10.06.2004
Konferensi Energi ASEAN di Manila
Para Menteri Energi dari 10 negara anggota ASEAN sejak Senin (08/06) berkumpul di
Manila menghadiri konferensi tingkat menteri yang berlangsung selama 3 hari.
Konferensi Energi ASEAN antara lain membahas malasah kelangkaan minyak yang saat ini
sedang jadi tema aktual. Untuk menghadapinya, negara-negara ASEAN akan menyiapkan
langkah darurat antara lain dengan mencari sumber cadangan minyak baru, dan penemuan
sumber energi alternatif.
Tuan rumah konferensi, Menteri Energi Filipina Vincent Perez mengatakan, soal
pengadaan dan keamanan energi memang menjadi isu utama. Karena itu perlu ada
diversifikasi sumber energi. Juga akan dibahas soal kemungkinan serangan teror ke
ladang-ladang minyak, namun Perez menegaskan, pembahasan ASEAN akan jauh lebih luas
daripada hanya sekedar soal ancaman terorisme. Ia menambahkan, beberapa negara ASEAN
juga tidak mendukung proposal agar penjagaan di Selat Malaka diserahkan pada
kekuasatan asing. Beberapa waktu lalu memang sempat muncul diskusi agar angkatan laut
Amerika Serikat ikut berpatroli di Selat Malaka.
Konsultasi ASEAN dihadiri juga oleh menteri-menteri energri dari tiga mitra utamanya,
yaitu Cina, Jepang dan Korea Selatan. Kemudian mulai tanggal 11 Juni digelar pertemuan
tingkat menteri di kalangan APEC, yang disebut Prakarsa Keamanan Energi. Konferensi
APEC akan melanjutkan berbagai agenda yang sudah disepakati pada pertemuan Shanghai
tahun 2001.
Para menteri energi yang berkumpul di Manila akan saling berbagi data mengenai
perminyakan, dan menetapkan sebuah agenda aksi Kerjasama Energi periode 2004-2009.
Rencana itu antara lain bertujuan untuk meningkatkan pembangunan di sektor energi
dalam konsep pembangunan berkelanjutan, pengembangan infrastruktur yang lebih
terintegrasi, termasuk meningkatkan jaminan pengadaan energi. Salah satu proyek yang
direncanakan misalnya pembangunan jaringan listrik dan jalur pipa gas trans-ASEAN.
Pertemuan Energi ASEAN masih termasuk dalam rangkaian konsultasi ekonomi yang digelar
beberapa minggu terakhir ini di berbagai tempat. Berbagai konferensi masih termasuk
bagian dari persiapan sidang umum Organisasi Perdagangan Dunia, WTO di Jenewa akhir
Juli mendatang.
Minggu lalu, para menteri perdagangan APEC menggelar pertemuan di Cile untuk membahas
berbagai masalah sehubungan dengan liberalisasi pasar dan Organisasi Perdagangan
Dunia, WTO. Disana wakil-wakil negara berkembang mengingatkan negara-negara industri
agar tidak memaksakan keinginannya, dan sedikit memperhatikan kepentingan
negara-negara yang lebih miskin. Ke alamat negara-negara industri, Menteri Perdagangan
Malaysia, Rafidah Aziz mengatakan, adalah bijak bagi setiap pihak untuk belajar dari
Cancun. Dalam konferensi WTO di Cancun, Mexiko, September tahun lalu, pembicaraan
terpaksa dihentikan karena kelompok-kelompok negara berkembang protes dan meninggalkan
konferensi. Memang ketika itu terjadi perdebatan sengit, karena negara-negara industri
tidak mau membahas masalah subsidi pertanian, sedang negara-negara berkembang menolak
berbicara soal liberalisasi pasar, kalau negara kaya tetap mensubsidi bidang
pertaniannya.
Dalam pertemuan APEC minggu lalu di Cile kembali dibahas rencana ambisius membentuk
pasar bebas di kawasan Asia-Pasifik samapi tahun 2020. Rencana besar itu mulanya
disepakati dalam pertemuan APEC tahun 1994 di Bogor. Namun sampai sekarang, belum ada
agenda yang jelas selain deklarasi-deklarasi maksud baik saja. Padahal, diantara
negara-negara APEC sendiri sudah ada sekitar 40 perjanjian pasar bebas antar negara.
Dalam pertemuan di Cile minggu lalu, negara-negara APEC sepakat untuk lebih transparan
dalam pertukaran informasi tentang
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Friends. Fun. Try the all-new Yahoo! Messenger
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/