Gus Dur Kehilangan Gigi di Mata Massanya (Gema Warta Ranesi, 27 Mei 2004)
Dukungan resmi yang diberikan PKB terhadap duet Wiranto dan Gus Solah sebagai capres dan cawapres dari Partai Golkar, kini menuai kritikan. Kritikan tersebut sudah tentu mengarah pada Gus Dur. Meski Gus Dur secara tegas menyatakan dirinya akan berada di luar system, namun tetap saja itu memberi berkah bagi Partai Golkar. PKB dan massa NU pecah akibat perkembangan politik saat ini. Apakah ini membuktikan Gus Dur telah kehilangan giginya di mata massanya? Atau ini hanyalah strategi yang dimainkan oleh Gus Dur? Laporan Jopie Lasut dari Jakarta. Hari Jumat ini menurut rencana, Partai Kebangkitan Bangsa secara resmi akan mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan Wiranto-Gus Sholah. Pilihan PKB untuk mendukung pasangan Capres dan Cawapres dari Golkar ini kemungkinan besar akan mendapat perlawanan dari massa NU yang cenderung mendukung Hasyim Muzadi yang berpasangan dengan Megawati. Ini nampak dari banyaknya dukungan yang mengalir dari Jawa Barat dan Jawa Timur untuk pasangan Mega-Hasyim. Ribuan kyai NU menyatakan sikap memberikan sokongan kepada duet ini. Sebaliknya massa pendukung PKB diperkirakan akan memberikan dukungan mereka pada pasangan Wiranto Solahudin. Meski Gus Dur menyatakan dirinya tetap Golput, namun dengan dibiarkannya PKB mendukung duet Wiranto-Sholah, sudah bisa dipastikan bahwa sebagian besar massa NU/PKB akan medukung Wiranto. Gabungan hijau kuning ini sudah pasti akan membawa pasangan Wiranto-Sholah ke rangking 1 pada ronde pertama pilpres yang akan dilangsungkan tanggal 5 Juli nanti. "Kita pasti akan pindah ke Hasyim", ujar seorang aktivis muda NU yang masuk golongan "Bani Hasyim", yaitu keluarganya pendiri NU, KH Wahid Hasyim. Sementara ini para kyai masih tunduk pada Ketua Umum Nonaktif Hasyim Muzadi. Apalagi dia sekarang keliling membawa pundi-pundi. Tetapi soal memilih siapa nanti itu tentu tergantung Gus Dur, katanya. Uangnya diterima tetapi mereka akan pilih yang lain. Bagi para Kyai itu Gus Dur masih tetap nomor satu. Sedangkan Kyai Hasyim Muzadi jelas tidak mau dinomorduakan. Dia merasa dirinya nomor satu di NU. Sedangkan kalangan NU pendukung Hasyim Muzadi menunjuk pada track record Gus Dur. Gus Dur dahulu pernah mengusulkan agar Partai Golkar dibubarkan. Dia juga berjuang agar peran militer dihilangkan dari dunia politik. Gus Dur juga yang memecat Wiranto dari jabatan Menhankam yang baru dipegangnya selama 3 bulan. Saat itu banyak yang berdecak kagum atas sepak terjang Gus Dur. Tak banyak aktor politik yang berani menunjukan sikap perlawannya terhadap kekuatan Orde Baru. Gus Dur bersikap mendua. Bahkan seorang aktivis LSM yang sangat mengaggumi Gus Dur sangat menyesalkan sikap Gus Dur tersebut. Shanty Parhusip: Semenjak Gus Dur menjadi presiden, saya sangat mengagumi Beliau. Banyak sekali keputusan-keputusan yang diambil oleh Beliau tanpa harus memandang resiko politik di belakangnya. Keputusan politik yang dia ambil sangat lurus sekali, sangat populis. Itu membuat kita semua, sebagaimana saya bekerja di LSM, itu sangat bangga terhadap Gus Dur, karena berani melawan kepentingan-kepentingan Orde Baru saat itu, seperti dia mencopot Wiranto, dia memiliki gagasan untuk mencabut TAP MPR XXV dan banyak lagi keputusan kebijakan-kebijakan kontroversial yang coba diambil oleh Gus Dur. Sampai pada akhirnya saya mendengar bahwa dia punya keinginan untuk membubarkan partai Golkar. Bagi saya itu adalah sebuah langkah politik yang sangat maju. Saya nasrani, namun saya sangat mendukung Gus Dur. Bahkan pada pemilu yang lalu, terus terang saya memilih PKB. Saya memilih PKB karena sikap Gus Dur yang berani dan konsisten. Namun ternyata melihat keputusan saat ini di mana Gus Dur, walau pun dia bersikap Golput atau katakan dia berada di luar sistem, tapi PKB memberikan restu kepada Sholahuddin Wahid dan Wiranto. Bagi saya ini adalah kekeliruan besar yang diambil oleh Gus Dur. Gus Dur boleh melakukan zigzag apa saja, tapi seharusnya tidak seperti ini. Karena dia membuat kita menjadi sangat kecewa. Bagi saya ini adalah sikap mendua Gus Dur yang sangat berbahaya dan pada akhirnya Gus Dur akan kehilangan simpati dari banyak orang yang selama ini mendukung dia. Demikian Shanty. Pada saat pemilihan umum yang baru lalu, banyak para korban Orde Baru yang ramai-ramai memberikan dukungan kepada PKB. Bahkan para umat Nasranipun tak perduli lagi PKB itu partai Islam atau tidak. Di mata para korban Orde Baru, Gus Dur adalah representasi dari perlawanan terhadap Golkar atau Orde Baru. Para korban Orde Baru khususnya para mantan tapol/napol 65 yang merasa tidak diakomodir tuntutannya oleh pemerintahan Megawati, dalam pemilu kemarin ramai-ramai memberikan suaranya kepada PKB. Namun setelah Wiranto berhasil meminang Gus Solah dan kemudian duet tersebut direstui oleh PKB, kini semuanya hijrah kembali ke PDI Perjuangan. Bagi mereka Partai Golkar Dan sosok Wiranto tetap sebagai generasi sejati atau anak kandung Orde Baru. Sekuat apa pun Partai Golkar atau tim sukses Wiranto mencoba menepis stigma tersebut, namun pada kenyataannya banyak yang sudah tidak lagi mempercayainya. Bagius Dur dinilai inkonsistensi. Pasalnya sejak awal Gus Dur amat menentang partainya koalisi dengan Partai Golkar. Bahkan terakhir Gus Dur menolak berkoalisi dengan Partai Golkar di mana saat itu Wiranto berkeinginan meminang Hasyim Muzadi. Tak kurang akal, gagal meminang Hasyim Muzadi, Partai Golkar yang memang telah memiliki kemampuan berpolitik lebih matang ketimbang partai-partai lainnya, langsung melamar Gus Solah adik kandungnya sendiri. Pada posisi inilah Ketua Dewan Syuro terjepit. Perkembangan politik yang terjadi menjelang pemilihan presiden ternyata hanya membawa dampak perpecahan baik di tubuh NU maupun PKB. NU demikian halnya PKB yang semula dinilai banyak kalangan sebagai sebuah kekuatan yang solid ternyata demikian rapuh. Kini mereka terpecah belah ke dalam beberbagai kotak kekuatan. Kotak Gus Dur dengan Golputnya, kotak Hasyim Muzadi, Kotak Hamzah Haz, Kotak Solahudin Wahid dan di Indonesia Timur ada Kotak Jusuf Kalla. Banyak yang menduga bahwa kotak-kotak ini merupakan strategi tebar jala yang dilakukan oleh Gus Dur. Ia menebar orang-orangnya di banyak tempat. Dukungan suara yang diberikan oleh Gus Dur kepada duet Wiranto-Gus Solah bahkan kabarnya bukan sebuah cek kosong. Ada syarat yang diajukan oleh pihak PKB. Syarat tersebut salah satunya adalah posisi 5 kursi menteri dan 2 kursi untuk posisi menko. Nampaknya syarat ini agak sulit diberikan oleh Partai Golkar. Ini jelas dari pernyataan yang diberikan oleh Akbar Tanjung sesaat setelah PKB menyatakan dukungannya. Dengan lugas Akbar yang kala itu dicecar wartawan seputar pertanyaan apakah Golkar akan meluluskan syarat tersebut. Boss Partai Golkar yang kalah di konvensi ini hanya menjawab bahwa hal itu dapat didiskusikan. Sementara itu sehubungan dengan perpecahan yang terjadi di dalam NU atau PKB ada kalangan yang menilai bahwa ini adalah bukti bahwa kekuatan Gus Dur mulai memudar, utamanya di kalangan generasi muda NU. Gus Dur memang belakangan banyak menuai kritikan pedas dari banyak pihak yang dahulu sangat mengaguminya. Namun nampaknya semua kritikan tidak akan berarti apa-apa bagi seorang Gus Dur. http://www.rnw.nl/in/berita/gemawarta.html#4023030 __________________________________ Do you Yahoo!? Friends. Fun. Try the all-new Yahoo! Messenger. http://messenger.yahoo.com/ ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

