http://www.suarapembaruan.com/News/2004/05/28/index.html SUARA PEMBARUAN DAILY
TKW Asal Bandung Meninggal di Arab Saudi 73 TKI Asal Jabar Tertahan di KBRI Kuala Lumpur BANDUNG - Lala Nurlela binti Syahmudin (28), seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Bale Endah, Kabupaten Bandung, dikabarkan meninggal dunia, setelah enam hari bekerja di Arab Saudi. Namun hingga hampir satu bulan, jenazah yang bersangkutan masih terkatung-katung dan tidak ada kejelasan penyebab kematiannya. Keluarga Syahmudin baru mengetahui kabar anaknya meninggal pada 28 Maret lalu melalui surat dari PT Sabika Arbindo yang ditandatangani Direktur Operasional, Habibah Nurdin. Perusahaan itu adalah perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang mengirim Lala ke Arab Saudi. "Tidak ada penjelasan kenapa istri saya meninggal, tahu-tahu ada surat katanya dia sudah meninggal tapi tak diketahui penyebabnya,'' ujar suami Lala, Mutakin, ketika ditemui di Kampung Mulyasari RT 03/RW 19, Kelurahan Bale Endah, Kecamatan Bale Endah, Kabupaten Bandung, Kamis (27/5). Syahmudin (55), ayah Lala, mengaku terkejut membaca surat itu, karena putri sulungnya dalam keadaan sehat ketika berangkat ke Jeddah untuk menjadi pembantu rumah tangga pada 22 Maret lalu. Atas kesepakatan keluarga, Syahmudin dan Mutakin mengirim surat balasan ke PT Sarbika Arbindo, meminta agar jenazah Lala dibawa kembali ke Bandung untuk dimakamkan. Namun pihak PJKTI belum membalas permintaan itu, sehingga pihak keluarga sempat meminta bantuan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat dan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans). "Karena tidak ada jawaban, Depnakertrans mengirimkan surat panggilan kepada Dirut PT Sabika Arabindo. Saat pertemuan di Depnakertrans 23 April lalu, perusahaan berjanji akan memenuhi permintaan kami,'' jelas Mutakin. Barulah tanggal 26 April 2004, pihak PJTKI mengirimkan surat kepada keluarga meminta izin untuk menguburkan jenazah Lala di Arab Saudi karena keadaan jenazah yang sudah membiru. Habibah mengatakan, hak-hak TKI dan juga asuransi baru bisa diproses jika sudah ada surat izin dari keluarga. "Mereka (PJTKI) mengatakan, data-datanya masih diproses, jadi lebih baik dikuburkan dulu di sana (Arab),'' tambah Mutakin. Telantar di Malaysia Sementara itu, saat ini 73 tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Jawa Barat (Jabar) dikabarkan tertahan di penampungan di Kedutaan Besar RI (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia. Untuk itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar menyatakan siap untuk membantu proses pemulangan dari Malaysia. Dari 73 TKI tersebut, 34 TKI di antaranya masih diperiksa oleh aparat Malaysia karena menjalankan praktik prostitusi. Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Jabar, Nu'man Abdul Hakim di Bandung, Rabu (26/5). "Soal TKI ini sebenarnya wewenang pemerintah pusat, dan perintah pusat mungkin akan mencari PJTKI-nya,'' katanya. Namun Nu'man mengaku belum mendapatkan laporan yang lengkap dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar. Padahal sebelumnya, KBRI di Kuala Lumpur sudah mengirimkan surat ke Disnakertrans Jabar untuk meminta bantuan memulangkan mereka karena KBRI kesulitan dana. "Tapi sebelumnya yang bertanggung jawab itu siapa? Waktu berangkat Pemprov Jabar tidak tahu menahu, ada ijinnya atau tidak," katanya. Dirinya juga menyesalkan jika ternyata TKI tersebut ternyata ilegal. "Ketika TKI tidak legal dan dia bekerja mendapat masalah, seharusnya jangan membebani kita. Tetapi kalau itu menjadi kewajiban negara termasuk Pemprov Jabar, tidak masalah," ujar Nu'man Sementara itu, Kepala Disnakertrans Jabar, Sukarto Karnen mengaku baru akan melapor kepada Gubernur Jabar, Danny Setiawan, untuk bisa pergi ke Malaysia dan memeriksa kondisi 73 TKI itu. "Saya memang baru mau lapor gubernur. Jangan diributkan dulu, biarkan kami menyelesaikannya sampai tuntas,'' ujarnya di Bandung. Berdasarkan informasi petugas Disnakertrans Jabar, 34 TKI yang diketahui sebagai pekerja seks, merupakan korban penipuan, karena dijual oleh sindikat penjualan wanita yang kini masih diselidiki Kepolisian Malaysia. Selain mereka, satu orang TKI asal Cianjur bernama Amah Arif (30) menderita penyakit tuberkulosis (TBC) akut dan harus segera dipulangkan untuk mendapat pengobatan yang layak. (ADI/A-17) Last modified: 28/5/04 ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

