Meluruskan Pemberitaan Fatwa Haram Oleh: H. Abdullah Faqih *)
Pemberitaan luas oleh media masa terhadap fatwa haram tentang presiden wanita sebagai Keputusan Forum Kiai di Pondok Pesantren Raudlotul Ulum, Pasuruan, sama sekali tidak berdasar. Forum Kiai di Pasuruan, 3 Juni 2004, tidak pernah menelorkan fatwa atas haramnya presiden wanita. Keputusan Forum Kiai di Pasuruan, sebagaimana yang pada saat itu dibacakan oleh KH. Anwar Iskandar adalah: 1. Mendukung penuh keputusan DPP PKB yang mencalonkan KH. Ir. Sholahuddin bin KH. Abdul Wahid Hasyim sebagai calon wakil presiden yang digandengkan dengan calon presiden Wiranto. 2. Mengamanatkan kepada DPW PKB Jatim dan seluruh jajarannya, mulai cabang, anak cabang, ranting dan anak ranting serta tim sukses yang dimiliki untuk melaksanakan dan mensukseskan keputusan ini. 3. Menghimbau seluruh warga PKB dan simpatisannya untuk turut mendukung dan mensukseskan keputusan tersebut 4. Menghimbau pada seluruh umat Islam dan WNI yang sudah memiliki hak pilih untuk mengggunakan hak pilihnya dengan baik dan tidak melakukan golput. 5. Menghimbau pada warga Negara Indonesia, khususnya warga Jawa Timur, untuk senantiasa menjaga ketenangan, kesatuan dan persatuan. Forum yang memakan waktu lebih dari empat jam itu, sama sekali tidak membahas dan memperdebatkan tentang presiden wanita, karena hal itu sebenarnya telah termaktub dalam khazanah keislaman yang sudah diakui kredibilitasnya. Jadi sebenarnya, pengharaman presiden wanita sebagaimana yang telah diekspos besar-besaran oleh kalangan media masa itu bukan sebagai fatwa Forum Kiai di Pasuruan. Adapun pernyataan saya seputar presiden perempuan itu adalah semata-mata jawaban spontanitas atas pertanyaan para wartawan perihal penetapan keputusan-keputusan di atas tersebut. Karena para kiai di Pasuruan itu mengetahui betul, bahwa kedudukan dan otoritas fatwa itu hanya bisa dimiliki oleh seorang mufti yang telah diakui dan memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai mufti. Dalam hal ini para kiai tidak merasa berkedudukan sebagai mufti. Sementara pernyataan yang muncul pasca pertemuan Forum Kiai di Pasuruan itu lebih bersifat menjelaskan fatwa-fatwa ulama terdahulu yang sudah diakui kredibilitasnya dalam khazanah keislaman sekaligus menjadikannya sebagai referensi dan landasan syar�i atas keputusan sebagaimana dimaksud. Dengan penjelasan-penjelasan di atas, maka saya berkepentingan untuk menjelaskan dengan sebenarnya, bahwa Forum Kiai di Pasuruan itu sama sekali tidak ada rekayasa baik dari parpol tertentu maupun kelompok-kelompok lainnya, apalagi untuk memojokkan salah satu capres dan cawapres. Bahwa kemudian berkembang tanggapan luas yang kurang baik dari masyarakat terhadap keputusan kiai di Pasuruan, itu lebih disebabkan oleh pemberitaan media masa yang kurang proporsional dan terkesan sepihak. Harapan kami dengan pelurusan ini masyarakat lebih dewasa dalam menanggapi persoalan dan tidak mudah menyalahkan satu atas lainnya tanpa konfirmasi langsung kepada pihak yang bersangkutan. Selanjutnya demi menjaga kepentingan yang lebih luas, hendaknya masalah ini dianggap telah selesai dan tidak perlu diperpanjang lagi. *) Pengasuh Pondok Pesantren Langitan [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

