G-8 Janji Genjot Pemulihan Ekonomi Dunia Tapi Tolak Hapuskan Hutang Afrika
Savannah, Georgia, Jumat Para pemimpin negara maju dunia yang tergabung dalam Grup-8 (G-8) menyatakan ikrar mereka untuk memacu pemulihan ekonomi global dengan meresumsi perundingan-perundingan tentang perdagangan bebas dan menyatakan kesediaan mereka untuk mengadakan reformasi lebih jauh. Namun mereka dicerca karena terlalu pelit dalam menghapuskan hutang negara-negara Afrika. "Kami menyambut baik keadaan semakin menguatnya perekonomian global," kata sebuah ikhtisar tuan rumah KTT selama tiga hari itu, Presiden George W. Bush, di sebuah resort tepi pantai di Sea Island, tempat peristirahatan para milyarder di lepas pantai Georgia. Bush yang harus berjuang untuk tetap bisa berada di Gedung Putih pada pemilu November mendatang, mendukung tempo pertumbuhan ekonomi dunia yang pesat dan peranan dari kebijakan penurunan pajaknya yang sangat mendukung perekonomian AS. Namun AS akhirnya berselisih dengan Prancis dalam soal perdagangan tentang siapa sebenarnya yang menjadi ancaman besar bagi prospek pertumbuhan ekonomi dunia. Kendati secara umum menyatakan optimismenya, Presiden Prancis Jacques Chirac mengatakan, ia dan beberapa pemimpin dunia lainnya merasa khawatir tentang "kemungkinan terjadinya defisit anggaran dan perdagangan AS yang besar di masa depan, dan khususnya dalam perkembangan tingkat suku bunganya. "Para pejabat Gedung Putih yang berbicara dengan syarat tidak disebutkan identitasnya menuding negara-negara zona euro sebagai beban dengan menuduh mereka mengganggu kinerja perekonomian dunia dengan pertumbuhan mereka yang lemah, dan mendesak mereka untuk memberi kebebasan kepada pasar kerja mereka yang dikritik sebagai terlalu terkekang oleh undang-undang perburuhan mereka. "Kami sepakat tentang betapa pentingnya menarik keuntungan dari lingkungan perekonomian global yang kuat dengan melakukan reformasi lebih jauh guna mempercepat pertumbuhan di negara kami," kata ikhtisar yang dikeluarkan G-8. Ancaman harga minyak yang tinggi, yang menjadi awan mendung dalam pertemuan para menteri keuangan Grup-7 (G-7) bulan lalu, cukup menyejukkan agenda pertemuan G-8 seiring dengan agak mendinginnya pasar minyak mentah. Para pemimpin negara G-8 hanya mencatat keputusan yang diambil Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk meningkatkan produksi mereka, dan mengakui perlunya lebih banyak suplai energi dan konservasi lebih luas. G-8 juga memperlihatkan kebersamaan mereka tentang perlunya segera menghidupkan kembali perundingan-perundingan perdagangan dunia yang gagal selama ini. Jurang pemisah antara negara kaya dan negara miskin semakin melebar oleh ketidak-sepahaman dalam perdagangan produk pertanian, yang menyebabkan kolapsnya perundingan WTO (Organisasi Perdagangan Dunia) yang diselenggarakan di Kota Cancun, Meksiko, September tahun lalu. Para pemimpin G-8 - yang terdiri dari Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Itali, Jepang, Rusia dan Amerika Serikat - menyepakati akhir bulan Juli sebagai batas akhir bagi persetujuan terhadap garis-garis besar tentang isu-isu paling divisif. "Dengan mengkombinasikan kemajuan dalam pertumbuhan ekonomi berbagai negara dengan pengurangan rintangan-rintangan dalam perdagangan dunia, kita akan dapat memperdalam, memperbesar dan memperluas ekspansi ekonomi ini," kata ikhtisar yang dikeluarkan para pemimpin G- 8, Kamis. MASALAH UTANG, TOPIK HANGAT Masalah hutang telah menjadi topik yang hangat dalam pertemuan para pemimpin G-8 tersebut. Pertemuan bubar tanpa memberikan pemecahan terhadap proposal Bush untuk menghapuskan sebagian besar hutang Irak yang mencapai 120 milyar dolar. "Irak itu jelas negara kaya," kata Presiden Prancis Jacques Chirac dalam sebuah konperensi pers. "Bagaimana menurut anda... jika kami dalam tiga bulan bisa berbuat lebih banyak untuk Irak dibandingkan dengan yang telah kami lakukan selama 10 tahun untuk 37 negara miskin yang banyak hutang? Ini tidak masuk akal. Ini sungguh tidak layak," katanya. G-8 mendukung pola perpanjangan masa berlakunya pengurangan hutang bagi negara-negara paling miskin di dunia selama dua tahun, melalui insiatif HIPC (negara-negara miskin yang paling banyak hutangnya). Akan tetapi harapan negara-negara Afrika agar G-8 mau 100% menghapuskan hutang mereka menjadi hancur sudah. Marie Clarke, aktivis kelompok Jubilee USA yang melobi penghapusan hutang negara-negara Dunia Ketiga, mengatakan, kesediaan G-8 bagi perpanjangan program HIPC yang dijadwalkan berakhir pada penghujung tahun 2004, tidaklah mencukupi. "Para pemimpin G-8 tidak berhasil menyediakan apa-apa yang diperlukan," katanya. "Mereka lebih memilih retorika dalam menghadapi realita yang menghancurkan dari AIDS dan mereka memilih bekerja tanpa berbuat apa- apa," Marie menambahkan. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

