----- Original Message -----
From: Abdoellah Saridin
To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, June 07, 2004 11:09 PM
Subject: KH. Abdullah Faqih : "Ketika Wartawan 'Berfatwa'"


Ketika Wartawan Ber”Fatwa”

Oleh: H. Abdullah Faqih *)



Pemberitaan luas oleh media masa terhadap fatwa haram tentang kepemimpinan
wanita sebagai Keputusan Forum Kiai di Pondok Pesantren Raudlotul Ulum,
Pasuruan, sama sekali tidak berdasar. Forum Kiai di Pasuruan, 3 Juni 2004,
tidak pernah menelorkan fatwa atas haramnya kepemimpinan wanita.

Keputusan Forum Kiai di Pasuruan, sebagaimana yang pada saat itu dibacakan
oleh KH. Anwar Iskandar adalah:

1.                  Mendukung penuh keputusan DPP PKB yang mencalonkan KH.
Ir. Sholahuddin bin KH. Abdul Wahid Hasyim sebagai calon wakil presiden yang
digandengkan dengan calon presiden Wiranto.

2.                  Mengamanatkan kepada DPW PKB Jatim dan seluruh
jajarannya, mulai cabang, anak cabang, ranting dan anak ranting serta tim
sukses yang dimiliki untuk melaksanakan dan mensukseskan keputusan ini.

3.                  Menghimbau seluruh warga PKB dan simpatisannya untuk
turut mendukung dan mensukseskan keputusan tersebut

4.                  Menghimbau pada seluruh umat Islam dan WNI yang sudah
memiliki hak pilih untuk mengggunakan hak pilihnya dengan baik dan tidak
melakukan golput.

5.                  Menghimbau pada warga Negara Indonesia, khususnya warga
Jawa Timur, untuk senantiasa menjaga ketenangan, kesatuan dan persatuan.

Dalam forum tersebut yang memakan waktu lebih dari empat jam itu, sama
sekali tidak membahas dan memperdebatkan tentang kepemimpinan wanita, karena
hal itu telah termaktub dalam khazanah keislaman yang sudah diakui
kredibitasnya, yang antara lain menyebutkan, bahwa seorang wanita tidak
boleh memegang kekuasaan menjadi imamul a’dlom atau kepala negara itu selama
dalam kondisi ikhtiyar (tidak terpaksa). Namun bila dalam keadaan dlorurot
(terpaksa), misalnya ada perebutan kekuasaan dan kita tidak mampu
menolaknya, maka kita diperbolehkan mendukungnya. Adapun pernyataan saya
seputar presiden perempuan itu adalah jawaban spontanitas atas pertanyaan
para wartawan tentang penetapan keputusan di atas.

Jadi sebenarnya, status hukum tentang haramnya kepemimpinan wanita
sebagaimana yang telah diekspos besar-besaran oleh kalangan media masa itu
bukan sebagai fatwa Forum Kiai di Pasuruan. Keputusan Forum Kiai di Pasuruan
itu sama sekali tidak ada rekayasa untuk memojokkan salah satu capres dan
cawapres. Sepenuhnya keputusan itu atas dasar pemikiran pribadi
masing-masing kiai.

Para kiai di Pasuruan mengetahui betul, bahwa kedudukan dan otoritas fatwa
itu tidak gampang dimiliki oleh seseorang. Fatwa itu sendiri sebetulnya
hanya bisa dilakukan oleh seorang mufti. Para kiai tidak merasa sebagai
mufti, namun sebatas menjadikan fatwa-fatwa ulama terdahulu yang sudah
diakui kredibilitasnya dalam khazanah keislaman itu sebagai referensi dan
landasan syar’i atas keputusan Forum Kiai di Pasuruan.

Ironisnya, keputusan yang sebenarnya dari forum di Pasuruan itu justru tidak
begitu diminati oleh kalangan pers. Mereka lebih suka memuat berita yang
bernada profokatif, meski hal itu sebetulnya tidak sesuai dengan kebenaran.
Selama ini, jujur saja, media masa seringkali secara lancang memaknai sebuah
istilah-isitilah yang sebenarnya tidak ada, semata-mata rekayasa wartawan
itu sendiri. Penyebutan istilah Kiai Khos misalnya, para kiai tidak satu pun
yang menamakan diri dengan sebutan-sebutan itu. Untuk itu, harapan kami,
pemaknaan isitilah-istilah atau sebutan-sebutan itu hendaknya berdasar pada
kebenaran dan realita serta aman dari adanya akses negatif di kemudian hari.



*) Penulis adalah Pengasuh Pondok Pesantren Langitan Widang Tuban.




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke