Salam, Karena bung Mario sudah 'menyapa' mbak Virginia, hehehe, maka barulah saya memulai menyapa mbak Virginia ini, Hi neng Virginia... :)
Mengamati persoalan minoritas dan mayoritas suatu kaum di dalam suatu negara adalah cukup menarik. Tak ada satu pun agama di dunia ini yang mengajarkan umatnya untuk menindas kaum minoritas. Islam sangat menjunjung tinggi nila-nilai perbedaan (Qur'an, 49:13) dan tak ayal dalam seaqidah saja Rasulullah juga mengajarkan bahwa perbedaan itu adalah "Rahmah". Sayangnya, bila nafsu binatang telah mengendarai tuanya, sehingga tak heran bila ada manusia yang memangsa manusia seperti yang telah dikisahkan oleh bung Mario terdahulu. Tragedi Gujarat adalah tragedi yang memilukan bagi umat Islam di India khususnya dan Islam di dunia umumnya. Demikian sebagai salam perkenalan saja dan ..... Wassalam, IzaM- --- In [EMAIL PROTECTED], Mario Gagho <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > halo virgin.. (me too, hehehe :) > > well, apa yg dikatakan virgin benar. bahwa minoritas > itu sering menjadi pelecehan kelompok mayoritas. baik > itu di negara maju maupun di negara berkembang. bagi > saya, satu hal yg terpenting dalam hal ini adalah > selagi hal itu tidak dilakukan oleh negara, maka hal > itu masih bisa dianggap sebagai kasuistik. > > yg parah adalah apabila pelecehan atas minoritas > dilakukan oleh negara atau pejabat negara. pembunuhan > ribuan muslim di negara bagian Gujarat, India (tahun > 2002), adalah salah satu contoh pelecehan dan > penindasan yg dilakukan oleh negara. Dipimpin oleh > chief minister gujarat yg bernama narendra modi dan > dibantu oleh aparat kepolisian serta gerakan > fundamentalis radikal hindu, mereka dg dingin menjagal > umat muslim di gujarat. lebih tragis lagi, beberapa > bulan setelah kejadian tragis itu, narendra modi > terpilih lagi menjadi chief minister dg suara > mayoritas! ini artinya pembunuhan itu juga 'disahkan' > oleh rakyat mayoritas hindu. > > apa pelajaran yg patut dipetik? dalam konteks > indonesia, kalangan minoritas jauh lebih baik nasibnya > dg yg terjadi di negara2 lain.dan ini patut disyukuri, > itu artinya jelek2 gini, bangsa dan negara kita > termasuk sudah "beradab". lihatlah bukti2 berikut yg > tidak/jarang terjadi di negara lain: > > 1- ekonomi indonesia dikuasai minoritas (cina) > 2- peluang kerja di birokrasi pemerintahan melebihi > prosentase kuantitas mereka. contoh, di KBRI INDIA, > diplomat dari kelompok minoritas melebihi 60% ! dan > pernah dubesnya orang batak yg nasrani. cari di > negara2 lain yg non-muslim, diplomat yg muslim tidak > akan lebih dari 5 persen. termasuk di AS sendiri, yg > kampiun demokrasi.dan itupun bukan dalam posisi > penting. > 3- di india, muslim sebanyak 12% (sekitar 120 juta) > tapi dari data statistik, yg jadi PNS tidak lebih dari > 3 persen. > > dan contoh2 lain, bisa dilihat di berbagai negara > manapun di dunia. > > dari fakta di atas bukan berarti mayoritas di > indonesia harus puas, kita tetap harus terus > memperjuangkan hak2 minoritas dalam spirit equality > dan fraternity. akan tetapi disisi lain, kalangan > minoritas juga hendaknya juga bermawas diri sambil > mensyukuri kondisi yg relatif lebih baik itu. ini > bukan berarti dilarang mengeluh. karena 'keluhan' toh > juga bagian dari demokrasi, bukan. > > salam summer dari taj mahal, > > > > > --- virginia <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > salam damai semua, > > > > Boleh saya ikut berkomentar: > > > > Dimana pun, kehidupan minoritas itu tidaklah > > mengenakkan. siapa > > bilang enak? 12 th lalu, saat belum ramainya kata2 > > teroris atau > > peristiwa kelam 11 september, sebagai siswa asing di > > Berlin, saya dan > > id, kami merasakan ketidaknyamanan itu. apalagi kami > > dari Asia yg > > berkulit gelap, pastinya mendapat perhatian > > "khusus". Bisa saja itu > > hanya perasaan kami, tapi intinya adalah dimana pun > > di dunia ini > > minoritas akan tetap minoritas. Bukan hanya > > menyangkut agama, tapi > > juga suku (Aborigin Australia) dst. > > > > Virginia Noer > > > > > ===== > Mario Gagho > Political Science, > Agra University, India ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

