementara lapisan terluar kulit dibuka, 
dan obat-obatan dimasukan langsung ke pembuluh darah. 

Selain gelombang ultra, juga digunakan apa yang disebut iontophorese, yakni dua 
elektroda bermuatan listrik, yang mengirimkan impuls untuk membuka sementara lapisan 
kulit terluar. Bentuknya seperti plester, yang cukup ditempelkan ke kulit. Dengan 
metode ini, obat dapat dimasukan secara konstan, tanpa rasa sakit seperti misalnya 
dengan cara injeksi. Terutama para penderita diabetes tipe satu, atau wanita yang 
memasuki masa menopause, dapat memetik keuntungannya. Insulin atau hormon Estrogen, 
yang harus disuntikkan secara konstan, dapat dimasukan dengan metode iontophorese ini. 



                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Friends.  Fun. Try the all-new Yahoo! Messenger

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke