04.05.2004

Penyembuhan rasa nyeri

Serangan rasa nyeri terutama di negara maju, dewasa ini semakin meluas. Walaupun 
metode pengobatannya sudah tergolong maju, mekanisme rasa nyeri masih harus terus 
diteliti

Di Jerman sekitar 40 persen orang dewasa mengeluh nyeri punggung, 10 persen mengeluh 
nyeri pada kepala akibat migren dan sekitar tiga persen mengeluh sakit kepala kronis. 
Penelitan rasa nyeri di tingkat Eropa menunjukan sekitar 20 persen penduduk Eropa 
menderita nyeri kronis. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari nyeri akibat penyakit 
seperti akibat rematik atau kanker, hingga yang sumbernya dari penyakit psikis. 
Ironisnya di sejumlah negara maju keluhan rasa nyeri ini tidak mendapat perhatian 
klinis secara serius.

Ketua kolokium terapi rasa nyeri Jerman, Dr.Gerhard M�ller-Schwefe, bahkan dengan agak 
keras mengingatkan jika tetap dibiarkan rasa nyeri kronis akan menjadi epidemi di abad 
ke 21. Disebutkannya, penelitian untuk memerangi rasa nyeri sudah maju dan 
menghasilkan berbagai metode yang cukup ampuh. Dewasa ini, seharusnya tidak boleh ada 
lagi pasien yang menderita akibat rasa nyeri kronis. 

Akan tetapi, dalam dua dekade ini tidak banyak perubahan dalam tema penanggulangan 
rasa nyeri. Padahal jumlah penderitanya di Jerman saja kini meningkat mencapai sekitar 
20 juta orang. Sampai delapan juta orang dewasa di Jerman tergolong menderita penyakit 
nyeri kronik yang mengganggu pekerjaan sehari-harinya. Kerugiannya untuk ekonomi 
Jerman juga tergolong amat besar. Pada tahun 1997 lalu dilakukan penelitian mengenai 
beban biaya akibat sakitnya para pekerja Jerman. Ternyata, rasa nyeri punggung kronis 
menyebabkan kerugian sebesar 16 milyar Euro setiap tahunnya. 

Rincian biaya yang dikeluarkan adalah sekitar 30 persen untuk diagnose dokter, terapi, 
perawatan di rumah sakit dan pembelian obat-obatan. Bagian terbesarnya yakni sekitar 
70 persen, adalah ongkos ekonomi akibat pekerjaan yang terganggu serta rehabilitasi di 
tempat kerja. Dalam penelitian itu tidak dihitung ongkos akibat semakin banyaknya 
pekerja yang pensiun muda. Selain itu, juga dilaporkan di Jerman sekitar 800.000 orang 
yang menderita rematik kronis. Mereka ini juga menjadi beban bagi ekonomi secara 
keseluruhan.

Sistem alarm pada tubuh

Tetapi apa sebetulnya penyakit rasa nyeri itu? Mengapa kasusnya menjadi sedemikian 
serius? Para ahli kedokteran mendefinisikan, rasa nyeri adalah sinyal dari gangguan 
pada jaringan tubuh. Sistem rasa nyeri ibaratnya sistem alarm pada tubuh manusia. Jika 
terjadi radang atau serangan penyakit di salah satu bagian tubuh, sistem rasa sakit 
akan  mengirimkan sinyalnya ke otak. Dari otak sinyalnya dikirimkan ke seluruh tubuh 
sebagai alarm yang memperingatkan adanya gangguan. Akibat sinyal ini tubuh akan 
bereaksi, antara lain dengan meningkatkan tekanan darah dan memproduksi hormon 
tertentu.

Jika tanda bahaya ini dibunyikan dan tubuh bereaksi, otak melakukan pengendalian rasa 
sakit dengan mengaktifkan sistem penekan rasa sakit yang memproduksi opiat dari tubuh 
sendiri berupa hormon Endorphin. Akan tetapi, jika sistem alarm rasa nyeri itu terus 
menerus diaktifkan,akibat penyebabnya tidak disembuhkan karena sistem opiat di dalam 
tubuh tidak lagi mampu meredamnya. Dalam kondisi seperti itulah rasa nyeri kronis 
muncul. 

Rasa nyeri kronis berbeda dengan rasa nyeri akut. Rasa nyeri akut biasanya diketahui 
penyebabnya. Misalnya akibat luka, trauma atau setelah operasi. Jika penyebabnya 
disembuhkan biasanya rasa nyerinya juga ikut hilang. Rasa nyeri kronis ternyata lebih 
rumit dari itu. Jika penderita sudah lama mengidap rematik atau penyakit kronis 
seperti kanker, terbentuk semacam ingatan rasa nyeri pada sistem jaringan saraf. 
Sistem saraf akan bereaksi amat sensitif juga terhadap rangsangan yang sebetulnya 
tidak membuat rasa nyeri. Pada penderita rematik kronis atau kanker stadium akhir, 
usapan atau sentuhan ringan saja akan menimbulkan rasa nyeri luar biasa.

Dengan mengetahui mekanisme munculnya rasa nyeri, para peneliti kedokteran juga sudah 
menemukan sejumlah metode untuk meringankan gejalanya. Misalnya diketahui unsur opiat 
dari tubuh seperti Endorphin sudah tidak mampu lagi meredam rasa nyeri. Untuk itu, 
dapat diberikan terapi opiat sintetis dari luar tubuh. Misalnya yang paling mudah, 
dengan pemberian obat pembunuh rasa sakit semacam aspirin. Atau jika kasusnya 
tergolong berat seperti pada penderita kanker dapat diberikan morphin, yang dosisnya 
yang diawasi ketat oleh dokter.

Mekanisme rumit

Akan tetapi disadari, penyembuhan rasa sakit kronis adalah perkara yang amat sulit dan 
rumit. Juga tidak dapat hanya bertumpu pada satu pilar saja misalnya hanya dengan 
pemberian obat. Namun dengan bantuan obat-obatan yang sudah ada, paling tidak 
gejalanya dapat dikurangi. Mayoritas pasien sebetulnya juga dapat ditolong dengan 
pengobatan semacam itu. Juga pengobatan rasa sakit alternatif seperti misalnya tusuk 
jarum dapat dimanfaatkan untuk menolong para pasien.

Betapa sulitnya menanggulangi penyakit rasa nyeri ini tergambar dari situasi kesehatan 
di Jerman yang tergolong negara maju. Untuk menangani sekitar 20 juta penderita rasa 
nyeri kronis, diperlukan sekitar 2.000 klinik perawatan dan terapi rasa nyeri. Belum 
lagi tenaga ahli, berupa dokter dan psikolog serta perawat yang harus dididik untuk 
menangani klinik tsb. Kenyataan menunjukan, tidak jarang para penderita rasa nyeri 
harus berganti-ganti dokter atau mencoba berbagai terapi alternatif sampai ditemukan 
sumber penyakitnya. Statistik kesehatan menunjukan, rata-rata pasien harus menderita 
selama delapan tahun hingga sumber penyakitnya ditemukan dan disembuhkan.

Contoh kasus seorang wanita penderita rasa nyeri dari Hamburg, dapat dengan gamblang 
menggambarkan rumitnya terapi rasa nyeri. Pasien yang sekarang berusia 54 tahun ini 
menderita rasa nyeri di kepala atau migren yang cukup berat, disertai mual, muntah dan 
gangguan keseimbangan. Para dokter yang didatanginya, hanya bolak-balik memberi obat 
pembunuh rasa sakit ringan, seperti aspirin atau parasetamol.

Pasien bersangkutan juga sudah mencoba berbagai pengobatan alternatif, dari mulai 
akupunktur, terapi sengatan lebah, chiro-therapi, aroma-terapi hingga penggunaan beta 
bloker. Namun kondisinya bukan bertambah baik malahan semakin parah. Perusahaan 
tempatnya bekerja memutuskan hubungan kerja, karena ia lebih sering sakit ketimbang 
masuk kerja. Setelah 14 tahun menderita, akhirnya pasien bertemu dr. Dietrich Jungck, 
ahli pengobatan rasa nyeri dari Hamburg. Mula-mula dilakukan diagnosa menyeluruh, dan 
setelah itu diberikan obat pembunuh rasa sakit yang lebih kuat secara bertahap dan 
teratur. Dengan pengobatan tepat selama 3 bulan akhirnya dapat sembuh total.

Kasus ini menunjukan, pengobatan rasa nyeri tetap merupakan hal yang amat sulit. 
Obat-obatan paten banyak tersedia juga cara pengobatan alternatif. Namun bagaimana 
obat-obatan atau terapi dapat berhasil amat tergantung dari diagnosa, apa sumber 
penyebab rasa nyeri bersangkutan. Selama sumbernya tidak dapat ditemukan, yang diobati 
hanyalah gejalanya. Seringkali gejalanya hanya hilang sesaat namun kemudian menyerang 
lebih hebat lagi.

Masalah lainnya dari pengobatan rasa sakit adalah digunakannya obat dari keluarga 
opiat yang dapat menimbulkan kecanduan. Karena itu, para dokter di Jerman ekstra 
hati-hati dalam memberikan obet dari keluarga opiat ini. Dalam peringkat dunia 
penggunaan morfin untuk pengobatan Jerman berada di papan bawah, dengan penggunaan 
17,6 kilo morfin untuk sejuta orang. Bandingkan dengan negara tetangga Belanda yang 
menggunakan morfin untuk pengobatan sebanyak dua kali lipat per tahunnya. Karena itu, 
sejumlah dokter ahli pengobatan rasa sakit di Jerman, mengusulkan dilegalkannya 
penggunaan ganja atau marijuana untuk tujuan pengobatan. 


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Friends.  Fun. Try the all-new Yahoo! Messenger

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke