http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=86946
Suara Karya, 29 Mei 2004


Wiranto: Hukum Mati Koruptor Kakap 


JAKARTA (Suara Karya): Wiranto mengaku akan menerapkan hukuman mati bagi para koruptor 
kelas kakap jika terpilih menjadi presiden dalam pilpres mendatang. Dia yakin, 
tindakan itu dilakukan konsekuen bisa menimbulkan efek jera bagi para koruptor. 

Saat berbicara dalam forum Visi dan Misi Capres/Cawapres yang digelar oleh Komite 
Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Jakarta, Jumat, Wiranto membeberkan, untuk 
membangun kepercayaan di bidang penegakan hukum, hukuman mati bagi koruptor perlu 
segera diterapkan sehingga tak ada lagi yang berani melakukan tindak korupsi. 

Namun Wiranto menyadari, hukuman mati merupakan wilayah yudikatif. Karena itu, dia 
akan mendesak yudikatif agar menerapkan hukuman mati bagi para koruptor. 

"Presiden bukan eksekutor (hukum). Karena itu, saya akan meminta yudikatif agar 
menerapkan hukuman mati bagi koruptor kelas kakap. Bila hukuman mati itu diterapkan, 
berarti saya dan Anda-anda sekalian harus siap menerimanya (hukuman mati) - kalau 
terbukti korupsi," katanya berkelakar. 

Lebih lanjut Wiranto menjelaskan, penerapan hukuman mati akan mendidik rakyat dan 
membuat jera para koruptor sehingga tak akan ada lagi orang yang berani melakukan 
tindakan korupsi. "Kalau penerapan hukuman mati itu dilakukan konsekuen dan konsisten, 
upaya pemberantasan KKN dan penegakan hukum akan berjalan efektif karena para koruptor 
takut dihukum mati," paparnya. 

Namun demikian, tandas Wiranto, penerapan hukuman mati selain dilakukan konsekuen dan 
konsisten, juga harus adil. Artinya, hukuman itu berlaku bagi siapa saja tanpa pandang 
bulu. 

"Siapa saja yang terbukti melakukan korupsi, ya dikenai hukuman itu. Jadi, kalau saya 
dan Anda melakukan korupsi, ya akan dikenai hukuman mati. Kita harus berani menghadapi 
ini," ujar Wiranto. 

Dia menambahkan, penerapan hukuman mati merupakan wujud keseriusan memberantas KKN 
sekaligus menghapus anggapan bahwa Indonesia merupakan negara terkorup. "Tidak usah 
banyak-banyak, kalau ada satu atau dua pejabat yang korupsi, ya dihukum mati. Itu bisa 
membuat jera," tandas Wiranto. 

Menurut Wiranto, penerapan hukuman mati bagi koruptor bukan sesuatu yang baru sama 
sekali. Bahkan secara jujur Wiranto mengaku bahwa konsep hukuman mati bagi koruptor 
kelas kakap merupakan cara pemerintah Cina dalam rangka menegakkan hukum dan 
memberantas korupsi. 

"Kalau saya dipercaya rakyat menjadi presiden, saya akan meniru cara pemerintah Cina 
dalam memberantas korupsi, yakni menerapkan hukuman mati bagi koruptor kelas kakap. 
Hasilnya memang bagus," tandas Wiranto. 

Dalam diskusi yang dimoderatori Ketua Umum KNPI Idrus Marham itu, Wiranto menjelaskan, 
Cina adalah negara yang pernah mengalami kebobrokan bangsa karena dililit persoalan 
korupsi. Korupsi Cina telah menjalar di semua lini. Tapi, ujarnya, Cina kini mengalami 
kemajuan pesat. Di negeri itu kita tak ada yang berani melakukan korupsi. 

Belajar dari Cina, papar Wiranto, penegakan hukum memerlukan political will (kemauan 
politik) pemimpin bangsa atau presiden. Karena itu, katanya, siapa pun yang nanti 
terpilih dalam pemilu presiden, harus berani mengambil kebijakan menerapkan hukuman 
mati bagi koruptor. 

Di tempat terpisah, kemarin, capres PAN Amien Rais berjanji mengundurkan diri jika 
kelak jadi presiden tidak mampu memberantas KKN. Dia juga menegaskan bahwa dalam 100 
hari pertama memerintah, komitmen memberangus KKN itu akan menjadi bukti awal 
kinerjanya. "Tindakan tegas terhadap para koruptor tidak mengenal orang kuat atau 
lemah. Semua akan diperlakukan adil," katanya. 

Amien meminta aparat hukum, baik jajaran kejaksaan maupun kepolisian, agar tidak 
sungkan-sungkan memeriksanya bila terindikasi telah melakukan praktik KKN. "Sudah 
saatnya pemihakan pemerintah pada rakyat kecil diwujudkan secara nyata," katanya. 
Amien menambahkan bahwa dalam penyusunan kabinet pun dia akan menghindari KKN. 

Menurut Amien, penempatan orang-orang dalam kabinet harus benar-benar didasarkan pada 
kompetensi personal. Dengan demikian, kabinet benar-benar diisi oleh orang-orang yang 
profesional di bidang masing-masing. (H-3/Ant) 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke