(Harap yang berikut ini dibaca dengan enteng-entengan, tidak ada maksud untuk 
mencampuri urusan dalam negeri Cina)

==========================================================

04.05.2004

15 tahun peristiwa Tien Anmen

15 tahun setelah penumpasan gerakan demokrasi di Beijing, belum akan ada reformasi 
politik di Cina. Pada malam menjelang tanggal 4 Juni 1989 panser bergerak di ibukota 
Cina. Ketika itu kelompok garis keras unggul, dan gerakan demokrasi yang baru berusia 
dua bulan diakhiri dengan pertumpahan darah. Pembantaian di Lapangan Tien Anmen 
disaksikan di seluruh dunia. Tayangan gambar mengenai seorang pemuda yang dengan 
tangan terentang berusaha menghentikan iring-iringan panser masih terpateri dalam 
ingatan. Tetapi setelah 15 tahun, gambaran mengenainya tersisihkan oleh gemerlap kota 
metropolitan Cina yang maju di bidang ekonomi dimana gedung-gedung pencakar langit 
menjulang tinggi dan kereta transrapid melaju dengan pesat. Timbul pertanyaan seberapa 
besar porsi Cina yang "lama" terdapat dalam kemasan baru itu. Apakah yang dilakukan 
Cina waktu itu merupakan keputusan yang benar? Sejarah dan kemajuan ekonomi yang 
menjawabnya. Cina juga tidak perlu mengikuti irama salsa demokrasi dan ham ala
 Barat, yang justru akan membuat Cina hancur berkeping-keping.

Matthias von Hein dari Berlin:


15 tahun lalu Tentara Pembebasan Rakyat 15 tahun lalu Tentara Pembebasan Rakyat 
melepaskan tembakan ke arah warganya sendiri dan menewaskan ratusan orang di jalanan 
kota Beijing. Saat itu "dewi demokrasi" yang didirikan oleh para mahasiswa kesenian di 
Lapangan Tien Anmen, sebagai simbol harapan akan terwujudnya reformasi politik, juga 
digilas panser. 15 tahun telah berlalu ketika dunia terperangah dan bangsa Cina 
menjadi pasrah.
15 tahun merupakan waktu yang cukup lama dan digunakan Beijing untuk menanjak dari 
kelas terbawah dalam masyarakat dunia menjadi motor penggerak perekonomian dunia yang 
mendapat pengakuan. Kanselir Jerman dalam kunjungannya ke Cina bulan Desember tahun 
lalu juga mengemukakan bahwa Cina sekarang bukan lagi Cina di tahun 1989. Memang 
banyak yang telah berubah dan dibandingkan dengan dulu masyarakat Cina telah menikmati 
banyak kebebasan. Cina sekarang pun tidak lagi diperintah oleh jajaran penguasa yang 
sudah berusia 90 tahunan, melainkan oleh teknokrat muda usia.
Tetapi ada beberapa hal pokok yang sejak tahun 1989 sama sekali tidak berubah. Partai 
Komunis tidak membiarkan monopoli kekuasaannya goyah sedikit pun. Tiap bentuk 
pembangkangan dihadapi dengan kekerasan, tidak peduli apakah itu pembangkangan 
sebenarnya atau hanya berupa dugaan. Jumlah pelaksanaan hukuman mati di Cina masih 
tetap lebih banyak daripada jumlahnya di semua negara lain di dunia. Masalah-masalah 
yang menyebabkan gerakan perdamaian turun ke jalan 15 tahun lalu masih tetap sama, 
yaitu korupsi sebagai dampak dari tidak adanya pembagian kekuasaan, lalu penghapusan 
lapangan kerja di perusahaan negara, inflasi yang meluas dan semakin besarnya 
kesenjangan antara kaya dan miskin.
Kemajuan ekonomi sejak tahun 90-an berhadapan dengan kemunduran di bidang politik. 
Sudah hampir terlupakan, bahwa ketika Zhao Zi Yang menjadi ketua partai sebelum 
tanggal 4 Juni 1989 pun sudah terdapat upaya serius untuk mereformasi sistem politik 
dari atas. Sebuah komisi reformasi dibawah pimpinan Zhao ketika itu sedang mengolah 
pemisahan antara negara dan partai. Setelah Zhao digulingkan pada puncak protes bulan 
Mei 1989, pemikiran radikal mengenai reformasi politik, lenyap dari kehidupan umum di 
Cina. Sampai sekarang Zhao Zi Yang berada dalam tahanan rumah. Ia dan masih banyak 
lagi lainnya menunggu penilaian baru mengenai peristiwa di musim semi 1989 itu, yang 
resminya masih dikatakan sebagai "kekacauan kontra revolusioner". Bahwasanya ketika 
itu bukan segelintir "elemen radikal" yang hendak menggulingkan pemerintah � seperti 
versi propaganda resmi yang terus diulang-ulang, melainkan bahwa jutaan warga Beijing 
ketika itu berani memperlihatkan ketidak-puasan dan visi mereka,
 sebenarnya diketahui pula oleh PM Wen Jiabao. Sebab 15 tahun lalu ia mendampingi Zhao 
Zi Yang turun ke Lapangan Tien Anmen.


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Friends.  Fun. Try the all-new Yahoo! Messenger

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke