ASAP ROKOK ATAU ASAP KENDARAAN?

Oleh Tangkisan Letug

Kalau dipikir-pikir, makin kentara kepentingan apa
yang sedang didewakan dalam kampanye anti rokok. Yang
jahat dalam logika kampanye anti-rokok adalah
pengambinghitaman konsumen perokok yang mengakibatkan
kurangnya kesehatan. Seakan-akan korelasi antara
kematian orang dan merokok itu sudah jelas dengan
sendirinya. Padahal, kesehatan dan kematian itu tidak
sebanding lurus dengan aktivitas merokok. Masih banyak
faktor lain yang menyebabkan kondisi kesehatan orang
itu berkurang.

Sebenarnya, kita bisa bertanya tentang kenyataan
sejarah bahwa orang Indonesia ini sudah
berturun-temurun ada dalam kultur merokok. Tetapi toh
nenek-moyang perokok kita itu memiliki usia yang
lanjut. Coba tengok sejarah keluarga. Kenyataan ini
tentunya membawa orang untuk berpikir faktor-faktor
lain.

Logika kampanye anti-rokok yang mengglobal kurang
lebih begini:
*Banyak orang merokok.
*Ada orang sakit karena asap rokok.
*Maka, sebaiknya rokok dihapuskan.

Dari logika itu pula, lahir diskriminasi terhadap para
perokok yang berlebihan. Pengkambinghitaman publik
terhadap budaya rokok didukung oleh media massa yang
global sifatnya. Semua itu hanya karena masalah "asap
rokok". 

Tetapi, anehnya, asap kendaraan yang jauh lebih
berbahaya dari asap rokok tetap tidak dikampanyekan
sehebat bahaya asap rokok. Bahkan dampak publiknya,
asap kendaraan jauh sebenarnya lebih hebat daripada
sekedar asap rokok. 

Lalu, bisa ditarik lagi pertanyaan kita, sampai pada
andilnya asap-asap pabrik di berbagai kota yang
dihirup penduduknya. 

Kalau mau serius mengatasi problem "asap", mestinya
justru asap-asap yang amat berbahaya dari kendaraan
dan pabrik-pabrik itulah yang perlu dikampanyekan
sebagai membahayakan kesehatan dan kehidupan.

Kalau sekarang ada tempat-tempat umum dengan tulisan:
"Dilarang Merokok", mestinya jauh lebih urgen untuk
membuat larangan: "Dilarang Membangun Pabrik" atau
"Dilarang Jual Kendaraan".

Begitulah, sekedar untuk bertanya. Namun, betapa
sulitnya menebas arus opini dunia yang terlanjur
dianggap benar adanya. Kasihan, Kang Amat dan Yu
Paijem, tak pernah mampu berpendapat untuk
kepentingannya sendiri. Kebenaran sepertinya sudah
didominasi para pemegang kekuasaan global. Bahkan,
untuk menyatakan kebutuhannya sendiri Kang Amat dan Yu
Paijem tak mampu. Kebutuhannya adalah kebutuhan
bebek-bebek yang dibuat lapar dan haus produk-produk
global.

4 Mei 2004



        
                
__________________________________
Do you Yahoo!?
Friends.  Fun.  Try the all-new Yahoo! Messenger.
http://messenger.yahoo.com/ 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke